06/08/2026
Perjalanan buku ini dimulai pada Juni 2020 dengan tekad mengumpulkan dan meninjau pengetahuan kritis perempuan dalam kerja seni budaya, sebagai upaya menyumbang referensi bacaan untuk kerja-kerja pedagogi feminis. Titik berangkatnya terinspirasi dari buku Feminist Methods in Social Research karya sosiolog Shulamit Reinharz (Oxford University Press, 1992, diterjemahkan ke bahasa Indonesia oleh Lisabona Rahman & J. Bambang Agung, 2005). Ketika itu kami membayangkan rute pemikiran serupa dapat diadaptasi ke dalam ranah penelitian seni budaya yang bersumber dari kejamakan pengalaman politik gender di Indonesia. Namun, sedari awal kami meyakini bahwa langkah-langkah untuk mencapai tujuan ambisius ini tidak mungkin ditempuh sekali jalan atau dilemparkan kepada satu orang saja. Perjalanan kami ingin mendekati wilayah-wilayah di mana pengetahuan dari praktik seni, akademik, dan aktivisme bersilangan. Kami ingin melintasi sekat antardisiplin dan menghubungkan simpul-simpul wawasan kritis yang mendobrak batasan-batasan sosial terhadap perempuan dan gender yang diminoritaskan. Dengan demikian, kami percaya kerja kolektif dan kesadaran berjejaring dalam solidaritas—alih-alih individualisme dan kompetisi—akan memperpanjang napas bersama dalam kontestasi politik produksi pengetahuan.
Penyunting: Dewi Candraningrum, Helly Minarti, Martha Hebi.
Penulis: Astuti Parengkuh, Dian Arumningtyas, Diana Debi Timoria, Himas Nur, Joned Suryatmoko & Yuni Shara Al Buchory, Lidya Kandowangko, Linda Tagie, Nia Agustina, Puspa Aqirul Mala, Seli Muna, Septina Rosalina Layan, Soe Tjen Marching, Tamarra & Grace Samboh.
Astuti Parengkuh, Dkk., Membisikkan Bekal untuk Perjalanan yang Sangat Jauh: Pendekatan Feminis dalam Kerja Seni Budaya, Yogyakarta, Peretas, 2021, 380 hlm, 120.000