Reyhan Battery

Reyhan Battery ☑️ Outlet ACCU
☑️ Kreator Reel
☑️ Share Quotes

21/03/2026

*بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــم*

*"𝕊𝕖𝕝𝕒𝕞𝕒𝕥 ℍ𝔸ℝ𝕀 ℝ𝔸𝕐𝔸 '𝕀E𝔻𝕌𝕃 FITRI 1447 ℍ"*

*تَقَبَّلَ اللّهُ مِنَّاوَمنِْكُمْ*

_"Semoga Allâh menerima amalku dan amal kalian"_
_______________
*Keluarga besar Reyhan Battery*

🍃🍀🌹☘️🌺🍃

VW Polo Delkor 56219
24/02/2026

VW Polo
Delkor 56219

╭───•  ❖ ﷽ ❖ •───╮⁣⁣  📚    F A I D A H  P A G I╰───••• ❂•◉•❂ •••───╯*Jangan Jadikan Pekerjaanmu Hanya Sebagai Rutinitas ...
14/12/2025

╭───• ❖ ﷽ ❖ •───╮⁣⁣
📚 F A I D A H P A G I
╰───••• ❂•◉•❂ •••───╯

*Jangan Jadikan Pekerjaanmu Hanya Sebagai Rutinitas Harian Semata*

Sungguh, meskipun di mata kita bekerja itu hanya rutinitas harian semata, di mata Allah Ta’ala akan bernilai ibadah jika diniatkan sebagai ibadah, mencari pahala, dan memenuhi hak-hak orang-orang yang berada di bawah tanggung jawab kita.

Dengan niat yang benar, sebuah rutinitas dan aktifitas akan berubah nilainya di sisi Allah Ta’ala. Sungguh benar sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam,

إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ وَلِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى

_“Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang akan mendapatkan sesuai niatnya.”_ (HR. Bukhari no. 1)

Saat berangkat kerja, sertakan niat untuk mengharap ridha dan wajah Allah Ta’ala, berusahalah untuk mencari penghasilan dan nafkah keluarga dari yang halal, hindarkan diri dari sesuatu yang masih abu-abu dan kita ragu tentang hukumnya.

Sebagaimana ibadah lainnya tidak akan Allah terima, kecuali dengan mengikuti pedoman-Nya dan ajaran Nabi-Nya.

Begitu p**a dengan bekerja, tidak akan mendapatkan keberkahan dan bernilai pahala, kecuali jika sudah sesuai dengan tuntunan Allah dan Rasul-Nya.

اللَّهُمَّ اكْفِنِى بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِى بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

_“Ya Allah, cukupkanlah aku dengan yang halal dan jauhkanlah aku dari yang haram, dan cukupkanlah aku dengan karunia-Mu dari bergantung pada selain-Mu.”_ (HR. Tirmidzi no. 3563)

Copas dari grup berbagi

•┈┈◎❅❀༻➰༺❀❅◎┈┈•

13/12/2025

Hati hati jika muncul dalam dirimu salahsatu dari tiga perkara ini

TIGA NAFSU YANG MENGENDALIKAN HIDUPMUJarang sekali kita menyadari bahwa hidup ini sering diarahkan oleh tiga keadaan jiw...
13/12/2025

TIGA NAFSU YANG MENGENDALIKAN HIDUPMU

Jarang sekali kita menyadari bahwa hidup ini sering diarahkan oleh tiga keadaan jiwa atau nafsu yang disebutkan dalam Al-Qur’an: nafsu ammārah, lawwāmah, dan muṭma’innah. Para ulama menjelaskan bahwa jiwa manusia dapat berubah-ubah sesuai dorongan yang ia ikuti.

Nafsu ammārah adalah jiwa yang selalu mengajak kepada keburukan. Allah ﷻ Ta'ala berfirman:

۞ وَمَآ اُبَرِّئُ نَفْسِيْۚ اِنَّ النَّفْسَ لَاَمَّارَةٌ ۢ بِالسُّوْۤءِ اِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّيْۗ اِنَّ رَبِّيْ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

“Aku tidak (menyatakan) diriku bebas (dari kesalahan) karena sesungguhnya nafsu itu selalu mendorong kepada kejahatan, kecuali (nafsu) yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS Yūsuf [12]: 53).

Nafsu lawwāmah adalah jiwa yang selalu menyesali dirinya sendiri ketika berbuat salah, dan Allah bersumpah atasnya dalam firman-Nya:

وَلَآ اُقْسِمُ بِالنَّفْسِ اللَّوَّامَةِ

“Aku bersumpah demi jiwa yang sangat menyesali (dirinya sendiri).” (QS Al-Qiyāmah [75]: 2)

Adapun nafsu muṭma’innah adalah jiwa yang tenang karena selalu kembali kepada Allah ﷻ, hal ini sebagaimana firman-Nya:

الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُ ۗ

“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, bahwa hanya dengan mengingat Allah hati akan selalu tenteram.” (QS Ar-Ra‘d [13]: 28).

Inilah jiwa yang kelak dipanggil dengan lembut, sebagaimana disebutkan dalam firman Allah ﷻ:

يٰٓاَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَىِٕنَّةُۙ ۝ ارْجِعِيْٓ اِلٰى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً ۚ

“Wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan ridha dan diridhai.” (QS Al-Fajr [89]: 27-28)

Maka marilah kita berusaha mengendalikan hawa nafsu, menundukkan jiwa kepada aturan Allah, dan memohon taufik-Nya agar kita digolongkan sebagai pemilik jiwa yang tenang. Āmīn.

Allāhu Ta‘ālā a‘lam bishawāb.

Ustadz Khalid Basalamah Hafizhahullah


-----------------------------------------------------------------------

Delkor

MANUSIA LEBIH SERAKAH DARI SERIGALA LAPARRasullullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:“Dua serigala yang lapar yang d...
13/12/2025

MANUSIA LEBIH SERAKAH DARI SERIGALA LAPAR

Rasullullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

“Dua serigala yang lapar yang dilepas di tengah kump**an kambing, tidak lebih merusak dibanding-kan dengan sifat tamak manusia terhadap harta dan kedudukan yang sangat merusak agamanya.”

(HR. at-Tirmidzi, no. 2376)

Serigala lapar makan kambingnya hanya beberapa ekor saja, cukup sampai dia kenyang. Sedangkan manusia, semuanya habis beserta kandangnya.



------------------------------------------------------------------------

📸 Amaron

╭───•  ❖ ﷽ ❖ •───╮⁣⁣ 📚    F A I D A H  P A G I╰───••• ❂•◉•❂ •••───╯*JANGANLAH MENYAKITI SUAMIMU !*Dalam sebuah hadits ya...
13/12/2025

╭───• ❖ ﷽ ❖ •───╮⁣⁣
📚 F A I D A H P A G I
╰───••• ❂•◉•❂ •••───╯

*JANGANLAH MENYAKITI SUAMIMU !*

Dalam sebuah hadits yang shohih, dari Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

لاَ تُؤْذِى امْرَأَةٌ زَوْجَهَا فِى الدُّنْيَا إِلاَّ قَالَتْ زَوْجَتُهُ مِنَ الْحُورِ الْعِينِ لاَ تُؤْذِيهِ قَاتَلَكِ اللَّهُ فَإِنَّمَا هُوَ عِنْدَكِ دَخِيلٌ يُوشِكُ أَنْ يُفَارِقَكِ إِلَيْنَا

_"Tidaklah seorang wanita (istri) menyakiti suaminya di dunia, melainkan calon istrinya dari kalangan bidadari di surga akan berkata : “Jangan engkau sakiti dia ! Semoga Allah membinasakanmu. Dia hanyalah sementara bersamamu di dunia, sebentar lagi dia akan meninggalkanmu dan kembali kepada kami."_ (HR. At-Tirmidzi no. 1174, dan Ibnu Majah no. 2014, dinilai hasan)

*Catatan :*

1. Hadits ini memberi peringatan keras bagi seorang istri, agar berhati-hati dalam bersikap terhadap suaminya !

Jangan sampai menyakitinya, menzhaliminya, atau membuat suaminya menderita secara sengaja.

2. Dalam hadits di atas, seorang istri di dunia yang menyakiti suaminya, baik dengan ucapannya, sikap kasarnya, kedurhakaannya, atau tidak menghargai suaminya, dia akan mendapat celaan dari bidadari yang menjadi calon pendamping suaminya di surga.

3. Ucapan bidadari "قاتلكِ الله" (semoga Allah membinasakanmu) :

Ini adalah bentuk celaan dan ancaman keras, bukan doa secara hakiki, yang menunjukkan betapa besar kedudukan suami di sisi Allah, dan besarnya dosa menyakitinya.

4. Ucapan bidadari : _“Dia hanyalah sementara bersamamu”_ :

Artinya, kehidupan dunia itu sangat singkat. Suamimu hanyalah “tamu sementara” bagimu. Bila dia seorang mukmin yang taat, kelak dia akan mendapatkan istri-istri yang jauh lebih mulia dan indah di surga, yaitu bidadari.

5. *Faedah dan Pelajaran Berharga* dari hadits ini :

a. *Larangan keras bagi istri menyakiti suaminya.*

b. *Menyakiti suami, baik dengan ucapan (seperti mencaci, mengomel, membentak), atau perbuatan (membangkang, menolak hak suami, atau mempermalukannya), adalah dosa besar, dan menjadi sebab hilangnya keberkahan rumah tangga.*

c. *Seorang suami itu memiliki kedudukan tinggi di sisi istrinya.*

Ya, karena Allah telah menjadikan seorang suami itu sebagai pemimpin dan penanggung jawab rumah tangga.

Maka, *berbakti kepada suami termasuk jalan menuju surga bagi seorang istri.*

Nabi ﷺ pernah bersabda :

إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا وَصَامَتْ شَهْرَهَا وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا قِيلَ لَهَا ادْخُلِى الْجَنَّةَ مِنْ أَىِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ

_“Jika seorang wanita selalu menjaga shalat lima waktu, juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadhan), serta betul-betul menjaga kemaluannya (dari perbuatan zina) dan benar-benar taat pada suaminya, maka dikatakan pada wanita yang memiliki sifat mulia ini : “Masuklah ke dalam surga melalui pintu mana saja yang engkau suka.”_

(HR. Ahmad (1/191) dan Ibnu Hibban (9/471). Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shohih)

d. Peringatan keras, bahwa *kehidupan dunia ini hanyalah sementara.*

Termasuk dalam perkara ini, bahwa hubungan antara suami-istri di dunia ini hanyalah sementara, yang kekal adalah kehidupan di akhirat nanti.

Maka hendaknya seorang istri memperlakukan suaminya dengan baik, agar keduanya bisa bersama-sama di surga nanti, bukan berpisah di akhirat karena kedurhakaan/dosa.

e. Hadits ini *sebagai hiburan bagi suami yang dizhalimi oleh istrinya.*

Ya, *menjadi penghibur bagi para suami yang sabar atas gangguan istrinya. Bahwa kelak dia akan mendapat ganti yang jauh lebih baik di sisi Allah (yakni berupa bidadari), jika dia tetap bersabar dan tidak membalas menzhalimi istrinya kembali.*

f. Hadits ini juga menunjukkan, bahwa *akhlak seseorang terhadap pasangan hidupnya (yakni suami atau istri itu), sangat berpengaruh terhadap nasibnya di akhirat nanti.*

Ya, karena *rumah tangga itu bukan hanya urusan duniawi, tetapi juga ladang amal sholih.*

Menyakiti pasangan, bisa menjadi sebab murka Alloh ta’ala. Sedangkan berbuat baik terhadap pasangan hidup, bisa menjadi sebab ridha Alloh ta’ala.

6. Kesimp**an :
a. Hadits ini adalah sebagai *peringatan bagi para istri agar menjaga lisannya, adabnya, dan akhlaknya terhadap suami.*

Karena *menyakiti suami bukan hanya menyebabkan keretakan rumah tangganya di dunia ini, tetapi juga akan menimbulkan penyesalan di akhirat nanti.*

b. Sebaliknya, *istri yang sabar, taat, lembut, dan menghormati suaminya, akan mendapat kedudukan tinggi di sisi Allah dan menjadi calon penghuni surga bersama suaminya.*

Demikianlah pembahasan yang ringkas ini, semoga menjadi nasehat dan tambahan ilmu yang bermanfaat untuk kita semuanya...

_Nas-alulloha At-Taufiq wal Istiqomah…_

✍ Ustadz Abu Abdirrohman Yoyok WN, hafizhahullah.

Semoga bermanfaat bagi kita semuanya.

•┈┈◎❅❀༻➰༺❀❅◎┈┈•

Aspira Astra

13/12/2025

Sebelum engkau melakukan dosa renungkanlah ini,

╭───•  ❖ ﷽ ❖ •───╮⁣⁣       📚    F A I D A H  ╰───••• ❂•◉•❂ •••───╯*📌Tak perlunya segala hal diceritakan*Ketika Nabi Yusu...
12/12/2025

╭───• ❖ ﷽ ❖ •───╮⁣⁣
📚 F A I D A H
╰───••• ❂•◉•❂ •••───╯

*📌Tak perlunya segala hal diceritakan*

Ketika Nabi Yusuf menceritakan mimpinya kepada sang Ayah, Nabi Ya'qub, respon pertama Nabi Ya'qub adalah,

"Jangan kau ceritakan mimpimu ini kepada saudara-saudaramu..."

Ya, Nabi Yusuf bermimpi hal yang baik dimana Matahari, Bulan dan Bintang-bintang bersujud kepadanya. Pun demikian, Sang Ayah melarang beliau untuk menceritakan kabar baik ini, khawatir saudara-saudara beliau akan iri dan berbuat hal buruk kepada Nabi Yusuf.

Ya, *kabar baik, hal menggembirakan, kenikmatan yang kita terima, tidaklah mesti kita ceritakan ke semua orang. Karena tidak semua orang akan ikut bahagia atas kebahagiaan yang kita terima*.

Karena di sana ada orang yang hasad melihatnya, adap**a yang merasa sedih, semakin tak bersyukur atas kondisi mereka karena membandingkan keadaan mereka dengan orang-orang di atasnya.

Ya, cukupkan menceritakan kenikmatan, kebahagiaan, hal baik yang kita ketahui hanya kepada orang-orang terdekat, keluarga, sahabat yang kita yakini mereka akan ikut senang atas kenikmatan yang kita dapatkan tersebut.

Tidak semua orang harus tahu, karena tak semua orang bisa ikut tulus berbahagia bersamamu...

✏️ Ustadz Boris Tanesia, S.Si. Hafizhahulla.

➖➖➖➖➖➖➖

•┈┈◎❅❀༻➰༺❀❅◎┈┈•

╭───•  ❖ ﷽ ❖ •───╮⁣⁣     📚   F A I D A H  ╰───••• ❂•◉•❂ •••───╯*Pernah sadar kah, kalau cara kita bicara bisa menentukan...
12/12/2025

╭───• ❖ ﷽ ❖ •───╮⁣⁣
📚 F A I D A H
╰───••• ❂•◉•❂ •••───╯

*Pernah sadar kah, kalau cara kita bicara bisa menentukan bagaimana orang lain memperlakukan kita?*

Kadang satu kalimat sederhana bisa bikin orang merasa dicintai…
Tapi satu kata yang salah juga bisa meninggalkan luka yang lama sembuhnya.

🔹 Dengan ibu, kita belajar untuk sabar, karena beliau nggak butuh jawaban panjang—hanya butuh didengar dengan kasih.
🔹 Dengan ayah, kita belajar untuk hormat, walau cintanya sering terlihat lewat tindakan, bukan ucapan.
🔹 Dengan pasangan, kita belajar jujur, sebab hubungan sehat hanya tumbuh dari kepercayaan.
🔹 Dengan orang lain, kita belajar hati-hati, karena ucapan yang salah bisa meninggalkan bekas.
🔹 Dan dengan Allah, kita belajar untuk ikhlas apa adanya, tanpa perlu menyembunyikan apapun.

Pada akhirnya, *cara bicara adalah cermin siapa diri kita*.
Jaga kata-kata, karena sekali terucap, ia tak bisa ditarik kembali.

Allah Ta’ala berfirman,

وَاخْفِضْ جَنَاحَكَ لِلْمُؤْمِنِينَ

_“Dan berendah dirilah kamu terhadap orang-orang yang beriman.”_ (QS. Al Hijr: 88)

Syaikh Muhammad Al Amin Asy Syinqithi mengatakan,

“ *'Berendah dirilah‘* yang dimaksud dalam ayat ini hanya untuk mengungkapkan *agar seseorang berlaku lemah lembut dan tawadhu’ (rendah diri)*.”

Jadi sebenarnya ayat ini berlaku umum untuk setiap perkataan dan perbuatan, yaitu kita diperintahkan untuk berlaku lemah lembut. Ayat ini sama maknanya dengan firman Allah Ta’ala,

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ الله لِنتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظّاً غَلِيظَ القلب لاَنْفَضُّواْ مِنْ حَوْلِكَ

_“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.”_ (QS. Ali Imron: 159).

Yang dimaksud dengan *bersikap keras di sini adalah bertutur kata kasar.*

Dengan sikap seperti ini malah membuat orang lain lari dari kita.

Al Hasan Al Bashri mengatakan,

_“Berlaku lemah lembut inilah akhlaq Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang di mana beliau diutus dengan membawa akhlaq yang mulia ini.”_ (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 3/232)

——
Jumadil Akhir Series | Spread the Light of Qur’an & Sunnah

——
‎بارك الله فيك

•┈┈◎❅❀༻➰༺❀❅◎┈┈•

12/12/2025

Jangan malu minta ampun kepada Allah

Address

Jalan Raya Cinunuk No. 524 Cileunyi Bandung
Bandung
40623

Opening Hours

Monday 07:00 - 17:30
Tuesday 07:00 - 17:30
Wednesday 07:00 - 17:30
Thursday 07:00 - 17:30
Friday 07:00 - 17:30
Saturday 07:00 - 17:30
Sunday 07:00 - 17:30

Telephone

+6285220950707

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Reyhan Battery posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Reyhan Battery:

Share

Category