09/06/2018
Jangan jadikan anakmu pengemis di Idul Fitri #2
By: Yota Mutia
Setelah rame tulisan teman saya yang dibajak oleh sesembak. Barakallah yang cyn, tulisanmu Viral dan sekarang aku copas judul tulisanmu hehehe
"Yota, Abang gak diajak antri disana?".
"Antri apa mah?" (Tanyaku pada ibu mertua yang ketika itu masih hidup.)
"Udah salaman ke depan? Ke adik2 Mama?".
"Udah Ma, udah duluan".
"Antri sana biar dapat uang".
"Abinya bisa kasi dia uang Ma".
"Ya bedalah dikasi Abinya sama dikasi sekarang".
Umumnya masyarakat kita (gak semua ya, keluarga saya gak menerapkan ini ke anak2nya) biasa bagi2 uang. Salaman dapat uang, bahkan ada yang baru mau diajak silaturahmi ke tempat tertentu karena diiming2i akan dapat uang banyak. Gak ada yang salah dengan berbagi uang. Salahnya adalah ketika anak2 justru malah tidak bisa mengambil hikmah dari
"jatah" lebarannya. Kalo dikasi alhamdulillah, gak dikasi jangan minta. Jangan menengadahkan tanganmu meminta2. Dikasi alhamdulillah berapapun jumlahnya, bukan mencela jika jumlahnya tak sesuai harapan.
"om tante pelit masa' cuma ngasih segini".
"Mah, saudara2 mama lagi pada kere ya, biasanya aku dapat sekian ratus eh skr cuma dapat segini".
"Kalo ke rumah uwak itu gak pernah dapat uang".
Setelah diberi kenapa anak malah terlihat sulit menghargai. Bukannya berucap Alhamdulillah dari lisannya, bukannya mendoakan malah keluar celaan.
3 tahun sudah kami menghilangkan kebiasaan berbagi "jatah" lebaran dikeluarga suami, sambil diberi edukasi terus menerus bahwa berbagi tak mesti di hari lebaran. Justru pemberian terbaik adalah di Bulan Ramadhan.
“Tangan di atas lebih baik dari pada tangan di bawah. Tangan di atas adalah pemberi, tangan di bawah adalah peminta.” (HR. Bukhari Muslim)
Diberi hadiah alhamdulillah, tapi jangan meminta2.
Dan kami ubah tidak lagi berbagi uang, tapi berbagi hadiah berupa barang2: kerudung, buku cerita, alquran dll.
Skr sudah terbiasa tidak ada bagi2 uang ketika lebaran.
*menulisnya terpotong karena ada yang minta "jatah" susu: :D
Bayangkan ada anak kecil atau remaja yang diberi sesuatu (bisa uang/barang) tapi tidak berucap terima kasih. Malah mencela pemberian tersebut karena tidak sesuai harapan?
Pernah gak si anak ini mikir gimana perasaan yang memberikannya hadiah?
Dicemberutin? Dicela?
“Hendaknya kalian saling memberi hadiah, niscaya kalian akan saling mencintai.” (HR. Bukhari)
Memberi hadiah karena saling mencintai. Berharap cinta itu akan seperti sinyal hp yang sudah diisi paket kuota.
Selain memberi hadiah/berbagi bisa makin merekatkan hubungan. Mengajak anak memberi hadiah/berbagi bisa mengajarkan anak bahwa ada harta Allah yang dititipkan kepada kita untuk orang lain. Berikanlah harta itu kepada yang berhak. Ajarkan anak untuk merasakan kesusahan mendapatkan barang2/uang yang ia inginkan karena gak semua orang memiliki kemudahan seperti dia.
Pastinya, mengajak anak mengejar ridho Allah. Berbagilah kebaikan, berbagilah manfaat. berbagi senyum, berbagi ilmu, berbagi hadiah, berbagi apapun selama dalam kebaikan niatkan karena Allah dan selama caranya mencontoh Rasulullah maka hak itu akan jadi amalan terbaik bagi kita.