10/04/2015
Makin Keriting, Makin Lebat Buahnya
Menggunakan enzim Fitofit secara teratur
Masih bersama nabila. Menurut pengakuannya, setelah menggunakan enzim Fitofit secara teratur, bagai disulap, tanaman cabainya tumbuh dan berkembang dengan baik.
Meskipun, tanaman yang telah terserang keriting daun masih dalam kondisi semula (daun menguning) tapi itu tidak lagi menjadi kendala untuk tanaman tidak berbuah.
Bahkan, buah yang dihasilkan lebih banyak bunga seakan tidak pernah berhenti. "Saya sempat heran juga kenapa buahnya mejadi lebih banyak di tanaman yang telah terserang keriting daun dibanding tanaman yang belum terserang. Pokoknya, makin keriting daunnya makin banyaklah buahnya," akunya.
"Meski heran tapi saya bersyukur karena produksinya menjadi lebih tinggi.Dari biasanya, produksi yang bisa dipanen sepanjang masa panen tiba, hanya bisa terkumpul satu kilogram dari satu batang tanaman cabai. Tetapi, setelah menggunakan Fitofit produksi yang bisa saya peroleh naik menjadi 1,5 - 2 kg per pohon," terangnya.
Fitofit kata dia, dengan tidak berpromosi ternyata mampu mengendalikan penyakit keriting daun. "Sekarang saya tidak takut lagi dengan keriting daun. Kalaupun ada, tapi itu tidak lagi menjadi ancaman berarti bagi tanaman cabai saya ini. Buahnya tumpah ruah," kata Kasir.
Saat ini tanaman cabai Kasir masih berumur 3 bulan, dan diperkirakan satu bulan lagi panen perdana sudah bisa dilakukannya. Iapun memprediksi bisa memetik hasil sekitar 30 ton per hektare sepanjang musim panen nanti. Dengan asumsi tiap batang menghasilkan 2 kg buah cabai.
Dengan harga cabai saat ini berkisar 15.000 - Rp 20.000 per kg, bisa dipastikan Kasir akan mengantongi fulus yang sangat besar. "Mudah-mudahan saat panen nanti harga masih tinggi," katanya berharap.
Dalam pengendalian penyakit keriting daun, Kasir tidak hanya menggunakan pupuk cair Fitofit saja tetapi juga menggunakan produk lainnya seperti Prevathon TM 50 SC serta funiran 80 WP. Sementara dalam pemupukan ia masih menggunakan pupuk tambahan seperti urea.
Memang kata Kasir, tanaman cabai yang terserang penyakit keriting daun sangat mudah diamati gejala atau ciri-cirinya. Yakni, daun menguning, keriting dan menggulung kemudian batang busuk dan berwarna hitam. Sangat kentara perbedaannya dengan tanaman yang tidak terserang, di mana hijau daunnya sangat segar, dan daun kembang/terbuka dan lebar.
Tetapi, meskipun sudah dikendalikan dengan Fitofit daun tidak akan berubah menjadi hijau sebagaimana tanaman yang sehat. Daun akan tetap menguning tetapi tidak kuning sekali. "Bisa dibilang hijaunya pucatlah," katanya.
Kemudian, dahan yang terkena penyakit menjadi pendek meskipun muncul dahan yang baru, beda dengan kondisi tanaman cabai yang tidak terkena penyakit dahannya agak panjang.
Tetapi, yang sangat mengherankan meskipun dahan lebih pendek, sama sekali tidak mempengaruhi datangnya bunga. Bahkan, munculnya bunga lebih banyak di batang yang pendek dibanding pada batang yang tidak terserang.
"Jadi, saya bilang dari "momok" menakutkan menjadi mengungtungkan. Tetapi memang tetap ada perbedaannya yakni buahnya lebih pendek ketimbang cabai yang tidak terserang penyakit. Namun, dari sisi jumlah buah per batangnya tidak kalah bahkan lebih banyak dibanding batang yang tidak terserang," akunya sembari menambahkan adannya produk tersebut sangat membantu dirinya dalam mengendalikan serangan panyakit keriting daun yang sangat menakutkan itu