22/07/2022
MaSyaa Allaah..
Ga maen² emang kalo yang udah bicara, yang pernah ngejalanin.
Powerfull.
Barakallaah, Kang Dewa Eka Prayoga
DIKIRA KAYA
Kemarin Saya ketemu kawan hafidz yang kebetulan ngikutin terus sejak zaman bangkrut sampai sekarang. Alhamdulillah, kami dibawakannya Al-Baik dan bisa makan siang sambil bincang-bincang hangat di lantai P3 Zamzam Tower, Mekkah.
Menarik, saat beliau kaget seolah tak percaya, bertanya, “Kang, itu seriusan saldo gak nyampe 700 juta?”.
Pertanyaan soal saldo ini memang sensitif. Hanya mungkin ditanyakan sama orang yang udah deket banget. Alhamdulillah, kami udah deket. Beberapa kali kita interaksi untuk beberapa kegiatan dan program, meskipun beliau di Saudi sementara Saya di Indonesia.
Saya pun menjawab rasa penasaran dia, “Jangankan 700 juta, untuk sekarang, 1 juta aja gak nyampe”. Hehe 😁
Terlampir adalah saldo rekening Saya per hari ini. Naas, kan? Hihihi..
Saya yakin, ada netizen yang bergumam…
“Tapi kan rekeningnya banyak…”
“Tapi kan itu cuma satu rekening aja…”
“Tapi kan duitnya ada di rekening satunya..”
Tapi kan.. tapi kan.. tapi kan… 😂😂😂
Netizen tuh keponya maksimal ya. Hahaha…
Jadi gini saudara-saudara…
Saya hanya menganggap harta milik Saya pribadi yang ada di rekening ini. Adapun saldo di rekening istri, ya jadi milik istri dan keluarga. Sifatnya saving. Dan itu pun nominalnya gak banyak.
Makanya pas pecakapan di postingan Tri Widayanti bareng istri, beliau bilang, “Mau wariskan gimana, wong perusahaannya diwakafkan”. Karena memang nilai saldonya dikit.
Ya. Mungkin berbeda dengan expert Financial Planning lainnya yang selalu mengalokasikan nilai tabungan besar, Saya pribadi penganut sebaliknya.
Alokasi budget planning Saya banyak di Investing dan Giving. Tentu, kalau ini gak dibiasakan, bakal bikin hati deg-degan terus, karena serba gak pasti.
Sehari sebelumnya, Saya ngobrol sama mas Hendy Setiono dan istri. Pun cerita soal bisnis & wakaf. Mas Hendy bilang, nanya sih tepatnya, “Kang, gak pernah gitu, punya tabungan bermiliar-miliar…”.
Tentu Saya gak mau dan gak bisa bohon. Jawabannya, “Pernah”. Cuma, soal angka pastinya emang sekali lagi gak seberapa. Wong abis mulu. 🙈
Bagi Saya pribadi, mindsetnya: pakai secukupnya, tabung seperlunya, investasikan selebihnya, dan sedekahkan sebesar-besarnya. ✍️
Kenapa Saya punya mindset begitu?
Karena harta kita yang sesungguhnya hanya yang kita makan/minum, yang kita pakai/gunakan, dan yang kita sedekahkan/infakkan. Ini hadits Rasul.
Rasul bersabda:
“Hamba berkata, “Harta-hartaku.” Bukankah hartanya itu hanyalah tiga: yang ia makan dan akan sirna, yang ia kenakan dan akan usang, yang ia beri yang sebenarnya harta yang ia kumpulkan. Harta selain itu akan sirna dan diberi pada orang-orang yang ia tinggalkan. ” (HR. Muslim)
Jadi, setelah dicerna baik-baik, saldo tabungan itu bukan harta kita yang sesungguhnya. Maka daripada ngendap terlalu banyak, mending salurkan lewat 2 cara: investasikan atau sedekahkan.
Adapun alokasi kebutuhan hidup, secukupnya aja. Pun dengan tabungan, seperlunya aja.
“Katanya punya 60 brands, kok gak punya duit?”
Hehe.. uang di cash perusahaan itu, bukan uang Saya pribadi. Saya gak mau ganggu. Meskipun memang Saya punya saham besar di masing-masing perusahaan. Tapi tetep aja, itu uang perusahaan, gak bisa seenak jidat pake seenaknya.
Intinya, Saya ini sering dikira kaya. Padahal enggak.
Bisa jadi lebih kaya Anda. Saldonya banyakan Anda. Rumahnya megahan Anda. Mobilnya mewahan Anda.
Saya mah H+1 p**ang dari Hajian aja masih harus berjuang ngisi 2 hari langsung di workshop extremefunneling.com. Masih ngamen. Capek.
Jadi, bukan konglomerat. Emang gak kaya. Cuma dikira kaya aja sama orang-orang. Aslinya mah, tiap hari juga masih berjuang. Demi sesuap nasi. Dan bisa daftar Furoda. Haahaha 😁
Ini p**ang Hajian aja, Saya p**angnya beli tiket Garuda sendiri. Pas mau transfer, rada sedih gitu. “Ya Allah, fix ini mah, kudu beneran kaya, supaya pas Furoda gini atau pas mau daftarin orang Haji Furoda, mental miskin gak meronta-ronta…”.
Soalnya sekali transfer bukan 1-2 juta. Biaya hotel, 20 juta (tambahan). Biaya pesawat, 40 juta (tambahan). Subhanallah.. Kebayang d**g kalau Allah gak kasih lapang, kayanya gak bisa balik Indo. Hehe…
Doain Saya ya, semoga Saya baik-baik aja. Bisa bertahan hidup dengan cara main yang deg-degan gini. 😄