08/03/2023
*Detik-detik Terakhir Wafatnya Paman Nabi, Abu Thalib*
📖 *Tema : Sirah Nabawiyah*
Dalam Shahih al-Bukhari dari Sa'id bin al-Musayyib disebutkan bahwa ketika paman beliau, Abu Thalib dalam keadaan sekarat, Nabi _Shallallahu 'alahi wa Sallam_ mengunjunginya sementara di waktu yang sama di sisi paman beliau sudah ada Abu Jahal.
Beliau _Shallallahu 'alahi wa Sallam_ bertutur kepada paman beliau, _"Wahai pamandaku! Ucapkanlah 'La ilaha illallah,' kalimat yang akan aku jadikan hujjah untuk membelamu kelak di hadapan Allah."_
Namun Abu Jahal dan Abdullah bin Abi Umayyah memotong, _"Wahai Abu Thalib! Sudah bencikah engkau terhadap agama Abdul Muththalib?"_
Keduanya terus mendesaknya demikian, hingga kalimat terakhir yang diucapkannya kepada mereka adalah _"Aku masih tetap dalam agama Abdul Muththalib."_
Nabi _Shallallahu 'alahi wa Sallam_ berkata, _"Sungguh aku akan memintakan ampunan untukmu selama aku tidak dilarang melakukannya",_
tetapi kemudian turunlah ayat:
_"Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat(nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu adalah penghuni Neraka Jahanam."_ (At-Taubah: 113).
Demikian p**a, turun ayat:
_"Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi…"_ (Al-Qashash: 56).
Kiranya, tidak perlu dijelaskan lagi betapa penjagaan dan perlindungan yang diberikan oleh Abu Thalib kepada Rasulullah _Shallallahu 'alahi wa Sallam._
Dia adalah benteng, tempat dakwah Islamiah berlindung dari serangan para pembesar dan begundal Quraisy, akan tetapi sayang, dia tetap memilih agama nenek moyangnya sehingga sama sekali tidak membawanya meraih keberuntungan.
📘 *Sumber : Sirah Nabawiyah*
*Perjalanan Hidup Rasul yang Agung MUHAMMAD Sejak Kelahiran Hingga Detik-detik Terakhir, Hal.189, Penerbit Darul Haq*
🔖Sumber : https://www.instagram.com/p/CphSLLBppvW/
📑Website : https://www.darulhaq-online.com/artikel/detik-detik-terakhir-wafatnya-paman-nabi-abu-thalib.html