17/04/2025
Aku pernah open PO buku ini sekitar 2 tahun lalu. Dan sekarang sedang buka PO versi terjemahnya. Bisa jadi solusi untuk parents yang prefer buku berbahasa indonesia ya. Untuk pemesanan bisa langsung ke IG-nya aja.
Ini aku post ulang review bukunya.
[REPOST]
Apa waktu kecil Buibu pernah melakukan manasik haji? Atau pernah belajar tentang tahapan ibadah haji? Berapa lama semua itu bertahan dalam ingatan Buibu sebelum terlupakan? đ Tentu saja beda cerita kalau udah melakukan ibadah haji/umrah sendiri ya, insya Allah bakal melekat kuat dalam ingatan.
Buku ini mengemas tahapan ritual ibadah haji dengan sebuah cerita seru. Seorang anak bernama Ibrahim membawa payung dino hijau untuk pergi haji. Pada pelaksanaan ibadah, Ibrahim melihat seorang bapak yang lebih membutuhkan payung daripada dirinya sendiri, jadi ia berikan payungnya. Keesokan harinya, bapak tersebut melihat ketua rombongan haji yang tampaknya lebih membutuhkan payung tersebut, maka ia berikan payungnya. Begitu seterusnya sampai payung itu kembali ke tangan Ibrahim.
Mari kita bahas beberapa poin menarik dari buku ini.
Pertama, perjalanan payung ini secara tidak langsung menggambarkan urutan ritual ibadah haji, sehingga anak bisa mengingatnya relatif lebih mudah. Bisa juga kita ajak main tebak-tebakan. Ingat ga, waktu payungnya dikasih ke group leader, itu lagi dimana? Oh di Arafah ya, di tenda. Dia mau kemana ya? Mau ke Muzdalifah. Ngapain? Ambil batu kerikil. Untuk apa? Dst dst.
Kedua, story sequence ini bisa jadi materi bookish play. Foto bagian2 tertentu dari bukunya, print, gunting, habis itu anak diminta mengurutkan cerita. Btw, sequencing activity semacam ini menguatkan konsep pre matematika juga lho!
Ketiga, dari cerita ini kita juga bisa bahas tipis-tipis mengenai larangan saat ibadah haji. Ada scene dimana group leader melerai dua jamaah yang sedang bertengkar. Atau bisa juga kita bahas mengenai kenapa Ibrahim membawa payung dan tidak pakai topi.
Keempat, moral of the story. Tentang bagaimana peduli kepada sesama, tentang bagaimana bentuk fisik kita doesn't matter di hadapan Allah, tentang tolong menolong yang tidak mengenal gender, usia, atau ras.