10/06/2021
Ippho Santosa
Pengen hidup tentram? π
Pengen hidup tajir? π
Pertama-tama, izinkan saya ngebahas soal berkah. Apa itu berkah? Panjang penjelasannya. Di sini, saya akan cuplik sebagiannya.
BERKAH = BERhasil Karena AllaH
Boleh dibilang, berkah itu:
- adanya ridha Allah
- bersih dan jernih
- menentramkan
- mencukupkan
Itulah definisi dan ciri-ciri berkah, menurut saya. Kurleb. Perlu contoh?
Waktu yang berkah ditandai dengan adanya kecukupan. Nggak perlu buru-buru, tapi terselesaikan semuanya.
Uang yang berkah ditandai dengan adanya kecukupan. Nggak sibuk-sibuk amat, tapi terpenuhi semuanya.
Memang ini bukan jaminan, tapi biasanya sih ciri-cirinya begitu.
Mari kita bandingkan. Zaman buyut kita, orang-orang bekerja sampai jam 5 sore saja. Anaknya 6 atau 7 orang bahkan lebih. Tapi semuanya serba cukup. Dan tentram. Mungkin ini ciri-ciri keberkahan.
Zaman sekarang? Orang-orang bekerja sampai malam. Lembur. Bergadang. Anaknya cuma 3 atau 2 orang bahkan 1. Tapi semuanya serba kurang. Dan resah. Hm, inikah ciri-ciri tidak berkah?
Terus, apa penyebab semua kekacauan ini? π€
- Pertama, ketika bangun pagi, yang diingat pertama kali BUKAN Allah. Demikian p**a ketika tidur malam.
- Kedua, kurang berhati-hati dalam makanan dan penafkahan. Di mana telah bercampur yang baik-baik dan yang meragukan. Lha, dengan begini, mana mungkin hati jadi tentram?
- Ketiga, terbiasanya dengan utang, terutama utang konsumtif. Nggak perlu analisa tingkat tinggi. Kita sama-sama tahu, mereka yang bebas utang hidupnya lebih tentram. Iya kan?
- Ingat. Ada dua cara untuk menaklukkan dan memperbudak sebuah bangsa. Pertama, dengan pedang. Kedua, dengan utang. Ini menurut John Adams (1735-1826). Dan ini berlaku bagi negara juga bagi individu. Hati-hati.
Lantas, dari mana kita tahu bahwa rezeki kita berkah? Hanya Allah yang tahu. Sekali lagi, hanya Allah yang tahu. Tapi, kita bisa mengira-ngira dan inilah tanda-tandanya:
- selalu tumbuh
- terasa tentram
- terasa cukup
Silakan hidup tajir. Silakan. Tapi kata Ustadz Amir Faishol, hidup tentram dan hidup berkah, ini lebih utama. Itu pesan beliau saat berada di rumah saya, sharing untuk mitra-mitra. Teman-teman apa pendapatnya?