08/01/2018
Cerita tentang Kami
Tak ada rotan, koran pun jadi. Ini adalah slogan untuk mengungkapkan keunikan produk kami. Biasanya, sebagian besar produk anyaman terbuat dari rotan, benang, kain, atau plastik. Alih-alih memproduksi kerajinan tangan dari bahan semacam itu, kami menggunakan kertas koran sebagai sumber utama untuk membuat kerajinan tangan. Bisnis kami sendiri berawal dari Bank Sampah di Sekolah Alam Bogor pada tahun 2009. Program ini dijalankan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam merawat lingkungan melalui pengumpulan dan pemilahan sampah. Peserta yang mengikuti program Bank Sampah dapat mengubah sampah yang dikumpulkan menjadi sejumlah uang.
Sambil memikirkan sampah tersebut, kami mendapat banyak ide untuk mendaurulangnya menjadi berbagai kerajinan tangan. Karena koran adalah salah satu sumber daya yang paling banyak tersedia di perkotaan, kemudian kami bereksperimen mengubahnya menjadi barang-barang yang cantik. "Ini sangat kreatif dan cantik!", demikian konsumen kami berkomentar..
Kami semakin menyadari bahwa aktivitas yang kami kerjakan memiliki prospek yang baik di pasar dan bermanfaat bagi lingkungan. Agar lebih serius dalam menjalankan aktivitas ini maka didirikanlah Salam Rancage pada tahun 2012. Karena membutuhkan tenaga kerja, kami berencana merekrut banyak orang untuk bergabung. Ada banyak calon pekerja di dekat workshop kami, mereka tinggal di Desa Sindangsari, Bogor. Apa yang ditemukan di desa benar-benar mengejutkan kami. Banyak orang hidup dalam kondisi yang kurang baik secara ekonomi. Salah satu penduduk desa yang kami tahu dibayar hanya 5.000 rupiah untuk setiap 50 kg ubi kayu yang dia kelupas. Pekerjaan itu membutuhkan waktu dan energi namun pekerjaannya tidak dihargai oleh pemilik bisnis. Ini hanyalah salah satu contoh yang kami temukan di antara cerita-cerita mereka berjuang untuk hidup.
Salam Rancage menawari mereka kegiatan lain dengan pembayaran lebih adil, memberi mereka alternatif pilihan ekonomi. Ini sangat berarti bagi kami, selain menjalankan bisnis juga dapat membantu orang mencapai kehidupan yang lebih baik. Seiring kita melihat lebih dalam, kita menyadari jika bisnis ini berubah menjadi kendaraan untuk memberdayakan orang, membantu mereka untuk merangkul kesadaran dengan berbagai cara, terutama dalam menghargai lingkungan, merangkul nilai-nilai sosial, dan mendistribusikan kesempatan ekonomi.***