17/12/2023
SERANGAN FAJAR
Di negeri Entahdimana sang Budiman melajukan sepeda motornya agak cepat karena hari telah siang, dia takut akan terlambat masuk kedalam pabrik tempat dia bekerja.
Dalam perjalanan pagi itu dia mendapatkan tilanggan pertamanya di negeri Entahdimana.
"Priiiiitt" bunyi pluit itu menghentikan beberapa pengendara motor. Terlihat olehnya 3 orang pengendara berhenti lalu di giring ke samping jalan. Semua di tuduh melanggar lampu merah. Tanpa banyak cincong sang polisi itu langsung memberikan penawaran mau bayar seratus ribu atau tilang. Budiman hanya terdiam, dia tidak menjawab dan berpikir jika dia memberi seratus ribu berarti dia telah menyuap, ah .....itu akan menjadi masalah bagi anak cucunya kelak. Lalu polisi itu dengan tidak sabar mengeluarkan beberapa kertas fotocopy yang bertuliskan daftar harga tilangan yang diantaranya tidak pakai helm denda dua ratus lima puluh ribu, melanggar rambu lalulintas denda dua ratus lima puluh ribu dan bla .....bla.....dsb ( dan sebagainya / dan saya bingung )
"Tiiiiiit" dalam satu detik Budiman terhadap bahwa dia harus masuk kerja hari ini dan nanti sore bisa terima gaji bulanan untuk bayar cicilan kpr dan beli sus anaknya dan juga kebutuhan mendesak lainnya. Tanpa banyak pertimbangan di bayarlah seratus ribu ke oknum polisi itu sambil hatinya menyebut Tuhannya dengan kebingungan apakah harus melaknat sang oknum polisi ataukah harus meminta ampun pada Tuhannya.
Bersambung