25/01/2014
Tenggelam nya Kapal Van Der Wijck
Karya: Haji Abdul Malik Karim
Amrullah atau Buya Hamka
Novel ini bercerita tentang kisah cinta
dua insan, tapi dipisahkan oleh
tradisi adat. Ada dua adat yang ada
dalam novel ini yaitu Budaya
Minangkabau (Padang) dan Budaya
Bugis (Makassar). Sang penulis
Buya Hamka beranggapan bahwa
beberapa tradisi adat tersebut tidak
sesuai dengan dasar-dasar Islam
ataupun akal budi yang sehat.
Cinta yang dirasakan Zainuddin
adalah cinta yang tidak
sampai karena terhalang oleh adat
yang sangat kuat. Cinta ini bermulai
ketika Zainuddin sudah tidak punya
orang tua lagi atau yatim piatu.
Ayah Zainuddin adalah suku
Minangkabau asli, dia diasingkan dan
dibuang ke Makassar karena telah
membunuh seseorang kerabat yang
disebabkan masalah warisan. Ayah
Zainuddin meninggal di Makassar. Ibu
Zainuddin adalah suku bugis (orang
Makassar), yang meninggal sebelum
wafatnya ayah Zainuddin.
Pada awalnya Zainuddin tinggal di
Makassar dengan teman ayahnya,
Mak Base. Kemudian Zainuddin
pindah ke Batipuh Kabupaten Tanah
Datar di Sumatra Barat.
Karena Zainuddin adalah campuran
orang Minangkabau dan Bugis, banyak
perlakuan buruk yang ditujukan
kepadanya, baik di Makassar maupun
di Minangkabau, karena kuatnya
adat istiadat masyarakat pada saat
itu.
Salah satu diskriminasi yang
dirasakan Zainuddin adalah ketika
dia mencintai Hayati yang merupakan
seorang anak dari bangsawan
Minangkabau.
Tapi Zainuddin tidak boleh menikahi
Hayati karena dihalangi oleh adat
istiadat yang mengatakan bahwa
Zainuddin bukan orang Minangkabau
asli karena ibunya dari Makassar.
Karena kecewa, Zainuddin kemudian
pindah ke Kota Padangpanjang yang
berjarak sekitar 10 km dari Batipuh.
Zainuddin tetap melakukan surat-
menyurat dengan Hayati.
Hayati lalu datang ke
Padangpanjang, karena dia punya
seorang kawan yang bernama
Khadijah, lalu Hayati menginap di
rumahnya. Khadijah mempunyai
kakak laki-laki yang bernama Aziz
yang diam-diam naksir pada Hayati.
Karena bermukim pada satu kota
(padangpanjang) akhirnya Azis dan
Zainuddin bersaing dalam
mendapatkan cinta Hayati.
Tapi sayang, keluarga Hayati lebih
memilih Azis yang merupakan
keturunan Minangkabau asli dan
keluarganya juga berada. Zainuddin
dianggap tidak lebih baik daripada
Azis karena Zainuddin adalah anak
campuran Minangkabau dan Bugis.
Mendengar pernikahan antara Hayati
dan Azis, membuat Zainudin jatuh
sakit, akan tetapi berkat dorongan
semangat dari Muluk sahabatnya yang
paling setia, kondisi Zainudin
berangsur-angsur membaik.
Kemudian Zainuddin dan Muluk pergi
pulau ke Jawa, tinggal pertama kali
di Batavia sebelum akhirnya pindah
ke Surabaya. Di perantauan,
Zainuddin menjadi penulis yang
terkenal.
Karena alasan pekerjaan, Azis juga
pindah ke Surabaya bersama
Hayati. Seiring waktu berjalan,
hubungan Azis dan Hayati tidak baik
lagi. Setelah Aziz dipecat, mereka
terpaksa menginap di rumah
Zainuddin.
Seiring waktu, Aziz menyadari bahwa
Zainuddin lebih pantas untuk Hayati.
Akhirnya Aziz memutuskan untuk
pergi ke Banyuwangi, dan dia
meninggalkan sepucuk surat yang
menyatakan telah mengikhlaskan
Hayati untuk Zainuddin. Kemudian
Azis mengakhiri hidupnya dengan
cara bunuh diri.
Rasa cinta Zainudin pada Hayati
sebenarnya masih kuat, akan tetapi
mengingat Hayati itu sudah menikah
dan bersuami, cinta yang masih
menggelora itu dia usahakan untuk
dipadamkan, kemudian Hayati
dibiayai untuk pulang ke kampung
halaman di Batipuh, Sumatra Barat.
Esok harinya, Hayati berangkat
dengan sebuah kapal yaitu Van der
Wijck . Kapal ini kemudian tenggelam
di pesisir utara pulau Jawa.
Setelah mengetahui kabar tersebut,
Zainuddin dan Muluk pergi ke untuk
mencari Hayati, akhirnya ditemukan
dia berada di sebuah rumah sakit di
Cirebon.
Setelah beberapa waktu, Hayati
akhirnya meninggal di rumah sakit
tersebut setelah melewati waktu
bersama Zainuddin. Di saat-saat
akhir hayatnya, Hayati masih sempat
mendengar dan melihat bahwa
sebenarnya Zainudin masih sangat
mencintainya, namun semua itu sudah
terlambat.
Beberapa waktu kemudian, Zainuddin
pun jatuh sakit, setelah badannya
makin lemah, kemudian akhirnya dia
wafat. Mereka lalu dikebumikan
secara berdampingan.
------
Harga: 33.000
Info & Pemesanan:
Pin BBM: 740971E9
Sms / whatsapp: 085711799154