13/12/2025
╭───• ❖ ﷽ ❖ •───╮
📚 F A I D A H P A G I
╰───••• ❂•◉•❂ •••───╯
*JANGANLAH MENYAKITI SUAMIMU !*
Dalam sebuah hadits yang shohih, dari Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
لاَ تُؤْذِى امْرَأَةٌ زَوْجَهَا فِى الدُّنْيَا إِلاَّ قَالَتْ زَوْجَتُهُ مِنَ الْحُورِ الْعِينِ لاَ تُؤْذِيهِ قَاتَلَكِ اللَّهُ فَإِنَّمَا هُوَ عِنْدَكِ دَخِيلٌ يُوشِكُ أَنْ يُفَارِقَكِ إِلَيْنَا
_"Tidaklah seorang wanita (istri) menyakiti suaminya di dunia, melainkan calon istrinya dari kalangan bidadari di surga akan berkata : “Jangan engkau sakiti dia ! Semoga Allah membinasakanmu. Dia hanyalah sementara bersamamu di dunia, sebentar lagi dia akan meninggalkanmu dan kembali kepada kami."_ (HR. At-Tirmidzi no. 1174, dan Ibnu Majah no. 2014, dinilai hasan)
*Catatan :*
1. Hadits ini memberi peringatan keras bagi seorang istri, agar berhati-hati dalam bersikap terhadap suaminya !
Jangan sampai menyakitinya, menzhaliminya, atau membuat suaminya menderita secara sengaja.
2. Dalam hadits di atas, seorang istri di dunia yang menyakiti suaminya, baik dengan ucapannya, sikap kasarnya, kedurhakaannya, atau tidak menghargai suaminya, dia akan mendapat celaan dari bidadari yang menjadi calon pendamping suaminya di surga.
3. Ucapan bidadari "قاتلكِ الله" (semoga Allah membinasakanmu) :
Ini adalah bentuk celaan dan ancaman keras, bukan doa secara hakiki, yang menunjukkan betapa besar kedudukan suami di sisi Allah, dan besarnya dosa menyakitinya.
4. Ucapan bidadari : _“Dia hanyalah sementara bersamamu”_ :
Artinya, kehidupan dunia itu sangat singkat. Suamimu hanyalah “tamu sementara” bagimu. Bila dia seorang mukmin yang taat, kelak dia akan mendapatkan istri-istri yang jauh lebih mulia dan indah di surga, yaitu bidadari.
5. *Faedah dan Pelajaran Berharga* dari hadits ini :
a. *Larangan keras bagi istri menyakiti suaminya.*
b. *Menyakiti suami, baik dengan ucapan (seperti mencaci, mengomel, membentak), atau perbuatan (membangkang, menolak hak suami, atau mempermalukannya), adalah dosa besar, dan menjadi sebab hilangnya keberkahan rumah tangga.*
c. *Seorang suami itu memiliki kedudukan tinggi di sisi istrinya.*
Ya, karena Allah telah menjadikan seorang suami itu sebagai pemimpin dan penanggung jawab rumah tangga.
Maka, *berbakti kepada suami termasuk jalan menuju surga bagi seorang istri.*
Nabi ﷺ pernah bersabda :
إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا وَصَامَتْ شَهْرَهَا وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا قِيلَ لَهَا ادْخُلِى الْجَنَّةَ مِنْ أَىِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ
_“Jika seorang wanita selalu menjaga shalat lima waktu, juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadhan), serta betul-betul menjaga kemaluannya (dari perbuatan zina) dan benar-benar taat pada suaminya, maka dikatakan pada wanita yang memiliki sifat mulia ini : “Masuklah ke dalam surga melalui pintu mana saja yang engkau suka.”_
(HR. Ahmad (1/191) dan Ibnu Hibban (9/471). Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shohih)
d. Peringatan keras, bahwa *kehidupan dunia ini hanyalah sementara.*
Termasuk dalam perkara ini, bahwa hubungan antara suami-istri di dunia ini hanyalah sementara, yang kekal adalah kehidupan di akhirat nanti.
Maka hendaknya seorang istri memperlakukan suaminya dengan baik, agar keduanya bisa bersama-sama di surga nanti, bukan berpisah di akhirat karena kedurhakaan/dosa.
e. Hadits ini *sebagai hiburan bagi suami yang dizhalimi oleh istrinya.*
Ya, *menjadi penghibur bagi para suami yang sabar atas gangguan istrinya. Bahwa kelak dia akan mendapat ganti yang jauh lebih baik di sisi Allah (yakni berupa bidadari), jika dia tetap bersabar dan tidak membalas menzhalimi istrinya kembali.*
f. Hadits ini juga menunjukkan, bahwa *akhlak seseorang terhadap pasangan hidupnya (yakni suami atau istri itu), sangat berpengaruh terhadap nasibnya di akhirat nanti.*
Ya, karena *rumah tangga itu bukan hanya urusan duniawi, tetapi juga ladang amal sholih.*
Menyakiti pasangan, bisa menjadi sebab murka Alloh ta’ala. Sedangkan berbuat baik terhadap pasangan hidup, bisa menjadi sebab ridha Alloh ta’ala.
6. Kesimp**an :
a. Hadits ini adalah sebagai *peringatan bagi para istri agar menjaga lisannya, adabnya, dan akhlaknya terhadap suami.*
Karena *menyakiti suami bukan hanya menyebabkan keretakan rumah tangganya di dunia ini, tetapi juga akan menimbulkan penyesalan di akhirat nanti.*
b. Sebaliknya, *istri yang sabar, taat, lembut, dan menghormati suaminya, akan mendapat kedudukan tinggi di sisi Allah dan menjadi calon penghuni surga bersama suaminya.*
Demikianlah pembahasan yang ringkas ini, semoga menjadi nasehat dan tambahan ilmu yang bermanfaat untuk kita semuanya...
_Nas-alulloha At-Taufiq wal Istiqomah…_
✍ Ustadz Abu Abdirrohman Yoyok WN, hafizhahullah.
Semoga bermanfaat bagi kita semuanya.
•┈┈◎❅❀༻➰༺❀❅◎┈┈•
Aspira Astra