27/03/2018
*Nanti juga kamu tahu sendiri!*
Umumnya orang tua, akan menjawab seperti judul diatas menghadapi pertanyaan mendadak anaknya yang mengejutkan jiwa dan membuatnya kehilangan kata. Misalnya : “Bu, adik nanti keluarnya lewat mana?” . “Ma, sel telur dan sperma itu ketemunya dimana untuk jadi bayi ?” dan puluhan pertanyaan lainnya.
Karena gizi yang kini lebih bagus dan rangsangan yang juga “bagus” dari lingkungan terutama dari berbagai informasi yang semakin mudah diperoleh dan diakses dari gadget ditangan mereka, anak anak punya banyak sekali pertanyaan yang tak tertahankan ingin diajukan pada ortunya , seperti diatas.
Ada beberap hal mengapa kita kaget, kehilangan kata menghadapi pertanyaan anak anak kita.
1. Tidak menyangka bahwa anak sekarang menanyakan hal itu secara sangat berani dan pada usia yang lebih muda.
2.Tidak menyiapkan diri untuk membicarakan hal ini atau menjawab pertanyaan .
3.Tidak terbiasa dialog dengan anak, yang umumnya dilakukan adalah :perintah dan larangan saja.
*Mengapa anak bertanya ?*
Sekurangnya ada dua kemungkinan
1. Mereka tidak bisa menemukan jawaban dari sumber informasi yang mereka terima, misalnya teman, orang dewasa lainnya, dari bacaan dan gambar atau video.
2. Ingin mengecek apa yang dia tahu benar atau tidak & mengecek pemahaman orang tuanya.
*Apa akibatnya kalau pertanyaan anak tidak terjawab dengan Tepat dan Benar sesuai norma agama?*
Yang paling gampang adalah mereka akan mencari tahu dari berbagai sumber yang bisa dengan cepat didapatkannya yaitu dari gadget ditangan mereka atau .. ya dari teman teman . Kedua sumber tersebut sudah bisa dibayangkan kemungkinan anak akan mendapatkan jawaban yang bukan saja tidak tepat dan tidak benar tapi bisa mengarahkan mereka ke informasi menyimpang yang belum sepatutnya diketahui anak.
Persoalan terbesar yang kita hadapi sekarang ini adalah kecenderungan para orang tua muda yang dengan sengaja telah memberikan gadget pada anak anaknya pada usia yang sangat dini .
Data yang saya peroleh dua tahun terakhir ini dengan menyebarkan angket setiap kali sebelum seminar saya berlangsung di berbagai kota : Propinsi maupun Kabupaten, menunjukkan sebanyak 20-30% lebih orang tua muda telah memberikan gadget ketangan anak anak nya berusia BATITA DAN BALITA !. Persentase ini bahkan mengalahkan jumlah mereka yang memberikan gadget ke anak usia SD Kelas 1-3!.
Ya Allah!, saya benar benar tidak faham, apa tujuan utamanya . Apakah karena biar anaknya anteng, karena kurangnya pengetahuan untuk membuat kegiatan bermakna dengan anak, terpengaruh lingkungan, abai dan sungguh sungguh tidak tahu akibat nya pada anak, atau hanya sekedar berbangga bangga karena mampu!.
Saya berdoa, agar ayah ibu ini mendapat petunjuk Allah akan kekeliruan besar yang mereka lakukan. Bagi anda yang membaca tulisan ini, tolonglah dengan berbagai cara bantu berikan informasi dan bangun kesadaran saudara saudara disekitar kita akan besarnya bahaya dari ketidak tahuan mereka memberikan gadget pada anaknya diusia sangat muda : Batita dan Balita. Saya sangat kawatirkan tidak tertanggungkan oleh mereka sendiri akibat dari kelalaian mereka itu nantinya !.
Jadi anak anak seusia ini tentu belum mampu merumuskan pertanyaan, yang mereka mampu adalah menirukan apa yang mereka lihat. Kemudian dengan perkembangan usia , mereka akan menanyakan berbagai hal seperti yang dituliskan diatas. Sudah bisa kita pastikan kalau ortu tidak siap, jawaban yang diperoleh anak, kalau bukan bentakan dan marah kenapa mengajukan pertanyaan tersebut, minimal se buruk2nya adalah memberikan jawaban sekenanya seperti judul tulisan ini, bukan ?.
*Jadi bagaimana dooong ?*
Pertanyaan mendadak seperti diatas, tentulah menggejolakkan berbagai perasaan negatif seperti diakui ribuan ibu ibu yang pernah mengikuti seminar tentang hal ini sejak bertahun tahun yl : kaget/ shock, takut, cemas, bingung, marah, , “blank” dan berbagai perasaan lainya yang campur aduk.
Oleh karena itulah saya sarankan untuk melakukan beberapa hal berikut ini.
1.Tenang, tarik nafas dalam dalam kalau perlu beberapa kali tapi kalau bisa jangan sampai terlihat oleh anak seperti orang yang terkena ‘serangan asthma mendadak’. Dengan begitu insha Allah anda terhindar dari berbagai emosi negatif seperti yang sudah disinggung diatas. Kalau anda bereaksi dengan emosi negatif, saya kawatir anda mematikan hasrat anak untuk bertanya lain kali. Padahal keberanian itu amat sangat penting bagi perkembangannya dan pengendalian serta pengarahan anda sebagai orang tua.
2. Rileks, katakan dalam hati :”Anakku berkembang, rasa ingin tahunya meningkat, aku harus memenuhi kebutuhannya”.
3.Senyum , pandang mata kalau perlu tepuk bahunya , untuk meyakinkannya dia punya hak untuk bertanya.
4.Katakan apa yang anda rasakan :”Kaget ( atau shock,bingung, gak sangka ayah/mama sama pertanyaan mu itu!”
Dengan melakukan point 1- 4 insha Allah anda telah terhindar dari kemungkinan memberikan jawaban yang tidak tepat atas pertanyaannya itu dan member anda waktu untuk berfikir.
5.Lihat kedalam diri anda, apakah ada sanggup menjawab pertanyaan tersebut dengan benar dan tepat saat itu juga atau tidak. Hal ini sangat perlu karena anak umumnya mengajukan pertanyaan karena 3 hal :
a.Sungguh2 terdesak karena ingin tahu.
b.Apakah yang dia tahu benar atau tidak.
c.Karena ingin ngetest orang tuanya : Tahu atau tidak jawabannya.
Dengan begitu, anda bisa berhati hati dengan menanyakan pada diri anda sendiri : JAWAB – TIDAK Ya?
6.Kalau anda memutuskan untuk TIDAK, maka katakan :” Hm.. karena pertanyaanmu mendadak, ayah/mama belum sempat menjawabnya sekarang. Maafin ya. Berikan ayah/mama waktu untuk beberapa hari . Sekarang hari Senin..hm.. Insha Allah Rabu sore ya..ayah/mama akan jawab” . Tentu jangka waktu ini tergantung kesediaan waktu anda untuk mencari jawaban yang tepat.
7.Tiba harinya, please : jangan belagak lupa!. Kalu belum siap, sampaikan saja dan atur waktu berikutnya.
8.Kalau anda memutuskan menjawab hari itu juga tolong cek PEMAHAMAN anak. Ini sangat penting unuk mengetahui apakah anak benar benar tidak tahu atau dia NGETEST anda dengan apa yang dia sudah tahu. Kalau anda tidak benar menjawabnya, dia akan tertawakan anda dengan teman2nya!.
Cara ngecek pertanyaannya adalah dengan menanyakan : *“Yang kamu tahu apa ?”* .Kelihatannya sepele, tapi kalau anda tidak berlatih, anda akan menanyakan bukan pengetahuan tapi sumber informasi : “Kamu tahunya dari mana?” Pertanyaan ini akan mengarahkan ke hal yang bukan kita inginkan .
Pertanyaa diatas, akan memberikan anda informasi : apakah anak sungguh2 tidak tahu atau mau ngecek pemahamannya .
9.Tangkap inti pertanyaan! Karena kaget dan panik biasanya orang tua tidak sempat menangkap apa inti dari pertanyaan anak. Makanya untuk meyakinkan, tanyakan pada anak .
“Tolong atau bisakah kamu ulangi sekali lagi apa yang kamu tanyakan? Dan bersiaplah mengingat apa intinya . Karena kalau inti pertanyaan tidak tertangkap, ortu akan terjebak memberikan jawaban yang sangat sangat panjang dan tidak tepat membuat anak tidak mengerti.
10.Kalau menjawab perhatikan :
a.Usia – Tingkat kecerdasan dan Tipe kepribadian anak ( Introvert dan ekstrovert).
b.Usahakan menggunakan rumus ini : P – S = Pendek dan Sederhana Karena kalau berpanjang panjang kawatir anak tidak mengerti.
c. *KUNCI* dengan norma agama.
d. Kalau pertanyaannya sangat sensitive seperti diatas, maka anda harus menyiapkan: waktu khusus, tempat yang khusus juga maksudnya tidak didepan adiknya yang lebih kecil dan latihan menjawab dan kesiapan akan berbagai jawaban menghadapi pertanyaan lanjutan. Suasana sebaiknya juga yang serius untuk menunjukkan bahwa apa yang ditanyakannya juga serius.
Misalnya :
Tanya : “Orang mens atau mimpi basah itu kapan sih ma?’
Jawab :” Kalau mens sekitar usia 9 -14 tahun. Persisnya kapan, Allah yang menentukan untuk masing masing orang.
Jawabannya sama dengan mimpi basah, tapi range usianya 10 -14.
Tanya : “Bu, adik nanti keluarnya lewat mana?”
Jawab : Tergantung usia dan tingkat kecerdasan. Jangan berdusta dengan mengatakan :”Diterbangkan Bangau!”
Balita : Dengan senyum: “ Dari perut mama (tunjukkan garis cesar) akan dibedah dokter dan akan dijahit lagi. Allah Maha Kuasa mampu menyembuhkannya dengan cepat!”
Usia 8 -9 tahun keatas : Ajak duduk dengan serius dan jelaskan dengan datar dan ekspresi wajah yang terkontrol, bahwa :”Melahirkan ada dua kemungkinan , lewat operasi atau jalan normal melalui lubang dibawah tempat pipis. Allah Maha Kuasa menakdirkannya seperti itu, memudahkannya dan menyembuhkannya.
Untuk anak anak yang menjelang baligh, ini memberikan anda tanda bahwa anda sebagai ortu sudah saatnya membuat Jadwal dan menyusun berbagai infomasi dan landasan syar’inya untuk mempersiapkan anak anda menghadapi pubertasnya. Sekali anda mulai kegiatan ini sebaiknya tidak berhenti sampai mereka menjelang menikah . Bentuk pertemuan dan dialognya tentu berubah menyesuaikan dengan perkembangan mereka.
Begitulah dulu, perbincangan kita kali ini. Untuk terampil, kita memang harus mempraktekkannnya bersama dalam seminar atau pelatihan. Tapi semangat!! Mintalah selalu pertolongan Allah dan banyak berdoa agar kita di beri kekuatan, ilmu, kesabaran dan ketabahan dalam mengasuh dan membesarkan serta mendidik buah hati kita. Selamat berjuang dan belajar berkali kali untuk mampu menjawab pertanyaan anak kita. Hindari menjawab seperti judul diatas. Dan sekali lagi tolong himbau teman dan saudara untuk tak mengandalkan gadget mengasuh anaknya .
Bila dinilai bermanfaat, silahkan dishare dan tak perlu minta izin lagi.
Bekasi, 25 Maret 2018
Elly Risman