30/10/2013
Pesta demokrasi akan dirayakan kurang dari setahun lagi, yaitu tepatnya 9 April 2014. Entah Sebuah pesta yang kita rasakan ataukah sebaliknya yaitu derita yang kita dapatkan. Coretan sejarah baru akan terjadi di tahun itu, apakah bangsa kita semakin maju? Mundur? Atau tetap statis?. Kita lihat saja siapa yang akan terpilih di masa baru itu, masa dimana Reformasi akan berubah atau ajek.
Bicara tentang pemimpin ditahun depan saya akan coret-coret untuk ikut memeriahkan pesta demokrasi. Ini bukan kampanye salah satu partai atau perseorangan yang ingin menjabat menjadi presiden di republic ini. Kandidat pertama tentu semua orang menginkan gubernur DKI Jakarta itu menjadi pemimpin negri ini. Walaupun dia kecil namun tegas dalam memimpin, itulah sisi plus yang saya dapatkan dari dia. Fraksi dari partai banteng ini cocok untuk membrantas musuh abadi kita yaitu korupsi dengan ketegasannya. Namun terlalu dini membicarakan mantan wali kota Solo ini menjadi presiden karena dia baru memimpin kota megapolitan yang masih banyak masalah yang fatal, sementara yang diperbuat gubernur ini baru sedikit terasa mengalami perubahan di kota ini.
Tak lengkap kalau hanya membicarakan pemimpin tanpa wakilnya. Sosok yang saya anggap tepat adalah penjabat mentri perdagangan saat ini. Walaupun sering mendapat hujatan karena masalah kebijakan ekspor impor yang kurang tepat namun dia sanggup menstabilkan hukum pasar. Pemuda ini kurasa cocok untuk menghadapi pasar bebas ASEAN 2015 dengan kebijkan-kebijakannya. Ia juga memimpin PBSI yang akhir-akhir ini dunia perbulutangkisan negri ini amat minim prestasi kini perlahan-lahan membaik dengan runtutan gelar perseorangan ataupun klompok. Fraksi partai warna biru ini agak sulit untuk mendapat suara karena semakin terpuruknya elastibilitas partai yang merosot.
Munkin duet seorang yang tegas dan pemuda yang mempunyai karismatik ini adalah sosok yang akan menjadikan negri ini akan lebih regres .