Kidstock

Kidstock Grosir baju anak

08/08/2017
Harga murah meriah bahan katun TCWa 085725428166
08/08/2017

Harga murah meriah bahan katun TC
Wa 085725428166

KASIH IBU SEPANJANG MASAAlkisah, ada seorang Ibu muda yang menapakkan kakinya di jalan kehidupan. “Jauhkah perjalanannya...
04/03/2017

KASIH IBU SEPANJANG MASA

Alkisah, ada seorang Ibu muda yang menapakkan kakinya di jalan kehidupan. “Jauhkah perjalanannya?” tanyanya. Dan si pemandu menjawab, “Ya, jalurnya berat dan kau akan menjadi tua sebelum mencapai akhir perjalanan. Tapi akhir perjalanan akan lebih baik dari awalnya.”

Ibu muda itu tampak berbahagia, tapi dia tidak begitu percaya kalau segala sesuatunya bisa lebih baik dari masa-masa yang sudah dilewatinya. Ibu itu pun bermain-main dengan anak-anaknya, mengumpulkan bunga-bunga bagi mereka di sepanjang perjalanan, memandikan mereka di sungai yang jernih. Mereka bermandikan sinar matahari yang hangat. Ibu muda itu bersuara kencang, “Tidak ada yang lebih indah dari ini.”

Ketika malam tiba, terjadi badai yang membuat jalanan menjadi gelap. Anak-anak bergetar ketakutan dan kedinginan. Sang Ibu mendekap anak-anak dan menyelimuti mereka dengan mantelnya. Anak-anak itu berkata, “Ibu, kami tidak takut karena engkau ada di dekat kami, karena ada Ibu, kami tidak akan terluka.”

Esok paginya, Ibu dan anak-anaknya mendaki sebuah bukit. Lama-kelamaan mereka menjadi lelah. Namun, sang Ibu selalu berkata pada anak-anaknya, “Sabarlah sedikit lagi, kita pasti akan sampai.” Kata-kata itu cukup membuat anak-anak bersemangat kembali untuk melanjutkan pendakian mereka dan ketika akhirnya tiba di atas bukit, anak-anak itu berkata, “Ibu, kami tidak akan bisa sampai di sini tanpamu.”

Dan ketika berbaring di malam hari, sang ibu memandangi bintang-bintang dan mengucap syukur, “Hari ini lebih baik dari hari sebelumnya, karena anak-anak saya belajar bersikap tabah dalam menghadapi kesusahan. Kemarin, saya memberi mereka keberanian. Hari ini, saya memberi mereka kekuatan.”

Dan keesokan harinya, datang awan tebal yang menggelapkan bumi, awan peperangan, kebencian dan kejahatan. Membuat anak-anak itu tersandung dan terjatuh, tapi sang Ibu berusaha menguatkan mereka, “Lihatlah ke arah cahaya kemuliaan itu.” Anak-anak itu pun menuruti. Di atas awan terlihat cahaya yang bersinar sangat terang dan cahaya itulah yang membimbing mereka melewati kegelapan itu. Malam itu berkatalah sang Ibu, “Inilah hari yang terbaik, karena saya sudah menunjukkan Tuhan pada anak-anak saya.”

Hari pun berlalu dengan cepat, lalu berganti dengan minggu, bulan, dan tahun. Sang Ibu pun mulai menua dan tubuhnya menjadi membungkuk. Sementara, anak-anaknya bertumbuh besar dan kuat, serta berjalan dengan langkah berani. Ketika jalan yang mereka lalui terasa berat, anak-anak itu akan mengangkat Ibu mereka. Pada akhirnya sampailah mereka di sebuah bukit. Di atas sana, mereka bisa melihat sebuah jalan yang bercahaya dan gerbang emas dengan pintu terbuka lebar. Sang Ibu berkata, “Ini sudah akhir perjalanan dan sekarang saya tahu, akhir perjalanan ini memang lebih baik daripada awalnya karena anak-anak saya bisa berjalan sendiri, dan begitupun cucu-cucu saya.”

Dan anak-anaknya berkata, “Ibu akan selalu menyertai kami, sekalipun Ibu sudah pergi melewati gerbang itu.” Dan anak-anak itu melihat Ibu mereka berjalan sendiri, lalu gerbang itu tertutup di belakangnya. Anak-anak itu berkata lagi, “Kami memang tidak melihatnya lagi, tapi Ibu tetap ada bersama kami. Seorang ibu seperti Ibu kami lebih dari sekadar memori. Dia selalu hidup di hati kami.”

Silakan SHARE,
Semoga bermanfaat.

JALAN KELUARSeorang konsultan pernikahan yang sangat piawai didatangi seorang klien dan berkata bahwa ia telah menikah s...
03/03/2017

JALAN KELUAR

Seorang konsultan pernikahan yang sangat piawai didatangi seorang klien dan berkata bahwa ia telah menikah selama bertahun-tahun, “Tapi suami saya tidak tertarik pada saya lagi. Dia sering p**ang terlambat dari kantor. Saya tidak tahu pasti, namun dia mungkin sedang menjalin hubungan dengan wanita lain. Saya ingin cerai dengannya.”

Konsultan pernikahan ini sangat cerdas, “Dengar, suami Anda mungkin justru ingin Anda menuntut cerai darinya. Jadi, jika Anda cerai dengan dia, Anda malah melakukan persis apa yang dia inginkan. Dia akan bilang, ‘Yes!!’ jadi begini yang harus Anda lakukan adalah, Anda mau kan membalas perbuatannya, dengan cara jangan cerai dulu?”

“Yang sebaiknya Anda lakukan adalah pergi ke salon kecantikan, percantik diri Anda, coba potongan rambut dengan model potongan terbaru, beli baju yang bagus dan keren-keren. Setelah beberapa lama, coba upayakan apa Anda bisa membuat suami Anda jatuh cinta lagi pada Anda. Ini mungkin makan waktu beberapa lama, namun ini bisa dilakukan. Benar-benar ramah dan bersikap baiklah terhadapnya. Lakukan semua yang bagus-bagus yang dia senangi. Sebab rencananya adalah…. ketika dia mulai menyukai Anda lagi, terutama ketika mulai jatuh cinta lagi kepada Anda, saat itu….Ceraikan dia!”

Klien itu berkata, “Oke! Jadi gitu ya!” jika ia menceraikan suaminya ketika si suami itu ingin bercerai, itu malah melakukan persis dengan rencana si suami. Jadi si istri membeli baju yang bagus-bagus, merias diri, benar-benar ramah dan menyenangkan terhadap suaminya, dan setiap satu atau dua minggu ia menemui konsultannya. “Jadi, bagaimana perkembangannya?” tanya si konsultan.

“Sesuai rencana! Ia mulai p**ang lebih awal,” lapor si istri. “Bagus! Lanjutkan!” kata si konsultan. Kemudian selama dua minggu berikutnya, si suami mulai lebih baik terhadapnya, lebih lembut, lebih mencintai, rencana itu jalan! Sampai suatu ketika , klien itu tidak datang lagi untuk sesi konseling selama sebulan, jadi si konsultan meneleponnya, “Apa yang terjadi? Anda belum menelepon. Apakah dia jadi lebih baik?” “Oh, iya.. tentu!” “Ia jadi lebih lembut dan sayang kepada Anda?” “Ya, ya, ya!” Apakah dia sudah jatuh cinta kepada Anda” “Sudah!” “Bagus! Sekarang saatnya menceraikan dia!” “Oh tidak! Dia begitu baik dan sayang kepada saya!” Dan memang itulah rencana besar jangka panjangnya untuk mempertahankan pernikahan mereka.

Silakan SHARE,
Semoga bermanfaat.

WASPADA MEMOSTING TENTANG ANAK DI SOSMEDPenggunaan sosial media di kalangan orang tua yang s**a mengunggah foto anak ter...
02/03/2017

WASPADA MEMOSTING TENTANG ANAK DI SOSMED

Penggunaan sosial media di kalangan orang tua yang s**a mengunggah foto anak ternyata bisa membahayakan keselamatan anak Anda. Salah satu bahayanya adalah menjadi sasaran pelaku pedofil. Masalah ini semakin mengejutkan setelah beredar kisah gadis kecil dari Filipina bernama Sweetie ternyata berhasil "menangkap" ribuan lelaki hidung belang yang s**a melakukan pelecehan seksual terhadap anak kecil melalui dunia maya alias melakukan cyber bullying yang disebut "predator". Padahal Sweetie adalah seorang anak rekaan berusia 10 tahun. Hasilnya, setelah Setelah 2,5 bulan melakukan penelitian lewat Sweetie, hasilnya mengejutkan! Tercatat 20.000 predator dari 71 negara yang memanfaatkan media social untuk melancarkan aksi mereka.

Hal ini berarti ada puluhan ribu orang di luar sana yang tega melakukan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur. Karena itu jangan sampai karena ingin eksis di sosial media dan memamerkan anak, orang tua tidak memilah milah foto mana yang layak diunggah atau status apa yang bisa dibagikan di sosial media. Apa sih yang harus Ibu dan Ayah perhatikan sebelum asyik bermain di sosial media?

Jangan Memasang Foto Anak Tanpa Busana
Siapa yang tidak gemas melihat anak balita yang tengah mandi atau tanpa busana? Tentu semua orang menyukai foto bayi yang terlihat lucu saat mandi. Tapi ternyata mengunggah foto balita tanpa busana atau hanya memakai pakaian dalam tidak disarankan karena ini akan membahayakan anak sendiri. Anak bisa menjadi target dari pelaku pedofil atau predator. Meski masih balita bukan artinya Anda bisa dengan bebas mengabadikan semua momen dan mengunggah di sosial media. Sebaiknya, Ibu pikir ulang jika ingin mengunggah foto balita di sosial media. Pilihlah foto yang tidak memberi akses bagi pelaku tindak kriminal.

Hindari Memasang Status Lokasi Detail
Tidak jarang para Ibu s**a menandai keberadaan lokasi saat bersama anak. Misal di pusat belanja atau taman rekreasi. Cobalah untuk mengurangi kebiasaan memberitahu secara detail lokasi di mana anak berada. Karena hal ini bisa memancing tindakan penculikan terhadap anak. Sebaiknya, Ibu tidak menulis nama lengkap anak atau lokasi secara detail jika ingin mengunggah status di sosial media.

Silakan SHARE,
Semoga bermanfaat.

PILIHAN BELA DIRI UNTUK BUAH HATIMemasuki usia lima tahun, anak Anda sudah bisa didaftarkan ke kelas olahraga yang sifat...
01/03/2017

PILIHAN BELA DIRI UNTUK BUAH HATI

Memasuki usia lima tahun, anak Anda sudah bisa didaftarkan ke kelas olahraga yang sifatnya bela diri. Selain melatih anak untuk bisa menjaga dirinya sejak dini, olahraga bela diri juga dapat mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak dalam segi fisik.

Namun, banyak orangtua yang ragu, apakah mempelajari teknik bela diri sejak dini adalah baik. Tentunya, bila Anda mendaftarkan anak ke tempat pelatihan dengan guru-guru pilihan, anak akan belajar bagaimana menggunakan ilmu bela diri ini dengan tepat. Bukan tidak mungkin bila suatu saat nanti, bekal bela diri ini dapat digunakan ketika anak Anda sedang mengalami kesulitan. Yang penting, pilih jenis olahraga yang merupakan pilihan anak Anda, sesuaikan dengan minat dan ketertarikannya.
Ada beberapa bentuk olahraga yang bisa Anda coba berikut ini:

Aikido
Seni bela diri asal Jepang ini kini tak kalah diminati banyak orang, bila dibandingkan dengan karate maupun taekwondo. Berbeda dengan bela diri pada umumnya yang lebih mengutamakan kekuatan fisik dan stamina, aikido lebih mengutamakan latihan pada penguasaan diri dan kesempurnaan teknik, berupa teknik mengelak, mengunci lawan, melempar bahkan membanting.

Karate dan Taekwondo
Bedanya, Karate berasal dari Jepang dan Taekwondo berasal dari Korea. Keduanya merupakan seni bela diri yang mengandalkan kekuatan tangan dan kaki. Selain ilmu gerakan dan cara memukul maupun menendang dengan tepat, anak juga akan diajarkan filosofi di balik macam-macam gerakan yang ada.

Capoeira
Olahraga yang satu ini dulunya dikembangkan oleh para budak Afrika yang ada di Brasil. Namun, yang menarik adalah gerakan bela diri dalam Capoeira menyerupai tarian yang diiringi dengan musik yang disebut Jogo. Olahraga ini juga banyak disenangi anak perempuan.

Wushu
Berbeda dengan taekwondo dan karate, wushu bisa dimulai dari usia tiga tahun. Namun, latihan pada anak lebih fokus pada stimulasi motorik dan waktu berlatih bisa disesuaikan dengan kemampuan anak. Wushu tidak banyak mempelajari gerakan menyerang, tetapi lebih ke gerakan mengelak dan menangkis lawan.

Kendo
Olahraga yang satu ini direkomendasikan untuk anak dengan usia minimal 11 tahun. Biasanya, di sekolah dasar sudah banyak yang menawarkan Kendo sebagai salah satu kegiatan dalam ekstrakurikuler. Kendo merupakan olahraga bela diri asal Jepang, ken berarti pedang dan do berarti jalan. Olahraga ini sebetulnya menggunakan samurai atau pedang, namun dalam latihan sehari-hari dan karena sudah menjadi bentuk olahraga, maka hanya akan menggunakan pedang dari bambu.

Silakan SHARE,
Semoga bermanfaat.

PENTINGNYA BIASAKAN ANAK TIDUR SENDIRIMembiasakan anak idur sendiri akan memberikan efek positif dan juga berbagai manfa...
28/02/2017

PENTINGNYA BIASAKAN ANAK TIDUR SENDIRI

Membiasakan anak idur sendiri akan memberikan efek positif dan juga berbagai manfaat untuk perkembangan anak. Banyak psikolog yang menyarankan kepada orang tua agar mengajarkan anaknya untuk berani tidur sendirian, waktu yang dibutuhkan seorang anak agar tidur sendiri yakni dimulai sejak dini sekitar usia 6 tahunan atau masuk TK sudah harus bisa tidur sendiri. Lantas, apa manfaat serta efek positif yang ditimbulkan anak tidur sendirian? Ini jawabanya.

Belajar Mandiri
Belajar mandiri bisa dilakukan ketika anak memiliki kamar sendiri, karena sebaiknya orang tua memberi tanggung jawab kepada anak untuk membersihkan kamarnya, merapikan, membereskan dan juga membandingkan kamarnya dengan saudara lain. Hal ini sangat membantu untuk anak lebih mandiri.

Percaya Diri
Ketika anak mulai tidur sendiri, sebaiknya orang tua memberikan pujian-pujian manis karena anak sudah berani tidur sendirian. Dengan ia merasa berani, pada akhirnya akan memberikan efek positif ketika akan bergaul dengan sesama.

Presentasi Diri
Dengan memiliki kepercayaan diri, anak akan makin mempresentasikan dirinya untuk berani melakukan hal-hal lain yang belum pernah dilakukan. Seperti sudah berani mengatakan apa yang diinginkan dan yang tidak dinginkan.

Otonomi Diri
Dengan memiliki kamar sendiri, dianjurkan anak memilih nuansa kamar yang diinginkan serta menata barang-barangnya sendiri, karena hal ini akan memberikan efek positif untuk mengembangkan otonomi dirinya. Sehingga suatu saat anak tidak akan merasa canggung ketika masuk kedunia luar.

Silakan SHARE,
Semoga bermanfaat.

MANFAAT BERENANG SEJAK DINITak ada ruginya mengajari anak berenang sejak dini. Bahkan, orang tua bisa terkaget-kaget mel...
27/02/2017

MANFAAT BERENANG SEJAK DINI

Tak ada ruginya mengajari anak berenang sejak dini. Bahkan, orang tua bisa terkaget-kaget melihat kemajuan si anak setelah rutin melakukan olahraga air tersebut. Ihwal manfaat berenang pada anak usia dini baru-baru ini dibuktikan secara ilmiah, tim peneliti dari Griffith Institute for Educational Research Australia, menyatakan belajar berenang pada usia dini membuat anak meraih perkembangan lebih cepat pada area kognitif, fisik, dan bahasa.

Dalam studi tersebut, tim melakukan survei pada 7.000 orang tua yang mempunyai anak di bawah usia 5 tahun. Penelitian berlangsung lebih dari tiga tahun dengan partisipan berasal dari Australia, Selandia Baru, dan Amerika Serikat. Peneliti memberi daftar perkembangan anak dan meminta para orang tua mengidentifikasi perkembangan anak mereka.

Menurut Robyn Jorgensen, guru besar Universitas Griffith yang juga kepala penelitian ini, sejumlah kemampuan anak-anak yang dilatih berenang sejak dini muncul lebih cepat dibanding anak-anak lainnya. “Banyak dari kemampuan-kemampuan itu yang membantu mereka menuju masa transisi dalam pembelajaran formal, seperti masa pra-sekolah dan masa sekolah,” kata Robyn, sebagaimana dilansir situs Medical News Today melalui Tempo.co.
Robyn menambahkan, hasil penelitian menunjukkan perbedaan kecerdasan antara anak-anak yang berpartisipasi dalam renang dan mereka yang tidak adalah signifikan. Ini terlepas dari latar belakang sosial-ekonomi orang tua. Berdasarkan penelitian, dua grup dengan sosial-ekonomi tertinggi menunjukkan hasil tes yang lebih baik dibanding dua grup dengan sosial-ekonomi lebih rendah.

Namun, keempat grup tersebut mempunyai nilai yang lebih baik dibanding pop**asi normal. Peneliti juga menyatakan, tidak ada perbedaan hasil terkait dengan perbedaan jenis kelamin. Artinya, renang mempunyai nilai manfaat yang sama antara laki-laki dan perempuan.

Seperti diprediksi sebelumnya oleh para peneliti, anak-anak yang ambil bagian dalam kegiatan renang pada usia dini mencapai perkembangan fisik yang lebih cepat. Peneliti juga terkejut, bahwa anak-anak tersebut secara signifikan mempunyai kemampuan visual-motorik yang lebih baik. Kemampuan tersebut di antaranya menggunting kertas, mewarnai, menggambar, serta membuat bentuk benda.

Bukan hanya itu, anak-anak yang belajar berenang sejak dini juga punya skor yang lebih tinggi dalam tugas-tugas yang berhubungan dengan hitung-hitungan. Mereka juga punya ekspresi oral yang lebih baik. Ekspresi oral adalah kemampuan untuk berbicara dan menjelaskan sesuatu. Kemampuan yang diraih secara lebih cepat ini kelak akan menguntungkan si anak pada usia berikutnya.

Silakan SHARE,
Semoga bermanfaat.

KIAT AJARKAN TOILET TRAINING PADA ANAKTransisi dari popok ke toilet memang fase penting buat balita, hal itu juga merupa...
26/02/2017

KIAT AJARKAN TOILET TRAINING PADA ANAK

Transisi dari popok ke toilet memang fase penting buat balita, hal itu juga merupakan perubahan psikologis yang signifikan pada balita, menandai kemerdekaan baru dan pergeseran hubungan dengan Anda, bundanya. Tak seperti fase lainnya, toilet training membutuhkan bimbingan yang intens, waktu dan kesabaran.

Pastikan Balita Siap
Umumnya balita bisa diajak toilet training setelah otot-ototnya mulai dapat mengontrol kandung kemih pada usia di atas 18 bulan. Hal ini ditandai dengan kesiapan emosi, fisik dan psikologis di usia sekitar 2-3 tahun. Tanda-tandanya antara lain, dapat duduk tegak, bisa kering dalam 2-3 jam, dapat membuka-memakai celana, bisa memahami intruksi sederhana dan sudah bisa mengatakan keinginannya.

Biasakan Kegiatan Kamar Mandi
Mulai kenalkan dan biasakan ia p**is dan buang air besar (BAB) di pispot atau potty chair. Biarkan ia memilih agar ia s**a menggunakannya. Perlihatkan ketika Anda membuang dan mem-flush kotorannya dari popok di kloset. Ajak ia ketika Anda menggunakan toilet supaya ia makin paham perlunya toilet. Ceritakan secara sederhana cara p**is dan BAB serta proses memakai pispot atau toilet, bacakan cerita atau dongeng tentang pispot, dan belikan ia celana dalam seperti layaknya anak sudah besar.

Ciptakan Suasana Toilet yang Menyenangkan
Kebiasaan beberapa orang tua yang menghukum anaknya dengan dikurung dalam toilet gelap, bisa membuat anak justru tidak mandiri dalam urusan buang air. Suasana tidak nyaman ini akan memperlambat proses toilet training anak Anda, saat melakukan toilet training pastikan suasana kamar mandi senyaman mungkin. Penerangannya memadahi, tidak ada aroma kurang sedap dan ajak anak mengobrolkan hal-hal menyenangkan ketika proses buang air berjalan agak lama.

Atur Jadwal
Mengatur asupan cairan dan makanan ke tubuh balita diperlukan untuk mengatur interval ke kamar mandi. Amati jadwal siklus p**is dan buang air besarnya, misalnya ia biasa pup sekitar jam 9 pagi dan p**is 1 jam sekali. Siklus p**is dan bab ini memudahkan Anda mengajaknya menyalurkan dorongan BAK dan BAB di tempat dan waktu yang tepat.

Konsisten
Pastikan p**a pengasuh anak mampu secara konsisten melaksanakan pelatihan yang Anda terapkan sehingga tidak terjadi kebingungan. Beri informasi lengkap dan detil mengenai kebiasaan dan jadwal p**is dan balita. Konsisten membimbing balita akan membuatkan cepat paham dan makin trampil memakai toilet.

Pakai Cara Seru
Lambungkan kreativitas Anda untuk mengajak balita melakukan toilet training agar lebih seru. Anda dapat memasang obat khusus yang tidak berbahaya untuk membuat air di kloset menjadi biru, memasang papan target untuk balita menempel stiker tanda berhasil memakai pispot/toilet dengan benar atau menempatkan boneka favorit sebagai teman ketika p**is atau pup, dan cara lainnya. Agar ia gebira dan selalu bersemangat melakukan toilet training.

Beri Pujian
Rayakan bila ia berhasil melakukan p**is dan pup dengan benar. Hadiahi dengan pujian. Jadikan hal toilet training sesuatu yang penting dan terbaik dalam hidupnya, kalaupun terjadi ‘kecelakaan’ hindari untuk menghukumnya, katakan saja Anda tidak s**a. Wajah marah dan kecewa Anda, hanya akan membuatnya takut dan malah lebih sering tidak mau mengatakan bahwa ia ingin p**is atau BAB.

Silakan SHARE,
Semoga bermanfaat.

KEBIASAAN MEMBACA BANTU ANAK MENANGKAL HOAX Fenomena hoax yang berkembang kian cepat di era dunia maya saat ini, sangat ...
25/02/2017

KEBIASAAN MEMBACA BANTU ANAK MENANGKAL HOAX

Fenomena hoax yang berkembang kian cepat di era dunia maya saat ini, sangat meresahkan banyak pihak. Tidak sekedar melahirkan perselisihan antar golongan, kabar bohong yang disiarkan secara luas dapat membentuk generasi “berpikiran dangkal” yang amat mudah diprovokasi.

Bagi orang tua yang anak-anaknya lahir dan bertumbuh di era internet, pasti meresahkan masa tumbuh kembang anaknya yang dibayang-bayangi dampak buruk hoax. Salah satu cara menangkalnya adalah dengan mempersiapkan nalar kritis anak secara utuh dan tertata. Kebiasaan membaca dapat menjadi salah satu cara membentuk pola pikir anak agar lebih dalam menganalisa sesuatu sehingga tidak terprovokasi kabar-kabar bohong yang banyak beredar. Lalu bagaimana cara menyenangkan menanamkan kebiasaan ini kepada anak Anda?

1. Beri Contoh dengan Rajin Membaca
Anak akan meniru apa yang dilakukan oleh orang tuanya. Sebelum meminta anak untuk rajin membaca, Anda lebih dulu harus gemar membaca. Ajak mereka membaca setiap hari, walaupun hanya satu jam setiap harinya. Dengan cara ini, anak akan menganggap membaca adalah kegiatan yang penting dan harus dilakukan.

2. Biarkan Anak Memilih Buku yang akan Dibaca
Hal ini akan membantu Anda untuk tetap membuat anak tertarik pada buku bacaan sekaligus membuat mereka merasa berguna. Mengunjungi perpustakaan secara rutin akan membantu proses pemilihan buku yang dibaca menjadi lebih mudah dan menyenangkan.

3. Bicarakan tentang Sampul Buku
Anak biasanya akan memilih buku dengan desain sampul yang menarik dan lucu. Ajak mereka untuk menebak isi buku dari penampilan sampulnya. Siapa saja tokoh ceritanya, atau siapa yang menjadi "penjahatnya".

4. Tunjukkan Gambar Menarik ketika Membacakan Buku Cerita
Gambar tidak hanya membuat anak lebih terpaku pada isi buku, tetapi juga membantu mereka untuk lebih memahami perilaku tokoh-tokoh dan jalan ceritanya.

5. Berikan Pesan Moral
Setelah membacakan buku, ceritakan kembali pesan moral dalam cerita tersebut. Berilah penekanan pada kata-kata penting yang bisa bermanfaat untuk mereka.

6. Gabungkan Isi Buku dan Realita
Cobalah untuk menghubungkan kisah di dalam buku, dengan realita dalam kehidupan Anda dan anak. Berikan contoh bagaimana anak harus bertindak ketika menghadapi sesuatu, berdasarkan apa yang dilakukan tokoh dalam cerita.

7. Bangun Sikap Kritis
Pancing sifat kritis anak terhadap buku dengan memberikan beberapa pertanyaan seperti, "Cerita mana yang kamu s**a?", atau, "Cerita mana yang tak kau s**a?", atau "Apa yang kamu pelajari dari cerita ini?"

8. Variatif
Berikan variasi pada aneka bacaan yang Anda pilih, agar anak tidak bosan saat mendengarkan Anda bercerita.

Silakan SHARE,
Semoga bermanfaat.

HARGAI HAK ANAK UNTUK MENOLAK DIPELUK ATAU DICIUMSebuar artikel di CNN berjudul “Aku Bukan Pemilik Tubuh Anak-anakku” me...
24/02/2017

HARGAI HAK ANAK UNTUK MENOLAK DIPELUK ATAU DICIUM

Sebuar artikel di CNN berjudul “Aku Bukan Pemilik Tubuh Anak-anakku” memancing perdebatan beberapa waktu lalu. Katia Hetter, penulis artikel tersebut menegaskan bahwa, “Memaksa anak untuk menyentuh seseorang saat mereka tidak ingin, membuat mereka rentan terhadap pelaku pelecehan seksual, yang pelakunya kebanyakan adalah orang yang mereka kenal.”
Kita mungkin berasumsi bahwa memaksa anak memberikan ciuman di p**i nenek atau paman dan bibinya tidak ada hubungannya dengan kasus pelecehan seksual yang mungkin akan dialami anak. Namun dengan melakukan hal ini, kita telah melanggar zona nyaman anak, sehingga mereka belajar untuk menerima siapa saja untuk masuk dalam situasi yang yang tidak nyaman bagi mereka.

“Kita harusnya mengajarkan anak untuk mendengar firasat mereka sendiri. Dia (anak saya) akan mengatakan setiap kali ia tidak merasa nyaman di sekitar seseorang (biasanya dengan berbisik sehingga tidak menyakiti perasaan orang tersebut). Dia tidak pernah harus menyentuh atau disentuh orang jika ia merasa tidak nyaman–keluarga atau bukan. Saya tidak akan pernah memaksanya mencium siapa pun–Bahkan jika bibinya sedang berkunjung dan mungkin akan tersinggung. Pelukan dan ciuman adalah sesuatu yang diberikan dengan s**arela, tidak wajib”, papar Hetter.

Hetter juga mengingatkan bahwa memaksa anak-anak kita untuk menunjukkan kasih sayang saat mereka tidak ingin, dapat mempengaruhi hubungan seksual mereka di masa remaja kelak. Hal ini disebut Katia “Dapat mengajarkan mereka menggunakan tubuh untuk menyenangkan Anda atau orang lain yang berwenang, atau siapa pun.”

Bagaimana cara mengatasi perasaan ‘terluka’ para kerabat ketika anak kita enggan melakukan kontak fisik dengan mereka? dalam artikelnya, Hetter menegaskan bahwa anak-anak dapat bersikap sopan dan hormat sambil tetap mempertahankan batas-batas pribadi mereka sendiri.“Manner – atau cara memperlakukan orang dengan hormat dan peduli – berbeda dari menuntut menampilkan kasih sayang secara fisik,” tulisnya.

Langkah awal yang baik untuk menanggapi rasa tidak enak para kerabat yang ditolak pelukan ciumannya oleh anak, adalah dengan menjelaskan kebijakan dalam keluarga anda. Orang dewasa manapun, bahkan saudara dekat, seharusnya dapat menerima keputusan keluarga tersebut. Di sisi lain, kebijakan ini dapat membuat para kerabat menghargai afeksi yang diberikan si anak, sekecil apapun itu. “Saya menjelaskan kepada keluarga dan kerabat yang ingin tahu, mengapa kami membiarkan anak yang memutuskan siapa yang ingin dia sentuh. Dan saat dia memeluk mereka, s**acita benar-benar terlihat. Karena tidak sekedar kewajiban atau perintah,” terangnya.

Solusi lain adalah dengan mengajarkan anak untuk bersalaman, yang tidak terlalu intim. Alih-alih ciuman atau pelukan, ajak anak untuk bersalaman atau high five (‘tos’ dengan tangan). Cara ini biasanya akan lebih menyenangkan bagi anak sebagai cara mengakrabkan diri dengan orang lain.

Silakan SHARE,
Semoga bermanfaat.

AJARKAN BAHASA ASING SECARA TEPAT PADA ANAKPakar psikologi anak, Seto Mulyadi atau yang lebih dikenal dengan sapaan Kak ...
23/02/2017

AJARKAN BAHASA ASING SECARA TEPAT PADA ANAK

Pakar psikologi anak, Seto Mulyadi atau yang lebih dikenal dengan sapaan Kak Seto, menilai pengajaran bahasa asing pada anak sejak usia dini sah-sah saja. Namun menurutnya, pengajaran itu harus dilakukan dengan metode yang menyenangkan dan penuh persahabatan.

“Jika anak sejak dini diberikan pengajaran yang keliru, dengan menekankan pada tata bahasa dan sesuatu yang formal, justru ditangkap anak menjadi lebih sulit. Dampaknya nanti kacau semua, artinya akan mengalami masalah psikologis, seperti tidak percaya diri, kegagapan bicara, bahasa yang campur aduk,” kata Seto kepada wartawan BBC Indonesia, Jerome Wirawan.

Di samping metode pengajaran yang mesti memperhatikan aspek psikologi anak, ada hal krusial yang wajib disadari orang tua, yaitu bahasa yang digunakan dengan anak saat berkomunikasi sehari-sehari. Bila orang tua menggunakan bahasa asing atau bahasa Indonesia yang tidak terlalu baik, anak akan sulit menyampaikan pikiran abstrak dan konseptual, sebagaimana dipaparkan Itje Chodidjah, dosen pascasarjana pendidikan bahasa Inggris untuk anak Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka, Jakarta.

“Jika kemampuan bahasa Indonesia anak hanya ‘setengah’, karena orang tua menganggap lingkungannya sudah berbahasa Indonesia dan dia tidak perlu diajari lagi bahasa Indonesia, dia akan memilih berbahasa Inggris. Namun, ketika memilih berbahasa Inggris pun bukan tidak ada persoalan. Karena pemahaman bahasa Inggrisnya juga belum baik, penyampaiannya tidak seperti yang dikehendaki,” ujar Itje.

Problem seperti ini, lanjutnya harus segera disadari orang tua, “Sebab, jika dia tumbuh besar dan belajar menulis pada tataran akademis, kesulitannya akan makin tinggi dan pengungkapannya akan lebih tidak jelas,” ujarnya.

Silakan SHARE,
Semoga bermanfaat.

Address

Imogiri
Bantul
55782

Telephone

+6287838888863

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Kidstock posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share