10/04/2017
Sebagian besar salafush shalih dan generasi awal umat ini adalah orang-orang yang secara materi termasuk fakir miskin. Mereka tidak memiliki harta yang berlimpah, rumah yang megah, dan kendaraan yang bagus.
Meski demikian, mereka ternyata mampu membuat kehidupan ini justru lebih bermakna serta membuat diri mereka dan masyarakatnya lebih bahagia. Yang demikian itu, karena mereka senantiasa memanfaatkan setiap pemberian Allah di jalan yang benar. Dan karena itu p**a, umur, waktu dan kemampuan atau ketrampilan mereka menjadi penuh berkah.
Kebalikan dari kelompok manusia yang diberkahi ini, adalah mereka yang dikarunia Allah dengan kekayaan yang meruah, anak yang banyak, dan nikmat yang berlimpah. Tapi semua itu justru menyebabkan diri mereka senantiasa merasa penuh penderitaan, kecemasan dan kegelisahan. Adapun penyebabnya, tak lain adalah karena mereka telah menyimpang dari fitrah dan tuntunan hidup yang benar.
Inilah bukti nyata bahwa segala sesuatu (kekayaan, anak, pangkat, jabatan, kehormatan, kepopuleran dan lain sebagainya) adalah bukan segalanya.