05/05/2026
Setiap pengorbanan yang dilakukan dengan tulus tidak pernah benar-benar hilang. Apa yang dilepaskan—baik itu harta, waktu, ego, atau keinginan—akan kembali dalam bentuk karunia yang sering kali lebih bermakna, meski tidak selalu dalam bentuk yang sama. Dalam logika spiritual, memberi dan melepaskan justru membuka ruang bagi anugerah yang lebih besar untuk masuk ke dalam hidup.
Sebaliknya, hal-hal yang paling kita lekatkan dan sulit kita lepaskan justru berpotensi menjadi sumber ujian. Keterikatan yang berlebihan pada sesuatu—baik itu manusia, harta, maupun ambisi—akan diuji untuk mengukur sejauh mana ketulusan dan ketergantungan kita kepada Allah. Melalui petuah ini, Rumi mengingatkan bahwa kebebasan jiwa terletak pada keikhlasan melepaskan, dan kedewasaan spiritual tumbuh ketika kita mampu menghadapi ujian dari apa yang paling kita cintai.
Dapatkan buku-buku karya Jalaluddin Rumi di marketplace kami (Shopee - Tiktoshop/Tokopedia) : bukurumi