10/06/2026
TEOLOGI ASBUN, NGAWUR DAN SESAT: WAHYU 12:1 DITAFSIRKAN SEBAGAI MARIA
Oleh: Pdt.Dr.Wanda Dumais
Pertanyaan, diskusi, doa, konseling, pelayanan lanjutan atau ingin berbicara secara langsung dapat menghubungi: WA +61 433 535 015
Para rasul di Perjanjian Baru mengajar dengan tegas dan jelas bahwa Yesus adalah Allah. Pengajaran ini bersumber dari pengakuan Petrus yang terkenal, ketika Yesus bertanya kepadanya, "Siapakah Aku?" Petrus menjawab: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!" - Matius 16:16
Tetapi tidak seorangpun dari rasul-rasul Yesus pernah mengajar bahwa Maria adalah ibu Allah.
Logika ini sering dipakai:
Jesus was God, Mary was the Mother of God.
Logika ini dipakai oleh gereja Katolik Roma.
Tetapi Alkitab Perjanjian Baru yang kita miliki yang berisi pengajaran para rasul atau Paradosis tidak pernah mengajar tentang ibu Allah. Mereka dengan jelas mengajar bahwa Maria adalah ibu Yesus.
Sampai saat Yesus tentang menuntaskan pelayanan-Nya di bumi dan naik ke surga, pandangan para rasul kepada Maria, tetap sama yaitu ibu Yesus.
Lihat disini informasi dari Lukas:
Kisah Para Rasul 1:14
Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus.
Pandangan para rasul mengenai Yesus sudah berubah dan mengatakan bahwa Yesus adalah Mesias, Anak Allah yang hidup artinya Yesus setara dengan Allah pencipta langit dan bumi, Yesus memiliki dua natur yaitu natur Allah dan natur Manusia, Yesus adalah Allah yang berinkarnasi menjadi manusia, tetapi pandangan para rasul tetap sama yaitu Maria adalah ibu Yesus.
Konsep Ibu Allah tidak pernah ada di dalam pikiran para rasul. Para rasul mengetahui bahwa Allah bukan manusia sehingga Allah tidak mungkin dilahirkan oleh seorang manusia. Konsep Ibu Allah membantah seluruh teologi Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Konsep Ibu Allah adalah konsep yang lahir dari agama pagan. Agama Yahudi dan agama Kristen tidak pernah mengenal konsep Ibu Allah.
Para rasul tidak pernah memperlakukan Maria sebagai manusia istimewa. Ketika para rasul memberitakan tentang Yesus atau memberitakan Injil, para rasul tidak pernah memberitakan tentang Maria tetap perawan seumur hidupnya. Sesungguhnya tidak ada pemberitaan tentang Maria di dalam pemberitaan para rasul. Para rasul memberitakan kelahiran Yesus dari seorang perawan tapi para rasul tidak pernah menyatakan bahwa Maria tetap perawan seumur hidupnya.
Matius 1:18
Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.
Bahkan Matius mengajar dari Torah yaitu mengutip perkataan nabi:
Matius 1:23
"Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" yang berarti: Allah menyertai kita.
Lukas 1:34-35
(34) Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?" (35) Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.
Para rasul mengajar bahwa Yesus dikandung dari Roh Kudus. Yesus dikandung oleh seorang Perawan, wanita yang belum pernah disentuh pria dan belum pernah berhubungan seks. Yesus dilahirkan dari seorang Perawan yang bernama Maria.
Para rasul tidak pernah mengajar tentang Maria dan keistimewaan Maria sebab bukan itu pusat pemberitaan para rasul. Para rasul tidak pernah mengajar bahwa Maria adalah Perawan Sampai Akhir Hidupnya dan Maria adalah Manusia Tanpa Dosa. Para rasul tidak pernah mengajar bahwa Maria diangkat Allah ke surga dalam tubuh manusia. Para rasul tidak pernah mengajar bahwa Maria adalah ibu Allah. Catatan Alkitab yang paling jelas mengatakan bahwa Maria adalah ibu Yesus.
Pengajaran para rasul selalu konsisten di sepanjang Alkitab Perjanjian Baru.
Ketika Yohanes, rasul Yesus mendapatkan penglihatan mengenai perempuan yang lahir ke padang gurun di dalam Wahyu 12:1-6, penglihatan itu BUKAN tentang Maria.
Sejak bersama dengan Yesus, para rasul mengetahui bahwa Yesus sendiri tidak pernah mengajar tentang Maria.
Para Rasul meneruskan kebiasaan Yesus, mengajarkan dengan tepat apa yang Yesus ajarkan sesuai dengan kebiasaan murid-muri dari seorang Rabi Farisi yaitu meneruskan secara lisan dengan tepat apa yang guru mereka telah ajarkan.
Saya ingin beritahu bahwa teologi Katolik Roma mengatakan perempuan di dalam Wahyu 12 berbicara mengenai Maria. Alasan ini tentu sudah bisa ditebak. Teologi Katolik Roma cuma berada di seputar Mariologi. Katolik Roma tidak mempunyai apapun yang mereka bisa ajarkan selain Mariologi. Sistematik teologi Katolik Roma cuma berkisar tentang Maria. Katolik Roma hanya mempunyai ajaran Mariologi. Katolik Roma mengajar bahw Maria dah berada di surga saat ini dan pekerjaan Maria masih sama yaitu mengadakan intersesi bagi semua orang percaya yang ada di dunia. Vatican II dalam Lumen Gentiuj, 62, Documents of Vatican II mengatakan (saya tidak kutip semua):
"......Taken up to heaven she did not lay aside this salvifiv duty but by her constant intercession continue to bring us the gifts of eternal salvation...."
"....Diangkat ke surga dia (Maria) tidak meninggalkan tugas keselamatan tetapi melalui tugas intersesinya yang terus menerus tetap membawa bagi kita karunia keselamatan kekal..."
Teologi Katolik Roma mengatakan bahwa Keselamatan Kekal datang dari Maria. Oleh sebab itu harus difabrikasi bahwa Maria naik ke surga dan menjadi pengantara untuk membawa keselamatan kekal. Ajaran Katolik Roma ini sangat sesat sekali.
Perhatikan ajaran rasul Paulus:
1 Timotius 2:5
Karena Allah itu esa dan esa p**a Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus
Satu-satunya pengantara kita adalah Yesus Kristus, tidak ada yang lain.
Ibrani 8:6
Tetapi sekarang Ia telah mendapat suatu pelayanan yang jauh lebih agung, karena Ia menjadi Pengantara dari perjanjian yang lebih mulia, yang didasarkan atas janji yang lebih tinggi.
Sampai hari ini Yesus menjadi intercessor bagi umat-Nya dari surga.
Itu sebabnya karena Katolik Roma tahu ajarannya sesat maka dengan segera mereka menetapkan Doktrin Maria diangkat ke surga sebagai doktrin yang Inffalible/tidak boleh diganggu gugat pada tahun 1950 oleh Pope Pius XII.
Untuk mendukung Doktrin Maria diangkat ke surga maka Katolik Rima menggunakan penglihatan rasul Yohanes di p**au Patmos dalam Wahyu 12:1-6, bahwa penglihatan itu meneguhkan Maria sudah berada di surga.
Wahyu 12:1
Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.
Pope John Paul II menjelaskan bahwa "Seorang perempuan berselubungkan matahari" yang disebut dalam Wahyu 12:1 berbicara mengenai Keutamaan Maria, Wanita Yang Penuh Kemuliaan.
Inilah bahayanya teologi asbun dan ngawur sebab bukan saja bodoh tetapi sangat menyesatkan.
Sejak awal Yesus dan para rasul tidak pernah mengajar tentang Maria, tapi tiba-tiba teolog Katolik Roma yang bernama Pope John Paul II dalam Redemptoris Mater nomor 103 menafsirkan Wahyu 12:1 menunjuk kepada Maria dan Keutamaan Maria, supaya bisa mensupport doktrin Maria diangkat ke surga.
Teolog Katolik Roma yang bernama Pope John Paul II dalam Redemptoris Mater nomor 47 mengatakan:
"By her ecclesical identification as the woman clothed with sun (Rev 12:1), it can be aaid that in the Most Holy Virgin the Church has already reached that perfection whereby she exists without spot or wringkle."
"Melalui identifisi eklesikal sebagai seorang perempuan berselubungkan matahari (Wahyu 12:1), dapat dikatakan bahwa dalam Kesucian Perawan Gereja telah mencapai kesempurnaan dimana dia/Maria muncul tanpa noda atau kerut"
Wahyu 12:1-6 adalah sebuah nubuat futuris mengenai seorang perempuan yang mengandung dan melahirkan anak laki-laki dan anak laki-laki itu hendak dirampas naga lalu setelah melahirkan perempuan itu melarikan diri ke padang gurun 1260 hari lamanya.
Penglihatan Yohanes tidak pernah berkaitan sedikitpun dengan Maria, ibu Yesus.
1260 hari atau 42 bulan atau 3,5 di padang gurun berbicara mengenai kesulitan besar yang akan dialami oleh bangsa Israel, sebagai moment yang disebut sebagai Masa Kesusahan Besar/The Great Tribulation.
Sejak awal penglihatan Yohanes sudah menunjuk:
Wahyu 12:1
Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.
Matahari, bulan dan 12 bintang semuanya menunjuk pada bangsa Israel.
Mimpi Yusuf dapat menjelaskan penglihatan Yohanes:
Kejadian 37:9
Lalu ia memimpikan p**a mimpi yang lain, yang diceritakannya kepada saudara-saudaranya. Katanya: "Aku bermimpi p**a: Tampak matahari, bulan dan sebelas bintang sujud menyembah kepadaku."
Mimpi Yusuf menjelaskan semua elemen yang ada yaitu Matahari, Bulan dan 12 Bintang.
Wanita yang dimaksud adalah Bangsa Israel bukan Maria.
Perhatikan penjelasan Yohanes dalam Wahyu 12:6
"Perempuan itu lari ke padang gurun, di mana telah disediakan suatu tempat baginya oleh Allah, supaya ia dipelihara di situ seribu dua ratus enam puluh hari lamanya."
Perempuan itu atau bangsa Israel akan dipelihara oleh Allah selama 1260 hari atau 42 bulan atau 3,5 tahun lamanya dari murka naga atau Satan/Iblis. Peristiwa ini belum terjadi tetapi akan terjadi dalam masa futuris.
Wahyu 11:2
Tetapi kecualikan pelataran Bait Suci yang di sebelah luar, janganlah engkau mengukurnya, karena ia telah diberikan kepada bangsa-bangsa lain dan mereka akan menginjak-injak Kota Suci empat puluh dua bulan lamanya."
Yohanes berbicara hal yang sama dalam Wahyu 11:2 mengenai Kota Suci atau Yerusalem secara khusus Bait Allah yang akan diserahkan kepada bangsa-bangsa lain selama 42 bulan lamanya.
Peristiwa 42 bulan atau 1260 hari atau 3,5 menunjuk kepada waktu yang sama yaitu bangsa Israel akan dikejar, diusir dari Yerusalem tetapi akan dipelihara Allah di suatu tempat.
Peristiwa ini menunjuk kepada Masa Kesusahan Besar atau Masa Antikris nanti.
2 Tesalonika 2:3-4
(3) Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa, (4) yaitu lawan yang meninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang disembah sebagai Allah. Bahkan ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah.
Pada Masa Antikris yaitu 1260 hari/42 bulan/3,5 tahun, Antikris akan duduk di Bait Allah dan disembah sebagai Allah. Masa itu adalah Masa Kesusahan Besar bagi Yakub. Saat itulah Bangsa Israel akan dipelihara Allah dan diungsikan ke suatu tempat selama 1260 hari lamanya.
Wahyu 12:1-6 bukan tentang Maria!
Maranatha Blessings,
Pdt.Dr.Wanda Dumais
Kontak WA +61 433 535 015