28/11/2017
:: Beberapa Amalan Ketika Turun Hujan ::
[1] Keadaan Nabi shallallahu โalaihi wa sallam Tatkala Mendung
Ketika muncul mendung, Nabi shallallahu โalaihi wa sallam begitu khawatir, jangan-jangan akan datang adzab dan kemurkaan Allah. Dari Aisyah radhiyallahu โanha, beliau berkata,
ููุงูู ุฑูุณููููู ุงูููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ุฅูุฐูุง ุฑูุฃูู ููุงุดูุฆุงู ููู ุฃููููู ู
ููู ุขููุงูู ุงูุณูู
ูุงุกูุ ุชูุฑููู ุนูู
ููููู- ููุฅููู ููุงูู ููู ุตูููุงุฉู- ุซูู
ูู ุฃูููุจููู ุนูููููููุ ููุฅููู ููุดููููู ุงูููู ุญูู
ูุฏู ุงููููุ ููุฅููู ู
ูุทูุฑูุชู ููุงูู: โุงููููููู
ูู ุตููููุจุงู ููุงููุนุงูโ
โRasulullah shallallahu โalaihi wa sallam apabila melihat awan (yang belum berkumpul sempurna, pen) di salah satu ufuk langit, beliau meninggalkan aktivitasnya โmeskipun dalam shalat- kemudian beliau kembali melakukannya lagi (jika hujan sudah selesai, pen). Ketika awan tadi telah hilang, beliau memuji Allah. Namun, jika turun hujan, beliau mengucapkan, โAllahumma shoyyiban nafiโanโ [Ya Allah jadikanlah hujan ini sebagi hujan yang bermanfaat].โ[2]
โAisyah radhiyallahu โanha berkata,
ููุงูู ุงููููุจูููู โ ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
โ ุฅูุฐูุง ุฑูุฃูู ู
ูุฎููููุฉู ููู ุงูุณููู
ูุงุกู ุฃูููุจููู ููุฃูุฏูุจูุฑู ููุฏูุฎููู ููุฎูุฑูุฌู ููุชูุบููููุฑู ููุฌููููู ุ ููุฅูุฐูุง ุฃูู
ูุทูุฑูุชู ุงูุณููู
ูุงุกู ุณูุฑูููู ุนููููู ุ ููุนูุฑููููุชููู ุนูุงุฆูุดูุฉู ุฐููููู ุ ููููุงูู ุงููููุจูููู โ ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
โ ยซ ู
ูุง ุฃูุฏูุฑูู ููุนูููููู ููู
ูุง ููุงูู ููููู
ู ( ููููู
ููุง ุฑูุฃููููู ุนูุงุฑูุถูุง ู
ูุณูุชูููุจููู ุฃูููุฏูููุชูููู
ู ) ยป
โNabi shallallahu โalaihi wa sallam apabila melihat mendung di langit, beliau beranjak ke depan, ke belakang atau beralih masuk atau keluar, dan berubahlah raut wajah beliau. Apabila hujan turun, beliau shallallahu โalaihi wa sallammulai menenangkan hatinya. โAisyah sudah memaklumi jika beliau melakukan seperti itu. Lalu Nabi shallallahu โalaihi wa sallam mengatakan, โAku tidak mengetahui apa ini, seakan-akan inilah yang terjadi (pada Kaum โAad) sebagaimana Allah berfirman (yang artinya), โMaka tatkala mereka melihat azab itu berupa awan yang menuju ke lembah-lembah mereka.โ (QS. Al Ahqaf [46] : 24)โ[3]
Ibnu Hajar mengatakan, โHadits ini menunjukkan bahwa seharusnya seseorang menjadi kusut pikirannya jika ia mengingat-ingat apa yang terjadi pada umat di masa silam dan ini merupakan peringatan agar ia selalu merasa takut akan adzab sebagaimana ditimpakan kepada mereka yaitu umat-umat sebelumnya.โ[4]
[2] Mensyukuri Nikmat Turunnya Hujan
Apabila Allah memberi nikmat hujan, dianjurkan bagi seorang muslim dalam rangka bersyukur kepada-Nya untuk membaca doโa,
ุงููููููู
ูู ุตููููุจุงู ูุงูููุนุงู
โAllahumma shoyyiban naafiโaa [Ya Allah, turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat].โ
Itulah yang Nabi shallallahu โalaihi wa sallam ucapkan ketika melihat turunnya hujan. Hal ini berdasarkan hadits dari Ummul Mukminin, โAisyah radhiyallahu โanha,
ุฅูููู ุงููููุจูููู -ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
- ููุงูู ุฅูุฐูุง ุฑูุฃูู ุงููู
ูุทูุฑู ููุงูู ยซ ุงููููููู
ูู ุตููููุจุงู ููุงููุนุงู ยป
โNabi shallallahu โalaihi wa sallam ketika melihat turunnya hujan, beliau mengucapkan, โAllahumma shoyyiban nafiโanโ [Ya Allah turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat]โ.[5]
Ibnu Baththol mengatakan, โHadits ini berisi anjuran untuk berdoโa ketika turun hujan agar kebaikan dan keberkahan semakin bertambah, begitu p**a semakin banyak kemanfaatan.โ
Al Khottobi mengatakan, โAir hujan yang mengalir adalah suatu karunia.โ[6]
[3] Turunnya Hujan, Kesempatan Terbaik untuk Memanjatkan Doโa
Ibnu Qudamah dalam Al Mughni[7] mengatakan, โDianjurkan untuk berdoโa ketika turunnya hujan, sebagaimana diriwayatkan bahwa Nabi shallallahu โalaihi wa sallam bersabda,
ุงูุทูููุจููุง ุงุณูุชูุฌูุงุจูุฉู ุงูุฏููุนูุงุกู ุนูููุฏู ุซูููุงุซู : ุนูููุฏู ุงููุชูููุงุกู ุงููุฌููููุดู ุ ููุฅูููุงู
ูุฉู ุงูุตููููุงุฉู ุ ููููุฒูููู ุงููุบูููุซู
โCarilah doโa yang mustajab pada tiga keadaan : [1] Bertemunya dua pasukan, [2] Menjelang shalat dilaksanakan, dan [3] Saat hujan turun.โ[8]
Begitu juga terdapat hadits dari Sahl bin Saโd, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu โalaihi wa sallam bersabda,
ุซูููุชูุงูู ู
ูุง ุชูุฑูุฏููุงูู ุงูุฏููุนูุงุกู ุนูููุฏู ุงููููุฏูุงุกู ูู ุชูุญูุชู ุงูู
ูุทูุฑู
โDua doโa yang tidak akan ditolak: [1] doโa ketika adzan dan [2] doโa ketika ketika turunnya hujan.โ[9]
[4] Ketika Terjadi Hujan Lebat
Nabi shallallahu โalaihi wa sallam suatu saat pernah meminta diturunkan hujan. Kemudian ketika hujan turun begitu lebatnya, beliau memohon pada Allah agar cuaca kembali menjadi cerah. Nabi shallallahu โalaihi wa sallam berdoโa,
ุงููููููู
ู ุญูููุงููููููุง ููููุง ุนูููููููุง,ุงููููููู
ูู ุนูููู ุงููุขููุงู
ู ููุงููุฌูุจูุงูู ููุงูุธููุฑูุงุจู ููุจูุทูููู ุงููุฃูููุฏูููุฉู ููู
ูููุงุจูุชู ุงูุดููุฌูุฑู
โAllahumma haawalaina wa laa โalaina. Allahumma โalal aakami wal jibaali, wazh zhiroobi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajari [Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami. Ya Allah, turukanlah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah dan tempat tumbuhnya pepohonan].โ[10]
Ibnul Qayyim mengatakan, โKetika hujan semakin lebat, para sahabat meminta pada Nabi shallallahu โalaihi wa sallam supaya berdoโa agar cuaca kembali menjadi cerah. Akhirnya beliau membaca doโa di atas.โ[11]
Syaikh Sholih As Sadlan mengatakan bahwa doโa di atas dibaca ketika hujan semakin lebat atau khawatir hujan akan membawa dampak bahaya.[12]
Bersambung...
Penulis : Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel https://rumaysho.com
Silahkan dibagikan.....