10/03/2020
Islam memberi solusi, apabila suatu daerah terkena wabah, tempat itu diisolasi. Orang yang berada di luar tidak boleh masuk dan yang berada di dalam tidak boleh keluar darinya. Inilah solusi Islam sejak kedatangannya 1441 tahun yang lalu. Islam juga memberi solusi pencegahan sebelum terjadinya penyakit yang dikhawatirkan, yaitu dengan berbagai upaya yang mungkin dilakukan dan tidak bertentangan dengan syariat.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Di antaranya adalah dengan memberikan vaksin (apabila telah ada vaksin yang menangkalnya), mengonsumsi obat yang menguatkan antibodi pada tubuh kita, dan melakukan usaha-usaha perlindungan yang nyata, seperti memakai masker, mencuci tangan dengan sabun setelah memegang sesuatu yang dikhawatirkan bisa menjadi media penularan, menerapkan etiket batuk/bersin, dan sebagainya.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Di antara contoh konkretnya, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajari kita untuk memakan kurma Ajwa agar terhindar dari serangan racun. “Barangsiapa di pagi hari memakan tujuh butir kurma ajwa, maka ia tidak akan terkena racun dan sihir pada hari itu.” (HR. Bukhari no. 5779 dan Muslim no. 2047).
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Islam memberikan harapan bagi yang terkena wabah, bahwa hal itu akan menjadi penebus dosa dan akan mengangkat derajatnya. Maka dari itu, seorang muslim yang hidup di daerah wabah tidak perlu panik dan takut secara berlebihan. Dia harus bersabar dan bertawakal menghadapi segala ujian. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tha’un merupakan suatu azab yang Allah turunkan kepada siapa yang Allah kehendaki, lalu Allah menjadikannya sebagai rahmat bagi kaum mukminin. Maka dari itu, tidaklah seorang hamba yang terkena tha’un lantas dia tetap bersabar di daerah tersebut dan yakin bahwa dia hanya akan tertimpa sesuatu yang telah Allah takdirkan untuknya, kecuali dia akan mendapat pahala seperti (pahala) orang yang syahid.” (HR. Bukhari).
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Wallahu waliyyut taufiq was sadaad.
-