03/06/2020
Siang itu,sy menemani anak2 bermain di halaman sambil menyuapi mereka makan
Kala itu suami keluar dari pintu tengah bersiap menyalakan motor untuk berangkat kerja
Saya dan anak2 menyerbunya untuk sun tangan kemudian berpelukan dan mendoakan abinya,seperti yg biasa kami lakukan saat abinya anak2 akan pergi meninggalkan rumah
Hal itu saya biasakan,agar anak2 bisa melihat tauladan yg kami lakukan,mengiringi kepergian yang terkasih dengan pelukan dan do'a terbaik
Kami selalu menganggap 'seandainya itu adlh detik terakhir kami bersama',maka berangkatnya suami keluar rumah adlh wkt dmn semua ungkapan dan perlakuan kasih sayang akan terucapkan
"Abi,aa sayang abi, barakallah" ucap aa azhar sebelum abinya tancap gas
Saya menyeringai,membukakan gerbang pintu lantas berucap hal yg sama seperti diucapkan si sulung
Tak lama selepas abinya pergi,
aa azhar meminta tolong untuk diambilkan minum,katanya tenggorokannya seret
Baiklah
Saya berdiri,baru beberapa langkah tiba2 suara "gubrak" terdengar dari belakang
Disusul tangisan keras Zahid
Posisinya telungkup,kakinya tertindih sepeda kakaknya
Saya segera membalikkan badannya
Dan seketika kaki lemas melihat darah segar mengucur deras dari dahinya
Saya segera membawanya ke westafel ,mengalirkan air ke dahinya
Dahinya sobek sekitar 0.5cm dengan kedalaman sekitar 1.5mm
Dagingnya terlihat jelas ,membuat air mata saya mengalir deras
Sebisa mungkin saya tenang, mengambil es batu untuk menghentikan laju darahnya
Setelah darahnya tidak mengucur lagi,sy segera membalut lukanya dgn perban sementara,agar tangan Zahid tidak menggapai lukanya
Saya segera susui karena tangisnya tak berhenti,pertanda sakitnya tak tertahan
Allah, ini pertama kalinya saya mengalami hal seperti ini
Aa azhar paling parah dulu kepeleset lalu kepalanya benjol sebesar setengah telur ,itupun sudah membuat saya panik luar biasa
Ini,ditambah darah
Berkecamuk dalam hati ,"haruskah aku membela diri saat nanti ditanya pak suami? atau meminta maaf saja?"
Tapi aku putuskan untuk MEMINTA MAAF ,krn seharusnya aku menggendong Zahid untuk mengambil minum
(Lanjutan di Slide berikutnya)
2 Juni 2020,
Untuk yg tersayang ,terimakasih banyak ❣