14/07/2014
Resensi :
Membaca judulnya saja, pembaca bisa dibuat terkecoh, mengira kalau buku ini hanya berkutat pada masalah cinta afeksi belaka, yaitu cinta yang berdasar ketertarikan antar lawan jenis. Sepertinya, memang sudah menjadi strategi pemasaran dari buku-buku non fiksi motivasi dewasa ini, untuk selalu menonjolkan kata “cinta” yang berkonotasi afeksi pada judulnya meski isinya merepresentasikan cinta dalam bentuk yang universal. Salah satunya sebagaimana dipaparkan oleh buku bersampul kuning ini.
Buku ini terbagi atas tiga bagian. Bagian Pertama berjudul Cintai Tuhanmu, Cintai Dirimu. Ada 15 catatan dalam bagian ini, terdiri atas kunp**an kisah-kisah ringan inspiratif, baik yang bersumber dari pengalaman pribadi maupun orang lain, ataupun sekadar catatan yang berisi penggugah semangat. Catatan-catatan pada bagian ini berfokus pada bagaimana meningkatkan kualitas hidup melalui berbagai langkah, dimulai dengan berani bermimpi, membuat rencana dan target hidup dalam rangka mewujudkan mimpi tersebut, membina mental yang kokoh, menghimbau akan pentingnya aktivitas membaca, menulis dan mendidik, juga menggugah kesadaran akan rasa syukur terhadap anugerah Tuhan yang luar biasa.
Disini, kita akan membaca catatan berisi daftar impian sang penulis, apa p**a daftar rencana dan target serta bagaimana ia merealisasikannya, serta beberapa kisah inspiratif tentang orang-orang yang memperoleh anugerah Allah sebagai buah keikhlasan dan kerja kerasnya.
Bagian kedua berjudul Cinta Tak Bisa Ditunda. Berisi 13 catatan tentang cinta dari dan kepada orang-orang yang kita sayangi. Cinta kedua orang tua kepada kita dan bagaimana semestinya kita menunjukkan cinta dan bakti kepada mereka, termasuk tips-tips menata hati dan bangkit dari masa lalu menuju perubahan hidup yang lebih bermakna.
Bagian ketiga p**a yang berjudul From Twitter With Love, berisikan kultwit atau kompilasi sharing bermanfaat yang diambil dari twitter, diantaranya kultwit tentang pria sejati, memilih jodoh, perempuan terbaik, dan sebagainya.
Membaca buku setebal 215 halaman ini, kita seakan disajikan dengan serangkaian catatan berpola acak, semua tersusun tanpa urutan yang pasti antara kisah pengalaman pribadi, pengalaman orang lain, opini dari penulisnya sendiri, ataupun sekadar catatan ringan berisi definisi dari kata tertentu dan obrolan yang bersifat guyon.
Sebagai contoh pada bagian pertama, setelah disuguhkan dengan catatan-catatan berisi impian, target dan realisasi impian dari si penulis, catatan dilanjutkan dengan sebuah surat guyon tentang kriteria cowok kere di mata wanita, catatan tentang pengalaman menggugah seorang tukang becak yang tulus, lalu tiba-tiba dilanjutkan dengan catatan berisi kriteria tentang mahasiswa yang luar biasa yang disajikan dalam rangkaian kalimat nasehat serupa gurindam.
Judul : Mencintai Tak Bisa Menunggu
Penulis : Brili Agung Zaki Pradika
Penerbit : Quanta
Tebal : 215 hal
Genre : Non Fiksi
Terbit : 2013
ISBN : 9786020206080
harga :42.800