Ambilkan.bukubu

Ambilkan.bukubu Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Ambilkan.bukubu, Book shop, Baru.

Aku pernah open PO buku ini sekitar 2 tahun lalu. Dan sekarang  sedang buka PO versi terjemahnya. Bisa jadi solusi untuk...
17/04/2025

Aku pernah open PO buku ini sekitar 2 tahun lalu. Dan sekarang sedang buka PO versi terjemahnya. Bisa jadi solusi untuk parents yang prefer buku berbahasa indonesia ya. Untuk pemesanan bisa langsung ke IG-nya aja.

Ini aku post ulang review bukunya.

[REPOST]

Apa waktu kecil Buibu pernah melakukan manasik haji? Atau pernah belajar tentang tahapan ibadah haji? Berapa lama semua itu bertahan dalam ingatan Buibu sebelum terlupakan? 😂 Tentu saja beda cerita kalau udah melakukan ibadah haji/umrah sendiri ya, insya Allah bakal melekat kuat dalam ingatan.

Buku ini mengemas tahapan ritual ibadah haji dengan sebuah cerita seru. Seorang anak bernama Ibrahim membawa payung dino hijau untuk pergi haji. Pada pelaksanaan ibadah, Ibrahim melihat seorang bapak yang lebih membutuhkan payung daripada dirinya sendiri, jadi ia berikan payungnya. Keesokan harinya, bapak tersebut melihat ketua rombongan haji yang tampaknya lebih membutuhkan payung tersebut, maka ia berikan payungnya. Begitu seterusnya sampai payung itu kembali ke tangan Ibrahim.

Mari kita bahas beberapa poin menarik dari buku ini.

Pertama, perjalanan payung ini secara tidak langsung menggambarkan urutan ritual ibadah haji, sehingga anak bisa mengingatnya relatif lebih mudah. Bisa juga kita ajak main tebak-tebakan. Ingat ga, waktu payungnya dikasih ke group leader, itu lagi dimana? Oh di Arafah ya, di tenda. Dia mau kemana ya? Mau ke Muzdalifah. Ngapain? Ambil batu kerikil. Untuk apa? Dst dst.

Kedua, story sequence ini bisa jadi materi bookish play. Foto bagian2 tertentu dari bukunya, print, gunting, habis itu anak diminta mengurutkan cerita. Btw, sequencing activity semacam ini menguatkan konsep pre matematika juga lho!

Ketiga, dari cerita ini kita juga bisa bahas tipis-tipis mengenai larangan saat ibadah haji. Ada scene dimana group leader melerai dua jamaah yang sedang bertengkar. Atau bisa juga kita bahas mengenai kenapa Ibrahim membawa payung dan tidak pakai topi.

Keempat, moral of the story. Tentang bagaimana peduli kepada sesama, tentang bagaimana bentuk fisik kita doesn't matter di hadapan Allah, tentang tolong menolong yang tidak mengenal gender, usia, atau ras.

Little Critter ingin membeli skateboard baru karena skateboard lamanya rusak. Tabungannya tidak cukup, so he decided to ...
02/08/2024

Little Critter ingin membeli skateboard baru karena skateboard lamanya rusak. Tabungannya tidak cukup, so he decided to do some chores to earn more money.

Apa saja yang ia lakukan untuk mendapatkan uang? Apakah tabungannya akan terkumpul? Apa ia berhasil membeli skateboard baru yang ia inginkan?

Aku s**a sekali ilustrasinya! Ga hanya mendeskripsikan yang ada di dalam teks, tapi juga memperkaya cerita. Misalnya, teksnya hanya bilang ‘but the bag is too big’, tapi ilustrasinya menceritakan apa yang terjadi gara-gara Little Critter berusaha mengangkat kantung makanan anjing yang hampir sebesar tubuhnya sendiri! Favoritku tentu saja halaman ‘I clean my room’ :))

Aku juga s**a bagaimana Little Critter came up with solutions all by himself. Dia berinisiatif untuk membuka tabungannya sendiri, do chores to earn money, and even do some more chores to earn more money.

Narasinya pendek-pendek, jadi buku ini bisa banget jadi starting point untuk membuka diskusi tentang uang, terutama tentang saving dan spending.

Ada juga part dimana Dad mengajak Little Critter menyimpan uangnya di bank (cuma nyimpen aja, ga ada pembahasan loan atau interest ya), jadi bisa sambil mengenalkan konsep ini.

Dulu pertama kali baca buku ini, Qoni di usia 3,5 tahun. Kala itu jika dia minta beli sesuatu dan aku bilang uangnya ga ada, biasanya dia jawab, “kan TINGGAL AMBIL di ATM.” Seandainya betul begitu. Ckck.

Sedikit spoiler, setelah bersusah payah mengumpulkan uang, akhirnya Little Critter malah ga jadi beli skateboard. Jadinya dia beli apa? Bisa dicek di preview bukunya.

Little Critter: Just Saving My Money
ISBN 9780060835576
Rp 105.000
Fast PO ETA 6-8 weeks

Ruben ingin sekali punya sepeda seperti milik temannya, Sergio. Namun, mengingat kondisi keuangan keluarga mereka, Ruben...
31/07/2024

Ruben ingin sekali punya sepeda seperti milik temannya, Sergio. Namun, mengingat kondisi keuangan keluarga mereka, Ruben tahu bahwa meminta sepeda kepada orangtuanya tidak akan semudah itu.

Suatu hari, Ruben melihat uang terjatuh dari tas seorang ibu di sebuah toko. Ruben mengambilnya, tapi tidak mengejar si ibu. It’s just a dollar, pikirnya. Little did he know, ternyata uang itu bukan satu dollar, bukan lima dollar, tapi seratus dollar! Dia bisa beli sepeda dan ga harus jalan kaki lagi!
Apa yang akan ia lakukan? Membeli sepeda atau mengembalikan uangnya kepada si ibu?

Dari buku ini banyak banget yang bisa di-explore, tapi saranku cocoknya untuk usia SD karena jalan ceritanya sendiri cukup kompleks.

Misalnya, di awal cerita dimana muncul benih jealousy dalam diri Ruben ketika melihat Sergio mengendarai sepeda baru. Ini bisa kita highlight ekspresinya, emosinya, karena pasti relate banget sama anak: pengen apa yang temennya punya. Di komplek tempat kami tinggal, jajanan anak pasti laku kalo sore. Satu beli, lainnya ikutan mau beli 🙃

Pada part dimana Ruben mengambil uang yang terjatuh, kita bisa diskusikan nilai kejujuran. Seandainya uang yang terjatuh itu memang ‘hanya’ sedikit, apa yang dilakukan Ruben sudah benar? Menurut kamu apa yang seharusnya ia lakukan? Dst. Bisa juga kita bahas nilai uang, bahwa apa yang kita anggap ‘sedikit’ dan ‘tidak ada artinya’ bisa jadi sangat berharga untuk orang lain.

Satu hal lagi, buku ini bisa banget mengasah skill critical thinking-nya anak. Kita akan mendapati beberapa kali Ruben berada di persimpangan jalan: kejar si ibu atau ngga, cerita ke ortunya kalau dia nemu uang atau ngga, pakai uangnya buat beli sepeda atau ngga, dst. Sebelum...

(LANJUT DI COMMENT)

A Bike Like Sergio's
ISBN 9781536202953
Rp 156.000
Fast PO ETA 6-8 weeks

Cek highlight untuk buku lainnya bertem Kindness :)

Ruby mengajak adiknya, Max, untuk beli celana baru. Max ingin beli kaus bergambar dragon. Tapi Ruby bilang, uangnya hany...
27/07/2024

Ruby mengajak adiknya, Max, untuk beli celana baru. Max ingin beli kaus bergambar dragon. Tapi Ruby bilang, uangnya hanya cukup untuk beli celana. Mereka pun berangkat.

Ruby, sebagaimana kebanyakan perempuan, matanya jelalatan begitu sampai mall. Kalau dia punya HP, mungkin keranjang shopee-nya juga isinya sudah 99+.

Anyway, Ruby melihat dress yang bagus banget! Dia coba dulu gapapa kali ya, nyoba doang kok, ga beli. Max menunggu di ruang ganti. Ternyata Ruby tidak puas dengan satu dress, ia bolak balik mencoba banyak dress sampai Max ketiduran. Namun, ketika Max bangun, Ruby hilang!

Max pun pergi mencari Ruby, sementara Ruby kelimpungan karena Max tidak ada di tempat ia meninggalkannya. Apa yang akan terjadi berikutnya? Barang apa yang akhirnya mereka beli? Celana? Baju dragon? Atau dress untuk Ruby?

This kind of silly story is my cup of tea. I love the dynamics between Max and Ruby. Ruby yang bossy tapi care, Max yang keliatan iya iya aja tapi sebenernya strong-willed juga yaa. Plot twist sebagai endingnya pun menutup cerita ini dengan baik.

Banyak yang bisa di-explore sambil baca cerita ini, dari mulai yang serius seperti konsep needs vs wants, sampai yang seru-seruan aja bahas ilustrasinya, seperti, kelinci kalau pakai anting mestinya ditaro di bagian mana telinganya hayo?

Max's Dragon Shirt
ISBN 9780140567274
Rp 174.000
Fast PO ETA 6-8 weeks

Buku bertema Money lainnya bisa cek di highlight yaa.

**abaca

Terinspirasi dari kisah hidup Kwabena Darko, seorang entrepreneur dari Ghana yang dijuluki “Poultry King”.Kojo adalah se...
25/07/2024

Terinspirasi dari kisah hidup Kwabena Darko, seorang entrepreneur dari Ghana yang dijuluki “Poultry King”.

Kojo adalah seorang anak lelaki di sebuah desa di Ghana. Meski hidup sederhana, tapi penduduk desa ini punya inisiatif yang menurutku keren sih. Mereka bahu membahu mengumpulkan dana untuk dipinjam warga secara bergiliran, untuk membeli kebutuhan mereka. Ada yang menggunakan uang ini untuk membeli buah-buahan untuk dijual di pasar, ada juga yang menggunakannya untuk membeli mesin jahit untuk berjualan baju. Jadi pinjamannya dipakai buat hal-hal yang produktif. Mereka gotong royong untuk membantu memajukan ekonomi desanya. Keren kan?

Ketika tiba giliran ibu Kojo, ia menggunakan pinjaman tersebut untuk membeli gerobak untuk mengangkut kayu bakar ke pasar dan juga untuk disewakan sebagai moda transportasi. Kojo, biarpun masih anak-anak, ga mau kalah. Sisa uang ini ia belikan ayam betina. Ia bisa save beberapa butir telur untuk dikonsumsi, lalu menjual sisanya. Dari sini kita akan diajak membaca perjalanan hidup Kojo sampai akhirnya Kojo punya peternakan yang besar, bisa membuka lapangan kerja, dan peternakannya menjadi the largest poultry farm in all of West Africa.

Ada yang menarik dari layout buku ini. Selain teks yang berupa narasi panjang yang terdiri dari beberapa paragraf, ada juga teks yang font-nya berukuran besar dan hanya terdiri dari satu kalimat. Jadi orangtua bisa bacakan teks yang panjang, lalu gantian anak yang baca teks pendeknya. Sederhana, tapi bikin kegiatan read aloud jadi makin interaktif.

Story-wise, aku juga s**a. Buku ini...

(LANJUT DI COMMENT)

Concern:
Ada pembahasan tentang bank dan interest. Untuk Buibu Pakbapak yang muslim, topik ini bisa jadi kesempatan buat bahan diskusi. Tentunya disesuaikan dengan usia anak yah.

One Hen
ISBN 9781408109816
Rp 195.000
Fast PO ETA 6-8 weeks

Buku lainnya bertema Money, bisa cek di highlight yaa.

Kalau pernah baca Alexander and the Terrible, Horrible, No Good, Very Bad Day, mestinya Buibu Pakbapak udah kenal sama A...
23/07/2024

Kalau pernah baca Alexander and the Terrible, Horrible, No Good, Very Bad Day, mestinya Buibu Pakbapak udah kenal sama Alexander, si anak yang doyan misuh. Jadi begitulah buku ini dibuka, dengan Alexander yang lagi misuh. Ia merasa ga adil karena saudaranya, Anthony dan Nicholas, punya uang, sedangkan ia tidak. Kok bisa gitu? Mari kita flashback.

Minggu lalu, Nenek dan Kakek datang berkunjung. Mereka memberi Anthony, Nicholas, dan Alexander masing-masing satu dollar. Sebagaimana Buibu yang begitu gajian langsung checkout belanjaan di Shopee, Alexander langsung membelanjakan uangnya. Sayangnya, dia belum mengenal konsep saving dan spending, jadi dia habiskan uangnya mindlessly.

Beli bubble gum.
Losing bets.
Rent a snake! BUAT APAAA, LEX?

Aku kurang sreg pada part dimana Alexander kehilangan uangnya karena losing bet to his mom. Why would a mom ever do that? Dan juga ketika ayahnya meminta Alexander membayar ‘denda’ karena cursing dan kicking kakak-kakaknya. Wow talk about logical consequences. Anyway, buku ini terbit pertama kali tahun 1978 jadi ya udah lah aku memaklumi kalau teori parenting belum secanggih jaman sekarang.
Oke sekarang part yang aku s**a:

1. Karena ini buku import, jadi obviously mereka ga pakai rupiah d**g. Kids can learn about currencies. Yang disebut disini adalah dollars, quarters, dimes, nickels, and pennies, lalu konversi deh ke rupiah. Lumayan yah matematika tipis-tipis. Biar lebih fun, sekalian bahas mata uang Indonesia zaman dulu. Apakah ada yang familiar dengan sen, ketip, atau benggol? :p Bisa juga lho nyambung ke obrolan tentang inflasi.

(LANJUT DI KOLOM KOMENTAR)

Alexander, Who Used to Be Rich Last Sunday
ISBN 9780689711992
Rp 174.000
Fast PO 6-8 weeks

Buku lainnya bertema Money, bisa dicek di highlight yaa.

Mau bilang “emang boleh bukunya sebagus ini?” tapi jujur agak annoying ya lama-lama istilah itu 😌Mengambil latar di Amaz...
19/07/2024

Mau bilang “emang boleh bukunya sebagus ini?” tapi jujur agak annoying ya lama-lama istilah itu 😌

Mengambil latar di Amazon rain forest, buku ini mengisahkan seorang penebang kayu yang datang untuk menebang sebatang kapok tree yang besar sekali. Saat ia kelelahan dan tertidur di bawah pohon, hewan-hewan hutan datang satu per satu dan berbicara kepadanya, menjelaskan mengapa hutan itu begitu penting untuk keberlangsungan hidup mereka.

Ceritanya agak berunsur fantasi, karena heyyy serem d**g ya kalau lagi diem di hutan lalu tiba-tiba didatangi anaconda. Buku ini menceritakan pentingnya rain forests bagi kehidupan para hewan. Dari mulai katak yang bilang mereka akan kehilangan tempat tinggal, sampai dengan jaguar, yang mungkin tidak secara langsung membutuhkan kehadiran pohon. Ia kan bisa tidur di lahan terbuka dan tidak makan tumbuhan. Namun, jaguar makan hewan yang tinggal di pohon dan hewan-hewan herbivora. Kalau tidak ada pohon, where will he find his dinner?

Ga hanya tentang pentingnya rain forests aja, tapi oh sungguh banyak banget yang bisa di-explore dari cerita ini. Ini aku sebutin beberapa diantaranya…

1. Sloth yang dikatakan mulai climbing down sejak awal kehadiran si manusia, tapi baru sampai di sekitar tiga perempat cerita. Kita bisa bahas selambat apa sih sloth ini, sama siput lebih lambat mana, hewan apa lagi yang jalannya lambat, kenapa kok bisa lambat, dll.

2. Lebah yang...

(LANJUT DI COMMENT)

The Great Kapok Tree: A Tale of the Amazon Rain Forest
ISBN 9780152026141
Rp 202.000
Fast PO ETA 6-8 weeks

Apakah Buibu punya boneka kesayangan waktu kecil dulu? Sophie punya, bukan boneka, tapi labu kesayangan. Squash tuh labu...
17/07/2024

Apakah Buibu punya boneka kesayangan waktu kecil dulu? Sophie punya, bukan boneka, tapi labu kesayangan. Squash tuh labu bukan sih? Aku sebut squash aja ya.

Squash kesayangan, yang Sophie dapat di suatu siang ketika ia belanja di pasar. Squash yang mau dimasak ibunya untuk makan malam. Namun ketika ibu menyiapkan makan malam, Sophie udah terlanjur attached sama si squash, yang kini dinamakannya Bernice.

Bernice selaaalu dibawa kemanapun Sophie pergi. Orangtuanya mulai cemas, karena cepat atau lambat pasti Bernice akan membusuk. Sophie, tentu saja, tidak mau mendengarkan, sampai Bernice mulai memperlihatkan bintik kehitaman.

Sophie membawa Bernice ke petani yang jual squash di pasar, berharap menemukan cara untuk menyembuhkannya. Ternyata yang dibutuhkan untuk menjaga squash tetap sehat adalah fresh air, good clean dirt, and a little love.

Itulah sebabnya Sophie membuatkan Bernice tempat tidur yang nyaman di atas tanah, lalu menyelimutinya, dan memberikan ciuman selamat malam.

Esoknya, salju turun lebat dan seluruh tanah tertutup salju! Apa yang akan terjadi dengan Bernice?

Ide cerita yang possible (mengingat anak-anak bisa easily attached sama benda apapun), namun out of the box. Dari awal pembaca udah tahu bahwa pertemanan Sophie dan Bernice most likely ga akan work out karena one of them would be rotten in days! Dan ini menarik sekali karena membuat kita jadi menerka-nerka, bagaimana endingnya? Tapi ga usah khawatir, cerita ini berakhir happy untuk semua.

Humornya subtle. Salah satunya adalah perkataan ibu Sophie waktu melihat Sophie memperlakukan Bernice seperti adik bayi, “Well, we did hope she’d love vegetables.” 🙃 Ilutsrasinya bright, warm, dan bursting with energy. Humor yang lain juga terletak pada ilustrasinya. Selain Sophie dan tingkah lakunya, ada juga figuran kucing (meski tidak tertulis secara eksplisit di dalam teks, tapi bisa kita temukan dengan mudah pada beberapa halaman) yang kelakuannya, well, seperti kucing.

Sophie's Squash
ISBN 9780593181690
Rp 175.000
Fast PO ETA 6-8 weeks

Banyak banget ya cerita yang tokoh utamanya beruang? Tapi beruang yang ini, beruang penyayang. Ia tidak pernah marah, ia...
15/07/2024

Banyak banget ya cerita yang tokoh utamanya beruang? Tapi beruang yang ini, beruang penyayang. Ia tidak pernah marah, ia s**a memeluk. Pepohonan dan hewan, semua dipeluknya. Bahkan, hewan yang biasanya jadi santapan beruang, dia peluk!

Suatu hari, ketika ia sedang asyik berkeliling hutan dan memeluk semua yang ia temui, ia melihat seorang manusia yang memegang kapak. Nampaknya si manusia sedang mengamati pepohonan. Wah, sepertinya manusia ini juga menyukai pepohonan, pikir Bear.

Namun, tiba-tiba manusia itu mulai mengayunkan kapak ke arah salah satu pohon! Beruang marah besar! Sebuah keputusan yang berat, namun apakah akhirnya ia memutuskan untuk pensiun jadi beruang baik hati?

Ngakak banget lihat wajah-wajah 'korban' pelukan Bear🤣 Meski lucu, tapi bisa jadi obrolan tentang consent juga sih yaa sebetulnya di bagian ini.

Endingnya plot twist banget sih! Tidak membuat karakter Bear ini jadi inconsistent, tapi tetep make sense, tapi solve the problem juga. Gimana sih hahaha.

Big Bear Hug
ISBN 9781771381512
Rp 156.000
Fast PO 6-8 weeks

Buku ini ceritanya mirip sama buku cerita aku waktu kecil, yang karena saking berkesannya, masih aku ingat dengan detail...
13/07/2024

Buku ini ceritanya mirip sama buku cerita aku waktu kecil, yang karena saking berkesannya, masih aku ingat dengan detail sampai lebih dari 20 tahun kemudian! Ceritanya emang seunik itu!

Gambar di covernya adalah seekor badger yang sedang buang dedaunan kering ke tempat sampah. Ga masalah kalau si badger ini ceritanya adalah ibu-ibu komplek habis nyapu jalan. Masalahnya, latarnya di hutan. Dia mau beres-beres daun di hutan? Menyapu daun di hutan rasanya serupa dengan menyapu debu di aspal. Apakah mungkin?

Pete adalah seekor badger yang sangat rapi. Hobinya adalah bersih-bersih. Setiap hari dia memangkas ranting yang berantakan, mengelap bebatuan sampai mengkilat, dan menyapu dedaunan. Sampai tibalah... musim gugur.

Pete lebih jago dari Pandawara, karena dia beresin semua dedaunan yang jatuh SEORANG DIRI. Setelah selesai, Pete merasa pohon-pohon tanpa daun itu terlihat berantakan, jadi ia cabut semua pohonnya. Namun kemudian hujan turun. Apa yang terjadi? Banjir! Dan setelahnya, lumpur dimana-mana! Apa yang akan Pete lakukan untuk membereskan semua kekacauan ini! Dan apakah Pete puas setelah hutan menjadi serapi yang ia inginkan?

Dari buku ini, tanpa sadar anak bisa belajar banyak hal. Mulai dari pergantian musim, beberapa hal tentang badger, sampai pentingnya pepohonan bagi ekosistem.

Lucunya juga dapet banget. Bukan dari teks, tapi dari ilustrasi. Ada gambar si badger lagi nyisirin ekor rubah...pakai durinya landak. Ada juga gambar burung-burung lagi antri sambil bawa sikat gigi. Tinggal kurang handuk sama gayung lope.
Ada gambar badger lagi pakai vacuum. Listriknya darimana yak?

Dan gambar dedaunan jatuh dari sudut pandang ini terasa dramatis sekali. Pasalnya, si badger saat itu kan lagi beres-beres daun. Eh daunnya malah rontok semua! Menurutku ilustrasinya bagus bangeeet.

Tidy
ISBN 9781447273998
Rp 190.000
Fast PO ETA 6-8 weeks

Seperti yang tertulis di judulnya, buku ini terinspirasi dari kisah nyata. Yes, buku ini menceritakan masa kecil Wangari...
11/07/2024

Seperti yang tertulis di judulnya, buku ini terinspirasi dari kisah nyata. Yes, buku ini menceritakan masa kecil Wangari Maathai, perempuan Afrika pertama yang mendapatkan Nobel Peace Prize di tahun 2004 melalui Green Belt Movement yang ia inisiasi pada 1977, di kampung halamannya di Kenya. Ada yang sudah pernah dengar tentang gerakan ini?

Wangari kecil hidup di tanah Kenya yang subur. Bersama ibunya, setiap hari ia pergi ke hutan mengumpulkan kayu bakar sembari menikmati suara burung-burung di pepohonan. Begitulah keseharian keluarganya, bercocok tanam dan makan dari hasil bumi.

Suatu ketika, Wangari mendapatkan beasiswa untuk bersekolah di Amerika. Ia pun meninggalkan Kenya, hanya untuk kembali enam tahun kemudian dan menemukan bahwa kampung halamannya tidak lagi seperti dulu! Tidak ada lagi pepohonan rimbun dekat perkampungan. Tidak ada lagi suara burung-burung. Para wanita sampai bungkuk saking jauhnya mereka mencari kayu bakar.

Betul, deforestasi. Itulah yang terjadi. Ribuan pohon ditebang lalu digantikan dengan gedung-gedung pencakar langit, tapi tidak ada yang menanamnya kembali. Meski sedih, Wangari tahu ia harus melakukan sesuatu. Nah, inilah cikal bakal terbentuknya Green Belt Movement.

Wangari awalnya menanam tumbuhan di rumahnya sendiri, lalu ia mengajak para perempuan di desa untuk ikut menanam. The women spread out over the village, planting tiny trees in long rows, like a green belt stretching over the land.

The government men laugh. Sexism pada masa itu, tentu saja. “Women can’t do this, “ they said. “It takes trained foresters to plant trees.” Tapi para wanita tidak mendengarkan mereka dan terus menanam. Tak butuh waktu lama, para wanita di desa tetangga mendengar tentang gerakan ini, dan mendorong mereka untuk kembali menanam pohon di daerahnya masing-masing.

Seperti biasa, aku akan sebutkan dulu bagian yang aku kurang cocok. Meski di buku ini sih cuma satu: gambar dimana ada petugas yang pegang pentungan, terus di kepala Wangari ada beberapa tetes berwarna merah, yang kayaknya itu darah, I suppose. Menurutku itu detail kecil yang ga perlu. Dari gambar pentungan aja kan pembaca udah bisa d**g menginterpretasi apa yang sedang terjadi 🥲

Sekarang ke bagian yang aku s**a:

Personally, aku s**a banget semua ilustrasi yang menggambarkan para wanita sedang menanam. Mau di desa, mau di kota, mau panas, mau berawan, mau diketawain orang, mereka ga peduli dan terus menanam. On point!

Alur ceritanya juga cukup memainkan emosi, karena kukira setelah Wangari dan tentara emak-emaknya menanam pohon kembali, ya udah. Jadi konfliknya cukup di saat Wangari pulang dan menemukan hutan gundul. Eh ternyata di halaman selanjutnya ada gambar orang lagi nebang pohon. “But the cutting continues.” Apa ga gemes? Orang lain udah susah-susah nanam pohon kok ya tega menebang pohon yang udah ada. Habis itu Wangari dipenjara karena dianggap mengganggu proyek pemerintah. Ending-nya sih happy, cuma agak emotional roller coaster aja pas bacanya. Tapi, justru ini bagus. Ini contoh narasi yang lebih banyak showing daripada telling. Pembaca diajak untuk betul-betul merasakan emosi dari tokoh, jadi ceritanya beneran merasuk ke dalam kalbu (?)

Waktu Wangari di penjara, narasinya bilang, “Right is right, even if you’re alone.” Background-nya gelap… dia sendirian… memandang keluar dari balik jeruji. Vibe-nya gloomy. Tapiiii ketika halamannya dibalik, narasinya berlanjut, “But Wangari is not alone.” Iya, dia ga sendiri. Kerja kerasnya selama ini membuahkan hasil. Gerakan ibu-ibu menanam ini sudah tersebar ke seluruh Afrika! Lewat word of mouth! Ga kaya sekarang yang apa-apa gampang viral.

Btw, kalau aja dua kalimat di atas itu berada pada satu spread yang sama, mungkin efeknya ga se-wow itu, karena you know what’s coming. Tapi disini ngga. Sepersekian detik selama kita balik halaman, ada perasaan duh-kasian-dia-berjuang-sendirian. Ckck. Emang ya seninya picture book tuh. Perkara balik halaman aja ngaruh.

Wangari's Trees of Peace: A True Story from Africa
ISBN 9781328869210
Rp 175.000
Fast PO 6-8 weeks

Address

Baru
13780

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Ambilkan.bukubu posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category