17/05/2026
*MARHABAN 1 DZULHIJJAH 1447 H.*
♻️LEBIH UTAMA MANA 10 AKHIR RAMADHAN VS 10 AWAL DZUL HIJJAH???
Jawaban mutawasith /jalan tengan pernah di berikan oleh ibnul qoyyum dalam kitab zadul ma'adnya:
ليال عشر الأخير من رمضان افضل من ليالي عشر الاول من ذي الحجة.
ةأيام عشر ذي الحجة أفضل من أيام عشر رمضان.
Bahwa malam malam 10 hari akhir dari bulan ramadhan lebih baik dari pada malam- malam 10 hari awal dzul hijjah.
( karena ada malam lailatul qodarnya).
Dan Siang hari di 10 awal dzil hijjah lebih baik daripada siang di 10 akhir romadhon (karena ada tarwiyah, wuquf di arofah (9) dan yaumuh nahr / hari kurban(10).
📚Kitab zadul ma'ad liibnil qoyyum al jauziyah versi satu jilid cetakan muassasah arrisalah, beirut halaman 18.
🔰LALU APA BUKTI DALIL VALIDASINYA ,BAHWA 10 DZULHIJJAH INI SANGAT ISTIMEWA & UTAMA.
1/ Hadist dari sahabat Jabir radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“أَفْضَلُ أَيَّامِ الدُّنْيَا الْعَشْرُ” – يَعْنِي: عَشْرَ ذِي الْحِجَّةِ –
“Hari-hari terbaik di dunia adalah sepuluh hari itu”, yaitu sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.
(Di riwayatkan oleh Al-Bazzar dengan sanad hasan dan Abu Ya’la dengan sanad sahih, sebagaimana dikutip oleh Imam Al-Mundziri dalam At-Targhib wat-Tarhib).
2/ Bahkan lebih utama dari pada jihad (puncak amal dalam islam) dalam rentang waktu 10 hr itu.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ يَعْنِى أَيَّامَ الْعَشْرِ. قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَىْءٍ
“Tidak ada satu amal sholeh yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal sholeh yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzul Hijjah).” Para sahabat bertanya: “Tidak p**a jihad di jalan Allah?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Tidak p**a jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun.” (HR. Abu Daud no. 2438, At Tirmidzi no. 757, Ibnu Majah no. 1727, dan Ahmad no. 1968, dari Ibnu ‘Abb