07/05/2018
EC meter atau TDS meter?
(Walau sudah beberapa kali menulis, belum bosan saya menulis ulang tentang topik ini).
Mengukur kepekatan pupuk dilakukan dengan mengukur penghantaran listrik antara katoda dan anoda, yang dipasang dengan jarak 1 cm. Hasil ukuran menggunakan satuan parameter mS/cm, yang dapat dibaca pada monitornya. Alat bernama "electro conductivity meter", atau "EC meter", kedua huruf ditulis dengan huruf besar.
Ada pabrik yang menambahkan suatu mekanisma di dalam EC meter itu, yang menterjemahkan parameter mS/cm menjadi ppm, dan dapat dibaca pada monitornya. Nah, alat ini diberi nama lain, yaitu TDS meter, dari kata-kata "total dissolved solid". Beda pabrik, memakai angka konversi yang berbeda. Beberapa angka konversi dari berbagai pabrik adalah sebagai berikut : 500, 630, 640, 650, dan 700. Mana s**a!
Saya jadi bingung, karena satu larutan pupuk A-B saya, bisa terbaca dengan beberapa angka kepekatan ppm. Maka saya ambil keputusan diri sendiri: Saya mengikuti aliran EC, dengan parameter mS/cm. Dan saya tinggal- kan itu TDS dengan ppm-nya! Barulah saya tenang! Tetapi kemudian masalah timbul, karena ada beberapa penanya mengenai topik hidroponik, yang menggunakan TDS dan ppm. Ach, dicuekin saja! Gitu aja ko' repot!
~Yos Sutiyoso~