Gita Utari

Gita Utari Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Gita Utari, Shopping & retail, Batam.

Makan² lagi kita hari ini bestiehhh...Staytuned di Batamfm (100.7) Hari Rabu, 7 Januari 2026Jam 4 sore.Live streaming ww...
07/01/2026

Makan² lagi kita hari ini bestiehhh...
Staytuned di Batamfm (100.7)
Hari Rabu, 7 Januari 2026
Jam 4 sore.
Live streaming www.batamfm.com
Live Yutup "Ruang 1007"
Live Tiktok "radiobatamfm"

Live Yutup  "Ruang 1007" Hari ini, jam 4 sore di Batamfm (100.7)
17/09/2025

Live Yutup "Ruang 1007"
Hari ini, jam 4 sore di Batamfm (100.7)

30/06/2025

Menurut Psikolog: Ada 3 sinyal pernikahanmu sudah masuk zona bahaya. Apakah kamu merasakannya?

Kadang, rumah tangga yang kelihatan tenang di luar. Ternyata sedang sekarat pelan-pelan di dalam. Bukan karena badai besar, tapi karena luka kecil yang dibiarkan terus berdarah.

Dan psikolog menyebut, ada 3 sinyal yang sering muncul diam-diam. Dan kalau kamu merasakannya, bisa jadi pernikahanmu sedang di ambang bahaya.

1. Kalian berhenti bicara dari hati ke hati: Yang dibahas cuma hal teknis: anak makan apa, bayar listrik, siapa jemput anak. Tapi hati? Sudah lama nggak saling tahu isi dan lukanya.

2. Lebih nyaman sendiri daripada bersama pasangan: Alih-alih rindu, kamu malah lega saat dia pergi. Kehadirannya bikin kamu makin tertekan, bukan tenang.

3. Pertengkaran kecil jadi ledakan besar. Masalah sepele bisa berujung saling teriak, saling diam berhari-hari. Padahal yang kamu butuhkan cuma dipahami, tapi yang kamu dapat justru luka baru.

Keren si ini...
28/06/2025

Keren si ini...

PEREMPUAN YANG MEMILIH MUNDUR MENINGGALKAN SEORANG LELAKI

Bukan karena dia sudah menemukan yang lebih mapan, lebih tampan atau lebih dari segalanya.

Dia pergi karena tidak melihat perubahan dan kemajuan dalam diri lelaki tersebut.

Lantas jaminan apa yang membuat dia akan merasa baik-baik saja bersama orang yang demikian?

Jadi, jangan selalu mengkambing hitamkan perempuan pergi karena sudah menemukan yang lebih.

Tapi lihatlah dirimu....

Effort apa yang bisa membuat dia yakin untuk memilihmu, bahwa dirimu benar-benar sosok yang pantas menjadi seorang pemimpin atau imam baginya?

Tidak ada kebersamaan yang jalan yang mulus, tidak ada hubungan yang lancar dan mudah terus.

Kita diberi cobaan untuk mengetahui seberapa sungguh-sungguh dan seberapa sabarnya kita.

Jodoh ditangan kita dan takdir lah yang di tangan Tuhan. Jadi jika kita ingin berjodoh, s**a sama-sama saling berusaha untuk bersama.

Jika salah satu diantara kita memilih berpisah, maka salah satu dari kita tidak ingin berjodoh.

Hubungan bukan perihal sudah lama atau barunya, terkadang kita hanya diuji untuk melihat seberapa kuat kita bertahan, seserius apa kita menjalin hubungan dan sebesar apa rasa sayang yang kita punya.

Ketika seseorang tidak tepat untukmu, maka Tuhan akan membuatnya terus-menerus menyakitimu sampai kamu cukup kuat untuk melepaskannya.

Catatanwanita

28/06/2025

Apa Artinya Menikah Jika Harus Terluka Setiap Hari..

Menikah seharusnya menjadi tempat pulang yang paling aman. Tempat di mana dua orang saling menggenggam dalam s**a dan duka.
Tempat di mana lelah di luar bisa terobati dengan pelukan hangat di rumah.
Tempat di mana air mata bukan bahan sindiran, tapi jadi alasan untuk dikuatkan.

Namun bagaimana jika rumah tangga yang seharusnya menjadi tempat berlindung… justru menjadi tempat paling menyakitkan?

Bagaimana jika pernikahan yang dulu dibangun atas nama cinta, kini setiap harinya terasa seperti luka yang tak pernah sembuh?

Menikah Bukan untuk Saling Menyakiti
Pernikahan bukan hanya soal status dan hidup bersama. Tapi soal komitmen untuk saling menjaga, saling menghormati, saling memahami, dan saling menyembuhkan.

Jika dalam pernikahan yang terjadi hanyalah saling menyalahkan, merendahkan, bahkan menyakiti secara emosi atau fisik… maka pertanyaannya bukan lagi “siapa yang salah,”
tapi “apa arti pernikahan itu sekarang?”

Karena tak sedikit pasangan yang bertahan hanya karena alasan anak, ekonomi, atau takut omongan orang, padahal setiap harinya hati mereka luka. Tidur bersama, tapi jiwa terasa jauh. Berbicara, tapi tak pernah benar-benar didengar. Tertawa di luar, menangis di dalam.

Pernikahan yang Sehat Tak Menyisakan Luka Setiap Hari, Tentu, setiap pernikahan punya masalah. Setiap rumah tangga pernah dihadapkan pada pertengkaran, kecewa, atau air mata. Tapi jika yang terjadi adalah rasa sakit yang terus-menerus, jika setiap harimu dipenuhi rasa tidak dihargai, diperlakukan semena-mena, dijadikan pelampiasan amarah…
Maka kamu berhak bertanya:
“Apakah aku masih dicintai? Atau hanya dipertahankan karena kebiasaan?”

Pernikahan seharusnya membuatmu bertumbuh, bukan layu. Pernikahan seharusnya membuatmu merasa cukup, bukan terus merasa kurang.

Luka Hati yang Tidak Disembuhkan, Akan Menggerogoti Jiwa. Ada luka yang tak terlihat oleh mata, tapi terus berdarah dalam hati.
Ucapan yang menyakitkan, perlakuan yang dingin, tatapan yang menghakimi, sikap yang tak menghargai…
Itu semua meninggalkan bekas.
Dan jika itu terjadi setiap hari, perlahan tapi pasti, akan membunuh perasaan yang dulu pernah tumbuh.

Jangan biasakan hati terluka, lalu menganggapnya sebagai bagian normal dari rumah tangga. Karena cinta yang dipaksakan tanpa dihormati, lama-lama hanya akan menjadi ketergantungan tanpa kebahagiaan.

Pernikahan Itu Perjuangan Dua Arah
Tidak ada pernikahan yang sempurna. Tapi pernikahan yang sehat adalah pernikahan yang terus diperjuangkan oleh dua orang, bukan satu pihak saja.

Jika kamu terus berusaha memperbaiki, tapi pasanganmu terus menyakiti…
Maka kamu perlu jujur pada dirimu sendiri.
Apakah kamu sedang memperjuangkan cinta, atau hanya bertahan karena takut kehilangan?

Pernikahan bukan tempat untuk bertahan dalam derita. Ia adalah tempat untuk tumbuh dalam cinta. Jika kamu merasa terluka setiap hari, kamu berhak bertanya:
"Masih adakah cinta di antara kita? Atau hanya kebiasaan dan keterikatan?"

Karena pada akhirnya, menikah bukan soal siapa yang paling lama bertahan, tapi tentang apakah masih ada cinta yang layak untuk diperjuangkan.

Karya:Suami_Istri

16/06/2025

Para Istri…
Kalau hari ini terasa berat,
kalau dada sesak oleh diam yang tak sempat kau ceritakan…
tak apa, menangislah.

Air matamu bukan kelemahan.
Itu pelukan dari jiwa yang lelah,
itu bisikan hati yang sedang butuh jeda.

Kamu sudah kuat terlalu lama.
Menahan rindu, memikul beban rumah, menjaga anak-anak,
berpura-pura baik-baik saja meski dalam hati ingin rebah.

Istri, kamu bukan mesin.
Kamu manusia.
Dan manusia punya hak untuk letih,
untuk rapuh,
untuk menangis.

Jadi, menangislah…
biar luka di hatimu tahu,
bahwa kamu masih punya rasa dan belum menyerah.

Setelah itu, pelan-pelan…
kamu akan kembali tersenyum.
Karena perempuan sepertimu,
selalu tahu cara bangkit dari tangis.

Karya: Suami_Istri (Benedikta Asuat)

20/11/2024

Yang mau belajar merajut merapat ya Gengss...
Tamunya Cafe Radio suhu dibidangnya.
Burabusu Yarn 'n Workshop

Seperti biasa ditemani Gita Utari & Mesha Mety

Address

Batam
29432

Telephone

+628116931007

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Gita Utari posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Gita Utari:

Share