20/02/2025
Seorang ibu sepuh datang menemui saya lalu mengadu tentang anak bungsunya laki-laki, 25 tahun yang akan dipecat dari tempat kerja..
Anak ini sering bolos kerja, begadang malam, main games seharian. "Bagaimana ya Abah, agar anak saya bisa dewasa, mandiri dan bertanggung jawab dengan hidupnya sendiri? Apa saya nikahkan dia aja ya? Barangkali sudah punya anak istri, anak saya berubah?"
Lalu saya bertanya pada ibu ini "Ibu ingin anak mandiri, dewasa, bertanggung jawab, setelah dewasa, tapi saya mau tanya bu, anak ibu sejak SD diminta beresin kamar sendiri tidak? Anak ibu mencuci piring sendiri yang sudah dipakai tidak? Anak inu menyiapkan peralatan sekolah sendir tidak?" Lalu jawab ibu ini: "tidak.".
Lalu saya tanya lagi, menurut ibu, supaya anak dapat berenang menyeberangi sungai dan lautan, anak ibu harus belajar dan berlatih dulu nggak?" lalu jawabnya "tentu saja."
Bagaimana mungkin anak dapat mengarungi lautan kehidupan jika kita tidak bimbing mereka, tidak kita siapkan mereka? Semua itu membutuhkan skill bukan?
Apalagi menyelesaikan masalah kedewasaan dengan disuruh menikah, malah muncul korban baru! Siapa? Istri dan anaknya. Umur boleh nambah, tapi kedewasaan rendah. Orangtua yang salah, anak orang yang jadi korban. Gimana d**g solusinya? Bertaubat, perbaiki akhlak pada anak, belajar cari ilmu, ditraining-training saya sering dibahas.