14/07/2022
Iman dan amal saleh adalah juru penyelamat dari api neraka
Quraish Shihab dalam tafsir Al-Misbah menjelaskan maksud kata tijarah pada ayat di atas sebagai amal saleh. Memang Al-Qur’an seringkali menggunakan kata itu untuk makna tersebut. Karena motivasi beramal saleh oleh banyak orang adalah untuk memperoleh ganjaran persis seperti perniagaan yang digunakan seseorang untuk memperoleh keuntungan.
Imam Baighawi dalam tafsir Baighawi juga menjelaskan, bahwa perdagangan itu menguntungkan. Namun, dengan ridha Allah sehingga mendapat surga-Nya dan tertolong dari api neraka.
Sementara Imam As-Syaukani dalam tafsir Fathul Qadir menjelaskan ayat 10 di atas sebagai balasan. Allah menjadikan amal tersebut seperti perniagaan. Karena mereka akan memperoleh keuntungan di dalamnya, yaitu memasukkan mereka ke surga dan menyelamatkan mereka dari neraka.
Kata tunjikum pada ayat 10 di atas diterjemahkan mufassir dengan menyelamatkan atau membebaskan dari sesuatu. Dari kata ini juga terbentuk kata najwah yang berarti tempat yang tinggi yang dapat memberi keselamatan.
Dengan demikian, ayat 10 di atas dengan mudah dapat dipahami. Bahwa Allah Swt menawarkan satu bentuk tijarah perdagangan yang akan menyelamatkan dan membebaskan manusia dari api neraka.
Sepintas dapat dikatakan bahwa keselamatan dari siksa api neraka bukan merupakan dambaan bagi para pedagang. Maka dengan kata lain tidak rugi bukanlah harapan mereka tetapi yang mereka harapkan adalah keuntungan.
Jadi, orang yang beriman dan beramal saleh akan memperoleh keuntungan. Sebagaimana halnya orang yang berdagang dan memperoleh keuntungan yang seolah tak pernah berhenti.
Ajaran Islam memiliki tingkat tertentu yang sangat abstrak. Seperti balasan bagi orang yang beriman dan beramal saleh. Hal ini akan sulit dipahami bagi masyarakat Arab masa itu yang telah hidup pada dunia yang serba material dan pragmatis. Bangsa Arab hidup dari perdagangan terutama masyarakat Makkah dan kota-kota besar lainnya.
Para pedagang tentu saja ingin memperoleh keuntungan. Sampai-sampai praktik riba juga dilakukan untuk memperoleh keuntungan tersebut. Oleh sebab itu, pada saat Allah mengumpamakan iman dan amal saleh seperti pedagang yang beruntung, maka mereka akan mudah memahami. Apabila mereka beriman dan beramal saleh, mereka juga akan memperoleh keuntungan dari Allah Swt berupa terbebas dari siksa api neraka.
Aidey Ilham,
Pegawai Wakaf Kasih Ikhlas.