15/04/2023
Film horor Indonesia Menjelang Magrib fokus pada tiga mahasiswa jurusan psikologi, yakni Talya (Annette Edoarda), Erlan (Jeffry Reksa), dan Ahmad (Fajar Kurniawan).
Mereka memerlukan riset untuk membuat sebuah tugas akhir berupa video dokumenter. Setelah berunding, mereka sepakat meneliti Nina (Novia Bachmid), pasien gangguan jiwa yang dipasung dengan kayu di pondok.
Sinopsis Menjelang Magrib, film horor Indonesia terinspirasi kisah nyata yang menampilkan benturan antara dunia medis dan mistis. Foto: (Helroad Films via Twitter)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menjelang Magrib merupakan salah satu film horor Indonesia tayang 2022. Film itu mengisahkan penelitian tiga mahasiswa jurusan psikologi kepada seorang pasien gangguan jiwa.
Berikut sinopsis untuk film Menjelang Magrib.
Menjelang Magrib fokus pada tiga mahasiswa jurusan psikologi, yakni Talya (Annette Edoarda), Erlan (Jeffry Reksa), dan Ahmad (Fajar Kurniawan).
Mereka memerlukan riset untuk membuat sebuah tugas akhir berupa video dokumenter. Setelah berunding, mereka sepakat meneliti Nina (Novia Bachmid), pasien gangguan jiwa yang dipasung dengan kayu di pondok.
SINOPSIS FILM HOROR INDONESIA
Sinopsis Petak Umpet Minako, Gim Masa Kecil Berujung Petaka
Sinopsis Makmum 2, T**i Kamal Kembali Diganggu Makhluk Gaib
Setelah itu, mereka berangkat menuju pedesaan tempat Nina tinggal. Sebagai pasien gangguan jiwa, aktivitas Nina banyak dihabiskan hanya dengan bermain di sekitar rumah tempat dirinya bersama sang Nenek tinggal.
Namun, Nina kerap melakukan tindakan-tindakan aneh di luar nalar, terutama menjelang magrib. Nina terpaksa harus dipasung karena takhayul dan kepercayaan desa setempat.
Di tempat pemasungan, Nina ditempatkan sendirian beralaskan tanah dengan kaki terikat pada kayu dan bambu-bambu yang berdiri di sekelilingnya.
Tanpa disadari, penelitian yang dilakukan Talya, Erlan, dan Ahmad menempatkan mereka pada sebuah situasi dan kondisi sangat berbahaya.
Berangkat dari ilmu, pemahaman, dan perangkat yang dibawa dari kota, Talya, Erlan, dan Ahmad harus terbentur dengan kepercayaan di pedesaan yang jauh berbeda.