27/05/2019
A. "Rumus cinta VS Rumus cinta"
- kayak nya tadi yg lewat mirip dengan si hikmah mungkin ya ?
- ah itu sich perasaan kamu aja, kale !
B. "Bicara cinta VS Bicara cinta"
- si hikmah lewat jalan itu ya ternyata ?
- salah lihat mungkin kamu, bukan itu si hikmah !
C. "Merasakan cinta VS Merasakan cinta"
- eh sampe' lupa kalau nama ku adalah Hikmah
- emangnya ngapain aja kamu ?, kok malah makin lupa diri !
D. "Rumus cinta VS Bicara cinta"
- kenapa si hikmah di dalam terus ya ?, Apa lagi uring2an mungkin ya ?
- ya begitulah kebetulan kalau pas lagi lucu-lucu nya, kelihatan makin imut, hehehe
E. "Rumus cinta VS Merasakan cinta"
- cie,, cie,, ciee kalau pas lagi tebar pesona !, Makin keren dan romantis aja nich ?!
- ya iya lah, emang nya ke mana aja ! Kok seperti nya baru tahu skrg, hmmmmzh
F. "Bicara cinta VS Merasakan cinta"
- ucapan ku adalah hikmah yang tak pernah dekat sedikit pun dengan mental-mental kedunguan apalagi dengan mental plat nomer
- Kemesraan ku adalah lentera bagi gelap nya diri yg haus akan terang nya jiwa ke ilahian
- Pelukan ku dari lingkar lengan yg semakin erat dengan semakin padat nya hikmah di tiap-tiap organ tubuh yg semakin menua
- karena ke beradaan ku bukan dari kalangan pengecut yang selalu mendapatkan aplous tepuk tangan ketika tontonan tersebut tidak semuanya bisa di bilang tuntunan.
- hembusan kata perkata dari ku adalah kejadian demi kejadian takdir yg tak pernah terhapus oleh para pemimpi yg masih tidur berselimutkan EPIGONISME di atas ranjang EGOSENTRISME ber bantal guling kan pasukan huru hara hanya demi perebutan tahta.