19/07/2017
FYI: Opsi-opsi Wing-Back untuk Manchester United
Skor 5-2 untuk kemenangan Manchester United atas LA Galaxy jadi kemenangan pertama mereka di laga pramusim. Uniknya, kesuksesan itu dihiasi oleh formasi dasar 3-5-2 yang disuguhkan Jose Mourinho.
Dalam formasi tersebut, Phil Jones, Chris Smalling, serta Daley Blind jadi tiga bek tengah. Ander Herrera, Michael Carrick, dan Marouane Fellaini di tengah, serta Juan Mata dan Marcus Rashford di lini depan.
Lantas siapa yang mengisi pos wing-back? Mengingat sosok tersebut cukup vital dalam skema tiga bek, Antonio Valencia sudah pasti jadi opsi terdepan karena pengalamannya bermain sebagai full-back dan juga pemain sayap.
Uniknnya, pos wing-back sisi sebaliknya diisi oleh Jesse Lingard yang notabene dikenal sebagai pemain yang agresif. Tapi siapa sangka justru Lingard berhasil memprakarsai dua gol melalui sepasang assist yang dikirimkannya.
Namun, tunggu dulu… Lawan United cuma LA Galaxy yang minim agresivitas. Singkatnya, Lingard belum mendapatkan ujian yang benar-benar pas. Sebagai wing-back transisi bertahan ke menyerang dan sebaliknya yang sama baiknya adalah kebutuhan utama.
Kalaupun ada yang bisa dipuji dari Lingard dari laga itu, selain sepasang assist-nya, adalah work rate-nya yang meningkat. Lingard tak segan-segan menghadang pemain lawan yang menguasai bola hingga masuk ke area tengah lapangan.
Sementara itu uji coba Mourinho yang terbilang sukses makin memperkaya varian skema yang bakal diusungnya musim depan. Apalagi, pakem tiga bek bukanlah hal yang asing bagi United. Saat rezim Louis van Gaal berkuasa, "Setan Merah" sempat tampil dengan format 3-5-2 kendati tak bisa dibilang sukses.
Dari komposisi pemain, United beruntung memiliki banyak pemain versatile (serba-bisa) yang mumpuni beroperasi sebagai wing-back. Maka, bukan tak mungkin United bakal kembali menerapkan format tiga bek untuk mengarungi musim depan.
Tak semua full-back bisa tampil apik sebagai wing-back. Pasalnya, keseimbangan dalam bertahan dan menyerang jadi kunci utama karena mereka juga diplot untuk menyokong aksi bertahan dan menyerang. Berikut para pemain yang bisa jadi opsi Mourinho di sektor wing-back.
Antonio Valencia
Tentu saja Valencia layak jadi pilihan utama. Penampilan apiknya sebagai full-back di musim lalu terbilang impresif. Mobilitas serta determinasi jadi kekuatan utama pemain asal Ekuador itu. Kelihaiannya dalam mengirimkan umpan makin menambah daya jualnya.
Tiga assist telah disumbangkannya dari 28 laga di Premier League jadi bukti agresivitasnya. Tak cuma itu, Valencia cukup kompeten dalam bertahan lewat rata-rata tekelnya di angka 2,4 demikian seperti dicatat oleh WhoScored.
Daley Blind
Sebagai pengingat: Blind pernah bermain sebagai wing-back kiri di Tim Nasional Belanda pada Piala Dunia 2014. Kala itu ia tampil apik dan cukup kompeten.
Sebagai salah satu pemain yang paling versatile, Blind tentu tak akan kesulitan beroperasi sebagai wing-back kiri. Pengalamannya bermain di sektor bek tengah, gelandang bertahan, dan full-back telah memupuk awareness yang tinggi. Selain itu dirinya juga memenuhi aspek bertahan dan menyerang dengan rata-rata 2 tekel serta 1,2 umpan kunci per laga.
Matteo Darmian
Sama seperti Blind, Darmian juga bermain sebagai wing-back di Piala Dunia 2014. Bedanya, ia bermain sebagai wing-back kanan dan memperkuat Tim Nasional Italia.
Darmian memang bukan pilihan utama Mourinho di musim lalu. Pemain yang dibeli dari Torino itu cuma bermain 18 kali di ajang Premier League. Tapi kemampuannya bermain di dua sisi bisa jadi pertimbangan bagi manajer asal Portugal tersebut. Apalagi, Darmian terhitung intens dalam melakukan aksi bertahan dengan mencatatkan 2,3 tekel dan 2,2 intersep per laga, meski tak cukup baik dalam menyerang.
Marcos Rojo
Berbeda dengan Blind dan Darmian yang pernah bermain sebagai wing-back, dan Valencia yang aslinya adalah winger tetapi kemudian dikonversikan jadi bek sayap, Rojo tidak punya dasar untuk jadi wing-back.
Di antara kandidat lainnya, Rojo adalah pemain yang punya postur paling tinggi. Praktis, pergerakan pemain yang dibeli dari Sporting Lisbon itu tak secepat kandidat lainnya. Tapi jangan salah, pemain yang dibeli dari Sporting Lisbon itu terhitung andal dalam melepaskan umpan. Rojo masuk dalam daftar lima besar pemasok umpan terbanyak di United dengan rata-rata 45,3 di tiap pertandingan.
Asal bisa melakukan transisi dengan baik, Rojo layak dipertimbangkan di posisi ini. Namun, kami menilai, ada opsi lebih baik daripada dirinya untuk jadi wing-back di sebelah kiri.
Luke Shaw
Bisa dibilang Shaw memiliki tipikal serupa dengan Darmian. Bedanya, Shaw lebih lemah dalam melancarkan aksi bertahan. Di samping itu, jebolan akademi Southampton tersebut mengalami penurunan performa, yang jadi salah satu pertimbangan Mourinho untuk menurunkannya secara reguler.
Namun kecepatan dan pergerakan yang dimiliki Shaw membuatnya memenuhi salah satu syarat ideal wing-back bagi Mourinho. Shaw tinggal memperbaiki work-rate dan transisinya dari menyerang ke bertahan.
Ashley Young
Kecil kemungkinan Ashley Young untuk tampil jika melihat jam terbang minim yang diperolehnya dalam beberapa musim terakhir. Tapi, ia kerap diandalkan kalau stok pemain sedang minim.
Bukan berarti kami mengeasmpingkan kemampuannya untuk beroperasi sebagai wing-back. Pasalnya, ia juga pernah dioperasikan sebagai wing-back ketika United masih ditangani oleh Louis van Gaal.
Walaupun, yah, jujur saja… Young hanya dimainkan kalau tim sedang kepepet. Oleh karenanya, ia harus rela dimainkan di berbagai posisi yang bukan posisi aslinya, mulai dari wing-back hingga jadi full-back.