12/02/2017
Ciri2 Cream Kecantikan yang mengandung MERCURY
=> Krim terasa lengket.
=> Di beberapa kasus, ada yang mencampurkan Merkuri dengan bedak dingin atau bedak jerawat agar tampak lebih encer dan lembut.
=> Pada umumnya akan terlihat bahwa krim Merkuri tidak menyatu dengan sempurna. Bila didiamkan, minyak akan terpisah dengan bagian padat.
=> Bau logam Merkuri akan tercium. Bisa jadi juga krim beraroma parfum yang menyengat, untuk menyembunyikan bau Merkuri.
=> Warna krim biasanya sangat mencolok, karena biasanya bahan pewarna yang digunakan adalah bahan pewarna tekstil. Misalnya saja, krim kuning-putih. Krim kuning untuk pagi, dan putih untuk malam. Biasanya krim berwarna putih mengilat seperti mutiara. Warna mengilat itu adalah logam Merkuri.
=> Jika kulit sensitif, maka akan terasa panas dan gatal ketika dioleskan.
=> Pemakaian awal akan menyebabkan kulit iritasi, dan akan diperparah jika kulit terpapar sinar matahari langsung.
=> Kulit akan menjadi putih tidak normal, biasanya menjadi pucat. Perubahan wana kulit hanya dalam waktu singkat. Makin tinggi kadar Merkuri yang terkandung di dalam krim yang digunakan, maka makincepat memberikan warna putih.
=> Wajah sama sekali tidak berjerawat. Hal itu karena jaringan epidermis kulit telah rusak, sehingga tidak lagi memroduksi protein. Selain itu, bakteri dan kuman juga tidak menyukai kulit yang telah tercemar oleh Merkuri.
=> Pori-pori seolah menjadi kecil dan halus. Sebenarnya yang terjadi adalah, lapisan terluar kulit telah terkikis oleh logam Merkuri. Efeknya akan terasa ketika kulit terkena sinar matahari langsung. Kulit akan terasa terbakar, gatal dan kemerahan. Itu karena kulit sudah tidak lagi memiliki melanin yang berfungsi untuk melindungi kulit dari sinar matahari.
=> Terjadi keracunan metabolisme tubuh seperti pusing, mual-mual, gemetaran (tremor), susah tidur, gangguan penglihatan, gangguan emosi, gangguan pada saluran kemih, depresi, dan pikun.