09/03/2020
MUNTUT ILMU JALAN MENUJU SURGA
Sob, tau gak sih apa nikmat terbesar yang bisa kita dapat? Yaa, benar, nikmat terbesar adalah nikmat Islam dan Sunnah. Karena dengan itu lah kita bisa mencapai tempat penuh kebahagiaan yang abadi, yaitu surga. Tanpa itu, kita malah akan terjatuh ke teampat yang penuh penderitaan yang abadi, yaitu neraka. Kita patut bersyukur karena kita telah terlahir dari orangtua kita yang Muslim, atau Allah telah memberi kita hidayah untuk memeluk Islam.
Nah sekarang yang jadi pertanyaan apakah cukup sekedar kita memeluk Islam saja? Jawabannya tidak Sob. Saya kasih perumpamaan seperti ini, kita kuliah, misal masuk ke fakultas kedokteran, terus apa iya ketika kita udah masuk Fakultas Kedokteran lantas kita sudah bisa menyebut kita dokter? Tentu tidak sob, kita harus belajar dulu secara intens mengenai ilmu kedokteran itu. Baru setelah dinyatakan lulus, kita bisa menyebut diri kita dokter dan membuka praktek.
Itu untuk ilmu kedokteran, lalu bagaimana untuk ilmu syar’I Sob? Kita udah memutuskan untuk masuk Islam, atau kita udah yakin dengan agama ini, lalu apa tindakan kita selanjutnya? Yaa sama kaya ilustrasi tadi, BELAJAR. Kita ini gak bisa Sob asal-asalan dalam beragama. Ini Agama Allah subhanahu wa ta’ala, maka kita belajar bagaimana cara beragama yang Allah ridhoi Sob. Jangan sampai karena sekedar ikut-ikutan, kita malah membuat Allah murka.
Selanjutnya, tau gak Sob, apa lagi nikmat terbesar? Yaitu ketika kita diberikan ilmu yang bermanfaat serta amal yang shaleh. Kenapa? Menuntut ilmu syari akan membawa manusia kepada kebahagiaan dunia dan juga akhirat. Siapa sih yang gak mau bahagia? Semua orang pasti ingin yang namanya hidup mereka bahagia. Cuma sayangnya mereka sering kali melakukan hal yang mereka pikir akan membuat mereka bahagia, padahal sejatinya mereka malah makin merasa gelisah.
Nah terus bahagia itu apa? Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah menjelaskan dalam kitabnya tentang macam-macam kebahagiaan:
1. Kebahagiaan yang di luar dari zat manusia. Seperti kelezatan harta, kedudukan, jabatan, fasilitas, dan lainnya.
2. Kebahagiaan pada badannya, postur tubuhnya baik, sempurna, tidak cacat, kuat, dan lainnya.
3. Kebahagiaan ruhani, kebahagiaan ilmu yang bermanfaat dan buahnya. Maka ini yang akan kekal, dan yang akan menemani terus seorang hamba dalam setiap perjalanannya di 3 tempat, yaitu dunia, alam barzakh, dan di surga, maka dengannya manusia akan mencapai kemuliaan dan derajat yang sempurna. Dan inilah kebahagiaan yang hakiki.
Manusia itu, semakin banyak ilmu yang dimilikinya, semakin bahagia dia, tapi harta, semakin banyak dia memiliki harta, dia malah semakin sombong dan melewati batas, karena dia merasa kaya, mampu, dan memiliki segalanya. Kita mungkin sering melihatnya yaa, ketika kedua orang atau beberapa orang saling berseteru, kita bisa melihat bagaimana orang yang berilmu lebih tenang dibandingkan orang yang mungkin lebih berkuasa namun egois dalam menyelesaikan masalah dan tidak mau mengalah.
Lalu timbul pertanyaan, kenapa sih banyak manusia yang berpaling dari kebahagiaan yang hakiki tersebut? Imam Ibnul Qoyyim menjawab, sesungguhnya kebanyakan manusia berpaling untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat ini karena sulit perjalanan untuk mendapatkannya, pait prinsipnya, dan juga lelah untuk mendapatkannya. Namun, semakin dia menuntut ilmu semakin dia merasa haus, merasa bodoh, dan inilah kenikmatannya dia menuntut ilmu.
Jadi memang menuntut ilmu bukan perjalanan yang mudah yaa Sob. Kita mungkin sering merasa begitu semangat menuntut ilmu, namun ditengah perjalanan kita merasa sangat lelah atau bahkan bosan. Tapi yaa itulah perjalanan Sob, kita semua tahu bahwa dunia ini hanya persinggahan, tentunya menuntut ilmu juga merupakan bagian dari perjalanan kita menuju tujuan akhir kita, yaitu surga Allah subhanahu wa ta’ala.
Sob, tau gak sih kalo menuntut ilmu itu wajib? Nih cob abaca dalilnya,
Rasululullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ
“Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap Muslim” Hadits shahih: Diriwayatkan oleh Ibnu Majah (no. 224), dari Shahabat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, lihat Shahiih al-Jaami’ish Shaghiir (no. 3913). Diriwayatkan p**a oleh Imam-imam ahli hadits yang lainnya dari beberapa Shahabat seperti ‘Ali, Ibnu ‘Abbas, Ibnu ‘Umar, Ibnu Mas’ud, Abu Sa’id al-Khudri, dan al-Husain bin ‘Ali radhiyallaahu ‘anhum
Perlu temen temen ketahui bahwa yang dimaksud menuntut ilmu disini, ilmu syar’I yaa sob, bukan ilmu duniawi. Menuntut ilmu duniawi hukumnya mubah saja. Tapi menuntut ilmu sya’I wajib bagi setiap muslim. Kenapa? Agar kita bisa beribdah sesuai dengan apa yang Allah inginkan. Sekali lagi, agama ini punya Allah, jadi kita ikutin apa yang Allah mau yaa. Menuntut ilmu syar’I juga dapat memudahkan kita buat ke surga Sob, masa iya kita gak mau? Ini dalilnya,
وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا، سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ
“Barangsiapa yang berjalan menuntut ilmu, maka Allah mudahkan jalannya menuju Surga”.
Sayangnya kebanayakan manusia lebih mengutamakan ilmu dunia daripada ilmu syar’I Sob. Alhasil apa? Udah berumur 30an, 40an, namun masih gak bisa baca Al-Qur’an, gak tau bagaimana cara shalat yang benar, dan yang lainnya. Kita ini banyak yang di KTP tertulis beragama Islam, namun ketika ditanya tentang Islam itu apa kita gak bisa jawab . Maka sudah saatnya kita buat peduli sama agama kita Sob, yang sejatinya, dengan itu bukti bahwa kita peduli dengan diri kita.
Menuntut ilmu syar’I itu akan memberikan kebahagiaan dunia dan juga akhirat. Karena dengan itu, kita tahu agama ini, kita bisa mengenal Allah jalla wa ‘ala dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam, kita bisa melaksanakan ibadah dengan ikhlas karena Allah dan sesuai perintah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, kita bisa tahu apa saja yang haram dan apa saja yang halal, dan kita dapat mentauhidkan Allah dengan sebenar-benar tauhid, dengan menuntut ilmu syar’i.
Oleh karenanya bersyukurlah Sob, kalau kita sudah dikasih hidayah Islam dan Sunnah, kita juga diberi hidayah untuk menuntut ilmu. Karena banyak orang hijrah hanya sekedar ikut-ikutan trend saja. Dan tetaplah sabar dalam menuntut ilmu ini. Jangan ditinggalin mungkin memang lama, kita merasa, “yaa Allah, bahas satu kitab aja bertahun tahun gak selesai”. Tapi yaa itulah, kita harus sabar. Terutama ilmu tauhid, kita harus ulang-ulang terus, karena zaman sekarang itu adalah zaman yang paling urgent masalah tauhid. Banyak orang melakukan kemaksiatan karena dia gak kenal sama Rabbul ‘Alamin.
Jangan pernah berpaling. Orang yang berhenti menuntut ilmu syar’I setelah diberikannya hidayah adalah orang yang lebih bodoh dari dirinya yang sebelumnya. Bahkan Syaikh Utsaimin rahimahullah mengatakan dia kufur nikmat. Jadi jangan pernah tinggalkan majelis ilmu yaa teman teman. Sedikit tips dari saya buat kamu yang udah merasa bosan nuntut ilmu syar’i.
1. Perbaiki niat, ikhlas karena Allah subhanahu wa ta’ala, bukan yang lain.
2. Ikuti kajian rutin yang membahas satu kitab secara rinci. Kita mungkin merasa bosan karena seringnya mengikuti kajian tematik, yang tiap pertemuan memiliki tema yang beda, atau hanya menontonnya di youtube. Dengan mengikuti kajian rutin yang sesuai Sunnah, insyaaAllah kita akan merasa semakin penasaran untuk bahasan selanjutnya. Dan kita bisa bertanya langsung pada ustadz apabila kita memiliki persoalan.
3. Catat, dengan mencatat insyaaAllah kita akan lebih meresapi apa yang disampaikan ole ustadz.
4. Cari teman untuk kajian bareng. Semakin banyak teman, insyaaAllah kita semakin semangat buat hadir ke kajian.
5. Berdo’a pada Allah agar diberi keistiqomahan dalam menuntut ilmu dan berada di atas jalan yang haq.
Nah itu adalah sedikit tips dari saya buat temen-temen semua agar bisa tetap semangat dalam menuntut ilmu. Semoga sedikit sharing dari saya ini dapat memberikan semangat lagi bagi diri saya sendiri maupun kalian dalam menuntut ilmu syar’i. Tetap semangat yaa, kamu gak sendirian Baarakallahu fiikum.