14/05/2026
TEKS ASLI PERJANJIAN LAMA ADALAH MASORETIC TEXT (MT), TEXT ASLI PERJANJIAN BARU ADALAH TEXTUS RECEPTUS (TR).
Pada awalnya Alkitab yang tersedia adalah Alkitab bahasa Latin, yaitu Vulgata. Alkitab yang pertama kali dicetak dinamakan Johann Gutenberg Bible 42 Line (dalam satu halaman ada 42 garis teks), dinamakan dengan nama penemu mesin cetak yaitu Johan Gutenberg. Alkitab ini terbit sekitar tahun 1452 dan 1456* (*tahun terbit tidak bisa ditentukan secara tepat). Sampai pada tahun 1600, para teolog cukup puas dengan Alkitab bahasa Latin, terutama bila membahas Alkitab Perjanjian Baru. Lebih dari 100 edisi Alkitab Perjanjian Baru terbit dalam bahasa Latin. Padahal kita mengetahui bahwa teks Alkitab Perjanjian Baru ditulis dalam bahasa Yunani. Tidak seorang pun mau mengecek kebenaran Alkitab bahasa Latin yang diterbitkan gereja Katolik saat itu dalam manuscript bahasa Yunani.
Baru pada tanggal 10 Januari 1514 terbit edisi Alkitab Perjanjian Baru Bahasa Yunani yang bernama Complutensian Polyglot.
Kemudian tanggal 1 Maret 1516 terbit edisi kedua Alkitab Perjanjian Baru Bahasa Yunani yang bernama Novum Instrwnentum Omne oleh Desiderius Erasmus, yang dipasarkan oleh Johann Froben di Basel.
Setelah penerbitan Alkitab Perjanjian Baru Bahasa Yunani versi Erasmus terjadi perubahan besar dalam dunia kekristenan.
Tapi saya ingin memberitahu dulu masalah yang terjadi dengan Alkitab Perjanjian Baru Bahasa Yunani Bahasa Yunani versi Erasmus:
1. Pengerjaannya dilakukan terburu-buru
2. Kelihatannya Erasmus dan Froben hanya mengejar keuntungan materi dan ketenaran melalui pekerjaan mereka sebab Alkitab PB Bahasa Yunani adalah terobosan baru di abad itu, abad ke-16.
3. Edisi Alkitab PB Bahasa Yunani Erasmus menggunakan manuscripts dari abad ke-12 atau abad ke-13 yaitu manuscripts-manuscripts dari Byzantine Imperial Text, Koine Text atau Majority Text, padahal manuscripts tersebut tanggalnya masih baru dan disebut terburuk.
4. Kenapa Erasmus tidak menggunakan Uncial Manuscripts yang lebih tua (manuscripts Huruf Besar) padahal saat itu sudah ada?
5. Alkitab Perjanjian Baru Bahasa Yunani Erasmus mempunyai defect/cacat dan error
Sebagai contoh:
Erasmus tidak bisa menemukan Manuscripts mengenai kitab Wahyu maka dia meminjam kepada sahabatnya Johann Reuchlin. Manuscript itu terpotong di Wahyu 22:16-21.
Apa yang dilakukan Erasmus?
Erasmus justru mencari bagian itu di dalam Alkitab Vulgata yaitu bahasa Latin kemudian dia menterjemahkan ke dalam bahasa Yunani. Disinilah kekacauan masuk ke dalam Alkitab Perjanjian Baru Bahasa Yunani Erasmus. Edisi tersebut akhirnya mempunyai banyak error/kesalahan. Erasmus tidak pernah melakukan edit kepada versi Alkitabnya melainkan menjahitnya bersama atau menyelesaikan dengan cepat, bahkan hanya dalam beberapa bulan.
Tetapi pekerjaan yang dilakukan Desiderius Erasmus seperti yang saya bilang membawa perubahan besar bagi dunia kekristenan. Teks Alkitab yang dipakai oleh Erasmus kelak disebut sebagai Received Text/Textus Receptus (TR).
Tentu saja terjadi berbagai penyempurnaan terhadap Alkitab Erasmus karena para teolog tahu Alkitab tersebut bermasalah. Setelah Erasmus memang muncul karya-karya lain tetapi mereka masih melakukan hal yang sama seperti Erasmus yaitu menggunakan teks abad ke-14 atau abad ke-15 padahal naskah yang lebih tua ada.
Erasmus pernah diberikan naskah Uncial E atau Basiliensis dari abad ke-8 (lebih tua dari manuscripts Byzantine Text) yang tersedia di Basel dan dalam perpustakaan pribadi Theodore Beza yang berisi Codex Bezae Cantabrigiensis (De a) and Codex Claromontanus (Dp) tapi dia tidak menanggapinya.
Terobosan besar berikutnya datang dari Robert Estienne (Stephanus; 1503-1559) di Perancis dan rumah penerbit Elzevir di Netherlands.
Alkitab Perjanjian Baru Bahasa Yunani Stephanus adalah Editio Regio tahun 1550 dan 1551. Dalam Alkitab Perjanjian Baru Bahasa Yunani Stephanus, mulai ada pembagian ayat-ayat.
Alkitab Perjanjian Bahasa Yunani akhirnya dikenal sebagai TR (Textus Receptus) dengan simbol stigma.
Rumah penerbit Elzevir tahun 1633 mengkoin istilah Textus Receptus sebagai berikut:
"Textum ergo habes, nunc ab omnibus receptum: in quo nihil immutatum aut corruptum damus [What you have here, then, is the text which is now universally recognized: we offer it free of alterations and corruptions]." - Apa yang anda miliki disini adalah teks yang secara universal diakui: kami mempersembahkannya tanpa melakukan perubahan dan tanpa memotongnya).
Sejak tahun ini, hari-hari abad ke-15 yang ditandai oleh teks Latin Vulgate berlalu. Para teolog tidak lagi merefer pada Alkitab Latin Vulgata - Alkitab ini hanya menjadi Alkitab gereja Katolik - sebab para teolog tahu Vulgata adalah Alkitab yang korup dan banyak kesalahan. Itu sebabnya dibutuhkan Alkitab Perjanjian Baru di dalam bahasa aslinya yaitu bahasa Yunani. Ini tentu saja menimbulkan konseksekueni versi Alkitab Perjanjian Lama Vulgata juga tidak lagi menjadi acuan. Para teolog kembali ke Alkitab Perjanjian Lama bahasa asli Ibrani.
Dari ini sebuah prinsip yang mantap terbangun:
1. Alkitab Perjanjian Lama Bahasa Ibrani adalah Masoretic Text (MT) dengan 39 buku Alkitab
2. Alkitab Perjanjian Baru Bahasa Yunani adalah Textus Receptus (TR) dengan 27 buku Alkitab
Teori saya berhubungan dengan Kanon Alkitab terbukti. Kanon Alkitab adalah 66 buku Alkitab. Bila jumlah buku Alkitab lebih banyak atau kurang dari 66 buku maka itu bukan Kanon Alkitab. Definisi ini mengunci semua teori sesat tentang Kanon Alkitab.
Abad ke-16 merupakan goncangan besar dari Tuhan bagi dunia kekristenan. Setelah Tuhan menggoncang kesesatan Alkitab Vulgata, Tuhan juga mengguncang kesesatan doktrin gereja yang dihasilkan dari Alkitab Vulgata melalui pekerjaan Reformasi Gereja.
Tidak kebetulan Tuhan menghadirkan Reformasi gereja pada tanggal 31 Oktober tahun 1517, tepat satu tahun setelah Alkitab Perjanjian Baru Bahasa Yunani yang bernama Novum Instrwnentum Omne oleh Desiderius Erasmus terbit.
Maha Besar Tuhan dengan segala Firman-Nya!
Maranatha Blessings,
Pdt.Dr.Wanda Dumais
WA +61 433 535 015