Tsalisa Mart

Tsalisa Mart Tsalisa mart menjual produk Fashion,mulai dari sarung,baju Koko, atau lainya dr Pekalongan. Untuk itu tunggu apalagi dicek ya Kaka barangnya...

Rembang, kabar NU Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Lasem Rembang Jawa Tengah ikut menunjukkan kepedulian terhadap ...
06/10/2018

Rembang, kabar NU Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Lasem Rembang Jawa Tengah ikut menunjukkan kepedulian terhadap puluhan ribu korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng) melalui badan otonomnya untuk bersama-sama dalam kegiatan penggalangan dana pada Jumat (5/10). Dari kegiatan itu berhasil terkumpul dana sementara Rp35.000.000 berasal dari berbagai kalangan masyarakat Lasem dan lembaga-lembaga pendidikan. PCNU berharap penggalangan dana masih terus bertambah hingga beberapa hari ke depan. [ 117 more words ]

Rembang, kabar NU Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Lasem Rembang Jawa Tengah ikut menunjukkan kepedulian terhadap puluhan ribu korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng) melalui ba…

Kendi, kabarNU | Sabtu, 07 Oktober 2018 05:48 Bojonegoro,Kabar NU Banyaknya bencana alam yang terjadi di bumi pertiwi in...
06/10/2018

Kendi, kabarNU | Sabtu, 07 Oktober 2018 05:48 Bojonegoro,Kabar NU Banyaknya bencana alam yang terjadi di bumi pertiwi ini, dan menewaskan ribuan korban di beberapa wilayah Indonesia, seperti gempa bumi di Nusa Tenggara Barat dan kemudian disusul gempa dan tsunami di palu, Sulawesi Tengah menjadikan perhatian khusus oleh PBNU sendiri. prihatin dengan peristiwa tersebut, PBNU mengadakan Doa Bersama untuk Keselamatan Bangsa di Pesantren Ekonomi Darul Uchwah, Jl Kedoya Duri Raya, Jakarta Barat, Sabtu (6/10) malam. [ 173 more words ]

Kendi, kabarNU | Sabtu, 07 Oktober 2018 05:48 Bojonegoro,Kabar NU Banyaknya bencana alam yang terjadi di bumi pertiwi ini, dan menewaskan ribuan korban di beberapa wilayah Indonesia, seperti gempa …

Assalamualaikum wr wbPROMO TERBARU HANYA DI BULAN APRIL!!!BELI 2 GRATIS ONGKIR ......Sarung NU.dengan bahan berkualitas....
14/04/2018

Assalamualaikum wr wb

PROMO TERBARU HANYA DI BULAN APRIL!!!

BELI 2 GRATIS ONGKIR ......

Sarung NU.dengan bahan berkualitas.

Harga : 100.000
BELI 2 ITEM LANGSUNG GRATIS ONGKIR

Spesifikasi Sarung:
Bahan : Tetron Rayon
Benang : 5000
Ukuran : Lebar 108 cm/ Panjang 124 cm.

Menerima pemesanan puluhan hingga Ribuan Kodi.

Pemesanan bisa langsung chat kami di :
Wa ;085843987564

atau klik dibawah ini :
bit.ly/OrderTsalisamart

Sarung Banser & NUBahan berkualitas...
12/04/2018

Sarung Banser & NU

Bahan berkualitas...

Bingkisan.. berkah
10/04/2018

Bingkisan.. berkah

HARGA SPESIAL BULAN APRIL 2018Harga : 100.000BELI 2 ITEM LANGSUNG GRATIS ONGKIRSpesifikasi Sarung:Bahan : Tetron RayonBe...
10/04/2018

HARGA SPESIAL BULAN APRIL 2018

Harga : 100.000
BELI 2 ITEM LANGSUNG GRATIS ONGKIR

Spesifikasi Sarung:
Bahan : Tetron Rayon
Benang : 5000
Ukuran : Lebar 108 cm/ Panjang 124 cm.

Menerima pemesanan puluhan hingga Ribuan Kodi.

Pemesanan bisa langsung chat kami di :
Wa ;085843987564

atau klik dibawah ini :
bit.ly/OrderTsalisamart

"GUS MUS KLARIFIKASI AKUN ASLI INSTAGRAM MILIKNYA"Fathoni, NU Online | Selasa, 03 April 2018 18:40Jakarta, NU OnlinePeng...
04/04/2018

"GUS MUS KLARIFIKASI AKUN ASLI INSTAGRAM MILIKNYA"

Fathoni, NU Online | Selasa, 03 April 2018 18:40
Jakarta, NU Online
Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh, Rembang, Jawa Tengah KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) melakukan klarifikasi akun asli instagram (IG) yang dikelolanya secara pribadi, .kakung (Ahmad Mustofa Bisri).

Hal ini Gus Mus lakukan seiring munculnya akun instagram (A Mustofa Bisri) agar masyarakat dunia maya (netizen), khususnya pengguna media sosial mengetahui akun instagram Gus Mus yang asli.

Gus Mus melakukan screenshoot akun s.kakung dan gusmusgusmu dengan menyatukan kedua foto hasil sreenshoot tersebut dan diunggah di akun instagramnya, .kakung.

“Sebelah kiri: akun asli IG-ku dengan ‘s.kakung’ dan gambar profil muka saja pakai sorban. Tidak JUALAN apa-apa,” ungkap Gus Mus melalui akun instagramnya, Selasa (3/4).

Kemudian, Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ini juga membandingkan antara akun IG yang mengatasnamakan .

“Sebelah kanan: akun entah siapa, menggunakan ‘gusmusgusmu’ (seperti Twitterku) dan gambar profil fotoku pakai jas, peci hitam (seperti IG ini sendiri, tanpa sepengetahuanku) dan JUALAN apa-apa,” jelas Gus Mus.

Penulis buku Membuka Pintu Langit ini juga memberikan pemaparan yang dapat digunakan oleh netizen untuk membedakan antara akun asli miliknya dengan akun serupa yang sering menggunakan namanya.

“Sebenarnya mudah menandai mana akun asliku dana mana yang KW. Akunku (baik di IG, FB, maupun Twitter) TIDAK pernah JUALAN. Aku bukan pedagang. Akunku tidak pernah ‘bicara’ VULGAR. Aku tidak pernah diajari dan belajar ‘bicara’ vulgar,” terangnya.

“Aku ber-IG-an, ber-FB-an, dan Twitter-an dengan niat SILATURAHMI dan THALABUL ‘ILMI WALMA’RIFAH,” imbuh Gus Mus. (Fathoni)

02/04/2018
Khoiron, NU Online | Ahad, 01 April 2018 12:30Magetan, NU OnlineAksi kekerasan atas nama agama masih menjadi ancaman bag...
01/04/2018

Khoiron, NU Online | Ahad, 01 April 2018 12:30
Magetan, NU Online
Aksi kekerasan atas nama agama masih menjadi ancaman bagi masyarakat dan Negara. Bahkan, aksi teror yang dilancarkan kelompok ekstremis dengan landasan pemahaman sempit atas teks agama Islam.

Hal itu disampaikan Direktur Lembaga Kajian Islam Darul Fattah Ust. Achmad Solechan dalam Halaqoh Nasional Kebangsaan bertema “Mari Pererat Ukhuwah untuk Perkuat Negara Bangsa", Sabtu (31/3) di Magetan, Jawa Timur.

Turut hadir sebagai narasumber Wakil Direktur Pasca Sarjana UIN Sunan Ampel Surabaya Prof Masdar Hilmy, Peneliti Darul Fattah Imdadun Rahmat, dan Katib Syuriyah PBNU KH Abdul Ghofur Maimoen.

Achmad Solechan menuturkan, saat ini yang diperlukan adalah menggencarkan pemahaman bahwa Islam adalah agama perdamaian. Sebab, agama Islam sendiri telah mewarnai bangsa ini dalam merebut kemerdekaan dan menjaga keutuhan NKRI.

"Potret hari ini bangsa kita sedang mengalami krisis identitas, kalau tidak di-manage bisa membahayakan Negara. Agama dipakai untuk kepentingan politik sesaat, pribadi, pragmatis, pemecah belah dan adu domba,” ujarnya.

Menurutnya, hadirnya media sosial juga turut memfasilitasi kian gencarnya ujaran kebencian dan hoaks menyebar luas. “Padahal, Islam agama damai yang mengedepankan akhlakul karimah. Mari kita perkuat ukhuwah Islamiyah dan wathoniyah untuk keutuhan NKRI," tambahnya di hadapan peserta dari perwakilan alim ulama, tokoh masyarakat, dan pemuda di Aula PPI Magetan, Jawa Timur.

Ladang Islam Radikal

Peneliti Lembaga Kajian Islam Darul Fattah Imdadun Rahmat mengatakan, Islam damai di Indonesia relevan untuk terus dibicarakan. Sebab, Indonesia merupakan ladang yang empuk bagi perkembangan Islam radikal. Mereka melakukan aksi kekerasan dengan mengatasnamakan agama Islam.

"Bahkan, tren sepuluh tahun terakhir intoleran atau tindak kekerasan yang mengatasnakan agama Islam cenderung naik. Tentunya, kondisi ini berlawanan dengan ajaran Islam," jelas mantan wasekjen PBNU ini.

Imdad menambahkan, dalam sejarah bangsa Indonesia juga pernah mengalami masa munculnya kelompok yang ingin mendirikan Negara Islam seperti DI/TII dan lainnya. Termasuk gerakan dari luar negeri yang berasal dari Timur Tengah.

"ISIS, Al-Qaida, masuk ke Indonesia sudah bermetamorfosis menjadi MMI, JI dan lainnya. Padahal, bangsa Indonesia sendiri mengenal dengan Islam rahmatan lil alamin. Yaitu, Islam yang damai akan terus hidup lestari hingga akhir zaman," kata mantan anggota Kommas HAM ini.

Islam Agama yang Damai

Masdar Hilmy menjelaskan, Islam damai terdapat dalam teks Al-Qur'an dan Hadits. Menurutnya, banyak ayat maupun hadis yang mengajarkan cinta kasih, perdamaian, memaafkan, rekonsiliasi dan lainnya.

"Islam bukanlah agama pedang dan perang. Dalam sejarah masuknya Islam ke Indonesia juga melalui sosio kultural dan budaya. Sehingga, Islam yang ada di Indonesia bercirikan dengan kedamaian dan keramahan," tuturnya.

Hal senada diutarakan Pengasuh Ma’had Al-Anwar KH Abdul Ghofur mengungkapkan bahwa dalam sejarah Nabi Muhammad sangat toleran dan penuh kasih sayang dalam menjalankan dakwahnya. Bahkan, lanjutnya, pada masa khalifah Umar saat memasuki Al-Quds di Palestina juga menjalin hubungan dengan non-Muslim dengan sangat baik. Umar membiarkan orang kristiani untuk membangun kembali gerejanya.

"Islam yang damai itu tidak hanya berlaku pada sesama Muslim saja. Tapi juga, pada semuanya seperti memberikan kedamaian dan kenyamanan saat menjalankan ibadahnya sesuai dengan keyakinan masing-masing. Perlu diketahui, bahwa perbedaan adalah rahmat," tandasnya.

Sementara itu, Ketua PCNU Magetan KH Mansur mengapresiasi acara tersebut. Ia menilai Islam dengan wajah damai sangat cocok dengan kondisi masyarakat dan bangsa Indonesia. Terlebih lagi, lanjutnya, tradisi NU telah mengakar di masyarakat sejak lama yang dibawa oleh Wali Songo.

Dalam acara tersebut sedikitnya 200 orang hadir. Di antaranya Ketua MUI Magetan KH Sofwan, tokoh masyarakat, perwakilan dari organisasi pemuda seperti Kokam, PMII, IPNU, IPPNU, dan lainnya. (Red: Mahbib)

Motivasi dari Bob Sadino.Simple tapi mengena
31/03/2018

Motivasi dari Bob Sadino.

Simple tapi mengena

NU DAN MUHAMMADIYAH SEPAKAT MENJAGA KEUTUHAN NKRINgisom, NU Online | Jumat, 23 Maret 2018 19:30Jakarta, NU OnlineIndones...
24/03/2018

NU DAN MUHAMMADIYAH SEPAKAT MENJAGA KEUTUHAN NKRI

Ngisom, NU Online | Jumat, 23 Maret 2018 19:30
Jakarta, NU Online
Indonesia memiliki wilayah yang cukup luas, dari Sabang hingga Merauke. Tidak hanya wilayah yang luas, Indonesia juga kaya akan budaya.

Dalam silaturahim keluarga besar NU dan Muhammadiyah, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menyampaikan bahwa keharusan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Keutuhan NKRI bukan hanya keutuhan geografi, bukan hanya keutuhan wilayah, tapi juga keutuhan budaya,” katanya di gedung PBNU lantai 5, Jakarta, Jumat (23/3).

Kiai Said menegaskan bahwa bangsa Indonesia harus bangga akan budayanya. Ia mencontohkan beberapa kiai, seperti Gus Dur, Gus Mus, Habib Quraish Shihab, Prof Said Agil Munawwar, dan Mbah Maimoen belajar ke negara Arab tetapi pulangnya membawa ilmu, tidak dengan budayanya.

“Silakan belajar ke Australia kayak Pak Mukti (Sekretaris Jenderal PP Muhammadiyah), tapi pulang harus bawa teknologi dan ilmu saja. Jangan bawa budaya,” kata kiai lulusan Arab Saudi itu.

Hal itu dikarenakan budaya Indonesia, menurut Kiai Said, lebih mulia dan lebih bermartabat. Ia mencontohkan di Arab, adik memanggil kakak tidak dengan sebutan penghormatan seperti Mas atau Kang. Pun istri kepada suami. Mereka menyapa dengan namanya

“Belum lagi, kita lagi sujud, mereka biasa saja melangkah di atas kepala kita,” ucap kiai asal Cirebon itu.

Indonesia itu darul muahadah (negara kesepakatan) atau darussalaam (negara perdamaian). Sejak dulu, NU dan Muhammadiyah sepakat akan negara Indonesia. Hal ini diwakili oleh KH Wahid Hasyim dari NU dan H Kahar Muzakkir dari Muhammadiyah pada Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).

Tiga hal penting agar Indonesia tetap eksis

Senada dengan Kiai Said, Ketua Umum PP Muhammadiyah juga mengungkapkan bahwa Indonesia bukan sekadar fisik."Indonesia bukan fisik. Indonesia juga bukan instrumen yang vakum," katanya.

Mengutip ungkapan dari B**g Karno, alumnus Universitas Gajah Mada (UGM) itu mengatakanjiwa Indonesia terletak pada filosofis groundslagh-nya, yakni Pancasila dan agama.

“Di situ ada jiwa, ada pikiran, ada cita-cita di mana bangunan Indonesia diletakkan,” ujarnya.

260 juta bangsa Indonesia memahami cita-cita memahami cita-cita tersebut. Mereka yang akan mewariskan pemikiran tersebut. Inilah yang akan terus NU dan Muhammadiyah tanamkan kepada generasi muda ke depan.

“Indonesia eksis ketika nilai-nilai dan cita-cita kebangsaan yang diletakkan oleh pendiri bangsa itu tetap lengkap menjadi alam pikiran, menjadi jiwa,” katanya.

Jika iman dan takwanya hilang, nilai perjuangannya luruh, dan cita-cita serta filosofis groundslagh-nya tidak ada, menurut Haedar, Indonesia bisa bubar. Tapi ia optimis, Indonesia akan tetap utuh jika tiga hal di atas tetap dipegang teguh.

“Jadi, selama tiga hal tersebut terpenuhi, insyaallah kita akan tetap eksis,” pungkasnya.(Syakir NF/Muiz)

"Hadapi Hoaks dan Ujaran Kebencian, Kiai Said: NU-Muhammadiyah Rapatkan Barisan"Hafiz, NU Online | Jumat, 23 Maret 2018 ...
24/03/2018

"Hadapi Hoaks dan Ujaran Kebencian, Kiai Said: NU-Muhammadiyah Rapatkan Barisan"

Hafiz, NU Online | Jumat, 23 Maret 2018 20:30
Jakarta, NU Online
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menerima kunjungan dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah di lantai lima Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (23/3). Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj berharap pertemuan itu bisa memperkuat persatuan kedua organisasi. Kiai Said mengatakan bahwa tantangan di era banjir informasi ini adalah hoaks dan ujaran kebencian.

Pada kesempatan itu, Kiai kelahiran Kempek, Cirebon, Jawa Barat sempat menyinggung tentang tantangan Indonesia dalam menghadapi keadaan yang banyak dipenuhi dengan berita bohong.

"Menghadapi tantangan era masa kini yang penuh dengan tantangan. Era IT orang-orang yang kadang-kadang bisa diadu domba, terpengaruh, terprovokasi dengan hoaks dan fitnah. Perlu kita rapatkan barisan," kata Kiai Said.

"Mudah-mudahan ini pertanda baik, pertanda positif. Ke depan kita bisa bersatu lagi. Sudah bersatu sih, tapi semakin bersatu lagi," kata Kiai Said, diikuti tawa sejumlah awak media.

Kiai lulusan Universitas Ummul Qura Arab Saudi itu mengatakan bahwa NU dengan Muhammadiyah sudah sering mengadakan pertemuan.

"Dulu sudah pernah. Gus Dur biasa bertemu dengan waktu itu pertama dengan Pak Malik Fajar. Sangat bersahabat dan Bapak amin Rais waktu Awal-awal reformasi itu. Pak Hasyim Muzadi selalu bertemu Pak Syafi'i Ma'arif dengan Pak Din Syamsudin. Sekarang masanya saya dengan Pak Haedar Nashir," ujarnya.

Pada pertemuan yang bertema Mewujudkan Islam yang Damai dan Toleran Menuju Indonesia yang Berkeadilan itu, Kiai Said didampingi Sekjen PBNU H Helmy Faisal Zaini, Bendahara Umum H Ing Bina Suhendra. Sementara dari Muhammadiyah hadir Ketua umum Haedar Nashir, Sekjen H Abdul Mu'ti. (Husni Sahal/Alhafiz K)

Address

Baureno
62192

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Saturday 09:00 - 17:00
Sunday 09:00 - 17:00

Telephone

6285843987564

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Tsalisa Mart posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share