10/06/2023
Pohon Bambu
Kita yang tinggal di pedesaan mungkin masih sering melihat pohon bambu dengan suara desiran daunnya yang khas. Suasana di sekitarnya sangat sejuk dan jauh dari suara bising kendaraan.
Di balik suara desiran daun bambu ternyata ada sebuah pelajaran berharga yang bisa kita petik. Terutama untuk kita yang sedang berbisnis.
Seperti yang sama-sama kita tahu, semua tanaman tentu saja membutuhkan air, tanah dan cahaya yang cukup untuk pertumbuhan. Termasuk pohon bambu.
Namun uniknya, selama beberapa bulan kita tidak akan melihat pohon bambu tumbuh. Setidaknya dalam waktu 48 bulan, pohon bambu terlihat seperti diam saja. Tidak tumbuh.
Padahal jika dilihat dari lingkungan sekitarnya, semua memenuhi syarat untuk pertumbuhan yang baik bagi tanaman. Bahkan konon katanya pohon bambu bisa tumbuh hingga mencapai 100 meter. Hebat!
Tapi, saat kita mengamati dengan seksama bisa jadi ekspektasi itu akan sirna selama 4 tahun berjalan. Pohon bambu tidak tumbuh sesuai bayangan kita yang katanya bisa mencapai 100 meter.
Apa alasannya? Apakah kurang nutrisi? Apakah tanahnya kurang subur? Apakah sinar mataharinya tidak mencukupi?
Bukan itu.
Ada alasan tertentu kenapa pohon bambu terlihat diam dan tidak tumbuh selama 48 bulan. Masih ingat berapa potensi tinggi pohon bambu? Ya, 100 m.
Jadi itulah jawabannya.
Potensi tinggi pohon bambu bisa mencapai 100 meter. Oleh karena itu dia membutuhkan akar yang kuat untuk menopang tinggi tersebut. Jadi selama 48 bulan tersebut pohon bambu tetap tumbuh, tapi mengakar hingga jauh ke dalam bumi.
Karena potensi tingginya, pohon bambu perlu sebuah 'pondasi' yang kuat agar bisa bertahan. Dia membangun sistem akar yang kokoh sehingga tidak mudah goyah dan roboh.
Pohon bambu tidak diam saja, tapi dia membangun sebuah 'sistem akar' di dalam tanah. Tidak ada yang tahu kecuali kerabat pohon bambu sendiri.
Inilah pelajaran berharganya.
Setiap pebisnis memiliki impian sukses, membangun karir dan menjaring mitra. Semua demi impian mulia yang ingin dicapai.
Di bulan-bulan awal, semua impian masih terasa hangat sehingga membuat kita begitu semangat menjalani aktifitas bisnis. Antusiasme, optimisme dan semangat 45 masih membara.
Pikiran dan tenaga semua tercurah demi meraih cita-cita mulia. Di pertengahan jalan 6 bulan pertama, impian mulai hambar dan hampir ambyar.
Impian yang dituliskan di awal memulai seolah matang dan menjadi uap. Hilang entah kemana. Pandangan mulai kabur dan semangat makin kendur.
Seperti kata Jack Ma. Hari ini begitu sulit, besok akan lebih sulit, namun lusa kita akan melihat keindahan. Sayangnya, besok malam kebanyakan kita sudah menyerah.
Kebanyakan manusia akan menyerah sebelum lusa yang indah datang menghampiri. Parahnya, dia menyerah di malam harinya. Padahal hanya menunggu beberapa jam saja hingga fajar menyingsing.
Belajarlah dari pohon bambu mengokohkan akar. Saat ikhtiar membangun bisnis, kita tekun berikhtiar mengokohkan pondasi. Terus belajar dan konsisten praktik untuk menawarkan dan membangun tim.
Siapa sangka, pohon bambu sedang membangun sebuah pondasi yang kokoh meski tidak terlihat khalayak ramai. Dengan tenang dan tekun tetap menguatkan akar hingga menghujam ke dalam bumi dengan panjang sampai 30 meter.
Para Pebisnis, di awal-awal karir mungkin tidak terlihat profit besar. Namun ketika ketekunan tetap dipertahankan maka sejatinya dia sedang menanam sebuah aset yang kokoh.
Aset berupa branding dan trust di masyarakat luas.
Pada saatnya nanti dia akan menyaksikan pertumbuhan bisnisnya hingga ketinggian yang tak disangka-sangka. Kuncinya adalah kesabaran dan ketekunan meski kelihatannya tidak menghasilkan di awal perjalanan.