02/03/2022
Ngomong-ngomong Anak Remaja...
Pernah dengar istilah *Strawberry Generation*🍓 ga?
Masih asing ya? Saya juga baru dengar pertama hari ini sih 🙈
Mariii kita simak di
🥳🥳
Apa lintasan pikiran yang muncul kalau baca curhatan di atas teman-teman?
Kalau saya bacanya gemes 😆
Tapi nyatanya, yang seperti ini tuh banyak!
Dikit-dikit "butuh healing"
Dikit-dikit "butuh self reward"
Dikit-dikit "mental health gue terganggu nih"
Apakah memang begitu nyatanya?
Dan ini terjadi di generasi di bawah kita, di bawah generasi milenial.
Makanya mereka disebut *strawberry generation,* istilah yang pertama kali muncul di Hongkong... apa Cina ya.. apa Taiwan ya, kok lupa 😅
Anak-anak generasi stroberi ini terpapar sosmed yang buanyak buanget. Mereka membaca dan mengakses berbagai konten di sosmed yang bilang butuh healing, baru berhasil dikit udah self reward, *dapat tekanan dikit udah ngeluh merusak mental health.*
Lalu mereka mencocokkan sama kehidupan pribadinya, trus ngerasa _"Eh, sama nih, aku juga depresi, butuh healing."_ hanya bermodal baca sosmed, lalu diagnosis sendiri. Tanpa lewat ahli.
Menurut prof. Rhenald Kasali, strawberry generation ini muncul karena
🟣 orang tua secara ekonomi lebih sejahtera, sehingga *apa maunya anak, diturutin aja*
*Maka lahirlah strawrberry generation, anak-anak muda yang lunak. Dikerasin dikit luka. Ketemu kesulitan, dia kabur, melarikan diri dari kesulitan. Maunya gampang-gampang dan enak-enak aja.*
🍓🍓🍓
*Jadi apa d**g sebab lahirnya generasi stroberi ini?*
🍓 Anak dibesarkan dalam keluarga sejahtera, yang mana semua permintaan anak dituruti oleh orang tuanya.
🍓 Orang tua sibuk, sehingga anak dikasih kompensasi waktu, artinya waktu kebersamaan yang dipake untuk kesibukan orang tua, diganti jadi uang. Atau barang.
🍓 Anak nggak dikasih konsekuensi ketika melakukan kesalahan
🍓 Orang tua punya ekspektasi tidak realistis kepada anak, misalnya di rumah disebut anak hebat, dipanggil prince princess, paling cantik, paling pinter.. sehingga begitu anak keluar rumah, ketemu lingkungan yang lebih pinter, lebih hebat, lebih cantik, dia kaget. Akhirnya anak mudah tersinggung saat ketemu dunia nyata.
🙄🙄🙄🙄