Toko Kitab Al Manar Stationary Lampung

Toko Kitab Al Manar Stationary Lampung Kami menerima pesanan OnLine atau Off Line, kitab lokal, impor, makna, kosongan, matan, syarah dll...

Peringatan Hari Santri Nasional siap di meriahkan nanti malam...DI SPONSORI OLEH TOKO AL MANAR STATIONARY☺☺☺☺
22/10/2022

Peringatan Hari Santri Nasional siap di meriahkan nanti malam...
DI SPONSORI OLEH
TOKO AL MANAR STATIONARY☺☺☺☺

RAHASIA DI BALIK KEHEBATAN METODE "UTAWI IKI IKU" ALA PESANTRENOleh: KH. Muhajir Madad Salim bin Kyai Mas'udiSatu anak d...
14/10/2022

RAHASIA DI BALIK KEHEBATAN METODE "UTAWI IKI IKU" ALA PESANTREN

Oleh: KH. Muhajir Madad Salim bin Kyai Mas'udi

Satu anak didik saya yang sekarang saya titipkan kepada seorang ustadz balik ke rumah. Saya tanya, "Krasan (betah) mondoknya?"

“Tidak," jawabnya.

“Kenapa tidak krasan?"

“Karena ustadznya mengajarnya tidak pakai 'utawi iki iku', saya jadi kesulitan memahami pelajaran-pelajaran beliau."

Saya tersentak. Saya merasa bersalah. Memang ustadz yang saya titipi bisa dikatakan alim, dia mutakharrij (lulusan) Rubath Tarem. Tetapi jika mengajar tidak pakai rumus 'utawi iki iku' bagi santri Jawa ya repot. Lalu saya teringat paparan tentang hal ini. Dituturkan oleh kakak saya saat menjadi wakil keluarga dalam rangka Haul ayah saya, Kiai Mas’udi. Saya ambil bagian pentingnya saja. Meskipun panjang, insyaallah paparan beliau menarik. Sebab selain menjelaskan tentang pentingnya 'utawi iki iku', juga menerangkan banyak hal yang berhubungan dengan ranah keilmuan dunia pesantren Jawa.

Beliau pada bagian terakhir menerangkan begini, “Mbah Fadhol Senori sesudah menulis kitab Kasyf at-Tabarih , beliau pernah didatangkan oleh Kiai Mas’udi ke masjid ini dan beliau ajarkan kitab tersebut di hadapan para masyarakat terutama para kiai. Masjid mutih ini luar biasa, banyak orang-orang hebat pernah shalat di sini. Setidaknya yang pernah saya ketahui diantaranya Kiai Fadhol Senori, Mbah Raden Asnawi Kudus, beliau pernah juga memberikan pengajarannya di masjid ini, dan Mbah Kiai Idris bin Kamali Kempek, saat pernikahan Kiai Ali Murtadho. Mbah Idris datang ke sini tiga hari dan ikut shalat Jum’at di sini. Mbah Idris ini adalah menantunya Hadhratus Syaikh Kiai Hasyim Asy’ari.

Kiai Mas’udi pernah mengaji dengan Mbah Fadhol. Mbah Fadhol muridnya Kiai Makmun Jam’an al-Bogori. Kiai Makmun Jam’an muridnya Syaikh Nawawi al-Bantani. Jadi Kiai Mas’udi ini punya jalur sanad dari Kiai Sholeh Darat dan juga punya sanad dari Syaikh Nawawi al-Bantani.

Kiai Mas’udi muridnya Mbah Sanusi. Mbah Sanusi muridnya Mbah Maksum Lasem
(selain mengaji kepada Mbah Kholil Lasem). Mbah Maksum Lasem muridnya Syaikhona Kholil Madura. Berarti Kiai Mas’udi ini punya sanad keilmuan juga ke Syaikhona Kholil Bangkalan Madura.

Tiga orang ini; Mbah Kholil Bangkalan, Mbah Sholeh Darat dan Mbah Nawawi Banten adalah Pendobrak Tanah Jawa. Tiga serangkai yang punya jasa besar dalam dunia Pesanteren Indonesia terutama tanah Jawa. Dimana sesudah tiga orang kiai besar ini, rata-rata ulama Jawa adalah murid mereka atau muridnya salah satu dari mereka. Ketiga orang ini adalah selain alim juga merupakan orang-orang yang dekat dengan Allah Ta’ala, kita mengenalnya sebagai Waliyullah, kekasih Allah Ta’ala.

Kiai Mas’udi sangat membanggakan Kiai Sholeh Darat. Beliau sangat s**a dengan Kiai Sholeh Darat. Sementra Kiai Sholeh Darat ini, menurut guru saya Abah Dim Kaliwungu, adalah Mujaddid Tanah Jawa di masanya. Santri-santri Jawa sekarang ini bisa membaca Kitab Kuning karena jasa besar beliau.

Saat Mbah Sholeh masih belajar di Makkah, belum pulang ke Jawa, para anak negeri kalau ingin mengaji kitab susahnya minta ampun. Tetapi begitu Mbah Sholeh pulang ke Jawa, beliau membuat rumus:

والمبتداء بلأتوي اكو خبر # افـا لفاعل ايغ لمفعول ظهر

Walmubtada bil-Utawi Iku Khobar # Afa li-Fa'ilin Ing li-Maf’ulin Dzahar

Pokok jika seorang kiai ngomong 'Utawi', santri akan paham kalau itu adalah Mubtada’. 'Iku' artinya Khobar. 'Apa' adalah Fail. Dan sudah jelas 'Ing' adalah Maf’ul. Ini rumus yang luar biasa. Metodologi pesantren yang dirumuskan oleh Kiai Sholeh tersebut punya pengaruh besar, punya manfaat besar dalam memintarkan para santri. Buktinya metodologi beliau tersebut masih dipakai hingga sekarang.

Kalau mau mengaji ke Jawa tanpa 'utawi iki iku' itu tidak akan berhasil (baik) meskipun sudah S-3 Mesir sekalipun. Saya punya sahabat sudah S-3; S-1 di al-Azhar, S-2 dan S-3 di Maroko. Tetapi kelamaan di sana selama 20 tahun, saat pulang ke Jawa 'utawi iki iku'nya lupa. Dia mengeluh kepada saya, “Aku paham kitab, tetapi di sini tanpa 'utawi iki iku', murid-muridku tidak paham. Aku jadi bingung. Tolong aku diingatkan lagi...”

Saya jawab, “Ok, gampang. Almubtada bil-Utawi Iku Khobar # Afa li-Fa'ilin Ing li-Maf’ulin Dzahar…”

Kiai Sholeh Darat memang seorang Alim besar sekaligus Waliyullah. Sehingga Kiai Mas’udi sangat menyukainya.

Abah Dim Kaliwungu berkisah kepada saya, “Pernah Syaikh Nawawi Banten itu, pulang ke Indonesia. O ya, tiga orang ini, Kiai Nawawi Banten, Kiai Sholeh Darat dan Kiai Kholil Bangkalan mengajinya sama-sama di Makkah. Sama-sama mengaji kepada as-Sayyid Bakri Syatha. Sayyid Bakri Syatha mengaji kepada Syaikh Ahmad bin Zaini Dahlan al-Makki, M***i Syafi'iyyah Makkah. Ketiganya sangat akrab, dan termasuk satu angkatannya adalah Syaikh Khathib Minangkabau. Tetapi budayanya beda, akhlaknya beda.

Kalau akhlaknya kiai Jawa akhlaknya orang Jawa Mutawadhi’ (tawadhu'). Sedangkan akhlaknya orang Sumatra –soal perbedaan karakter ini kesimpulan bukan dari Abah Dim, tetapi saya ambil dari sebuah buku milik orang Belanda dari Universitas Leiden yang mengutip dari laporan Snouck Hurgronje, seorang oreantalis yang pernah hidup menyamar sebagai Abdul Ghoffar di Makkah, (tetapi kabar Snouck Hurgronje sampai mengimami di Masjidil Haram itu Hoax, kalau dia pernah di Makkah memang ya). Snouck Hurgronje berkata, “Kalau kiai Sumatra memang alim, kritis tetapi akhlaknya bukan seperti Kiai Jawa. Mereka itu lebih terlihat sebagai orang-orang yang cerdas, sedangkan kiai-kiai Jawa itu terlihat sisi-sisi ketawadhu’annya."

Kiai Nawawi Banten pulang ke Indonesia, beliau kangen dengan seorang sahabatnya dari kota Batang, namanya Kiai Anwar. Kiai Anwar ini juga dulunya di Makkah, seorang yang sangat Alim ilmu fikih, punya karangan kitab berjudul ‘Aysul Bahri. Kiai Anwar punya murid namanya Kiai Amir Pekalongan. Kiai Amir Pekalongan punya murid namanya Kiai Yasin Bareng Kudus. Kiai Yasin punya murid namanya Mbah Muhammadun Pondowan Pati. Kiai Muhammadun punya murid Kiai Mas’udi.

Dalam kitab ‘Aysul Bahri ada kalimat seperti ini:

وامـا الكفتيغ والكيوغو فكلاهمـا حلالان

Wa-ammal kepitingu wal kiyongu fakilahuma halalani. Jadi yang pertama dan satu-satunya ulama Indonesia saat itu yang menghalalkan kepiting cuma Kiai Anwar saja. Semua ulama Jawa mengharamkan kepiting.

Di lain tempat Mbah Kiai Sholeh Darat juga tergerak hatinya untuk silaturrahim ke Kiai Anwar ini. Lebih menakjubkan lagi, yang di Madura, Mbah Kiai Kholil juga tergerak untuk berjumpa dengan Kiai Anwar.

Akhirnya kesemua kiai itu, Kiai Nawawi, Kiai Sholeh Darat dan Kiai Kholil Bangkalan berkumpul di waktu yang sama di tempatnya Kiai Anwar di Kota Batang. Para sahabat lama ini terlibat dalam obrolan yang mengasyikkan, terutama antara Kiai Kholil Bangkalan dengan Kiai Nawawi Banten. Saking Asyiknya mereka nyaris lupa waktu. Beberapa menit sebelum datang waktu salat Ashar, Kiai Sholeh Darat mengingatkan mereka, "Wahai Syaikhoni, qad qarubal Ashru. Kiai-kiai, sudah mau Ashar."

Akhirnya tangan kanan Kiai Kholil dipegang oleh Kiai Nawawi Banten, sambil berkata, “Ayo, kita cari air dan tempat salat yang tidak bikin kita mengqadha salat Dzuhur."

“Oh, mangga..." jawab Kiai Kholil.

Mereka berdua pun keluar rumah. Tetapi begitu keluar pintu, keduanya tidak lagi ada di Kota Batang. Namun mereka berdua sudah ada di Kota Makkah al-Mukarromah. Jadi kini mereka berdua, Kiai Kholil dan Kiai Nawawi mendapati waktu tidak lagi mau Ashar, bukan lagi jam 3 siang tetapi jam 11 siang, mundur empat jam!

Begitulah kiranya orang-orang yang punya kedekatan dengan Allah Ta’ala, sepertinya waktu dan tempat tidak lagi mengikat mereka, sebagai bagian dari kemuliaan (karamah) yang diberikan oleh Allah kepada mereka.”

Sumber pemburu barokah

KISWAHKODIFIKASI LENGKAPMASALAH FIQIH, AKIDAH, DAN MUAMALAH(Kodifikasi Masail Waaqiiyyah)Kodifikasi Lengkap Masalah Fiki...
14/10/2022

KISWAH
KODIFIKASI LENGKAP
MASALAH FIQIH, AKIDAH, DAN MUAMALAH

(Kodifikasi Masail Waaqiiyyah)
Kodifikasi Lengkap Masalah Fikih, Akidah dan Amaliyah "Buku ini berisikan tanya jawab permasalahan kekinian yang bisa menjadi solusi terhadap permasalahan yang terjadi di masyarakat, dengan bertendensi pada kitab kuning lengkap dengan terjemahannya."
____________________
K. THOHARI MUSLIM
---------------------------------
Perumus Forum Musyawarah Pondok Pesantren se Jawa-Madura

Penyusun: Tim Pembukuan Kiswah
Sambutan: KH. M. Anwar Manshur
Pengantar: KH. Miftachul Akhyar
Tebal: lii + 588 hlm.
Dimensi: 16 x 24 cm.
Penerbit: Lirboyo Press
ISBN: 978-602-5743-14-6
Hard Cover

085658709679

ASWAJA LAHIR BATIN
13/10/2022

ASWAJA LAHIR BATIN

"Kisah habib lutfi bin yahya dan 10 dukun yang angkuh"Kisah ini bermula ketika 10 orang dukun yang ingin menguji habib l...
03/10/2022

"Kisah habib lutfi bin yahya dan 10 dukun yang angkuh"

Kisah ini bermula ketika 10 orang dukun yang ingin menguji habib luthfi.dukun yang terlihat angkuh dengan ilmu yang mereka punya ingin melihat seberapa koramah habib luthfi.

10 dukun itu mulai membacakan mantra pada keris yang mereka yakini sangat hebat itu,mereka meyakini keris itu adalah keris legenda.

Lalau setelah mereka para dukun mengeluarkan keris yang ia yakini keris legenda,entah apa yang mereka baca terhadap keris itu,komat kamit tidak jelas.setelah selasai mereka membaca mantra lalu mereka menyuruh habib luthfi mengambil keris legenda itu.

Dukun itu berkata : " Ambillah jika Habib mampu! "

Habib Luthfi dengan tegas menolak tantangan itu. Beliau balik bertanya : " Untuk apa dan atas dasar apa anda menantang saya? "

Lalu salah satu dari dukun itu menjawab :
" Kami ingin tahu apa kelebihanmu, kok murid-muridmu banyak bahkan juga ada di mana-mana. Dan apa benar Habib ini wali Allah, kok beberapa hingga banyak yg s**a dan mencintaimu. "

lalu diletakkan keris iti persis di depan Habib Luthfi. Lalu dukun itu berkata :

" Ambil jika Habib mampu! "

Habib Luthfi hanya tersenyum sambil jalan membawa sapu lantai dan disapunya keris itu dengan mudahnya tanpa membuang-buang tenaga.

Ke 10 dukun itu kaget saat melihat keris itu dengan mudah di sapu habib luthfi.

Lalu para dukun itu berkata: " Kok bisa ya hanya dengan menyapu saja, walaupun sebenarnya sudah saya perlihatkan tak ada seorang juga yg bisa mengambil keris itu. "

Setelah Itu Habib Luthfi bin Yahya mencabut bulu rambut yg ada di kepalanya dan menempatkannya persis di depan 10 dukun itu.

Beramai-ramailah dukun itu dengan sekuat tenaga mengambil satu helai bulu rambut Habib Luthfi. Tetapi apa akan dikata, tidak satu orang juga dari mereka yang dapat mengambil bulu rambut itu.

Pada akhirnya 10 dukun itu segera mohon maaf pada Habib Luthfi dan bahkan bersedia jadi murid Habib Luthfi hingga saat ini.smoga manfaat dan memberi kepercayaan kita mengenai kekuasaan Allah..

صل الله على محمد 🌹🌹

MULANA HABIB MUHAMMAD LUTHFI BIN ALI BIN HASYIM BIN YAHYA

Sumber :pemburubarokah

03/10/2022

"RAHASIA DIBALIK NAMA MUHAMMAD"

Abh Guru Sekumpul pernah mengatakan;
Sungguh sangat beruntung orang yang mempunyai nama Muhammad.

Kata beliau lagi;
Jika suatu rumah yang didalamnya terdapat seseorang yang bernama MUHAMMAD maka rumah itu tidak akan sepi dari kebaikan.

Masya Allah 🤲🤲

Rasulullah ﷺ bersabda:

Barang siapa yg mempunyai anak lalu diberi nama MUHAMMAD karena cinta padaku dan karena mengharapkan berkah (Tabarru) dengan namaku maka dia dan anaknya akan dimasukkan kedalam surga.

Dijelaskan didalam kitab bahwa seseorang yg memiliki nama seperti nama nabi karena kecintaannya maka :

ﻻ ﻳﺪﺧﻞ ﺍﻟﻔﻘﺮ ﺑﻴﺘﺎ ﻓﻴﻪ ﺍﺳﻤ

Kefakiran tidak akan memasuki rumah yang didalamnya terdapat namaku.

ﻣﺎ ﻣﻦ ﺍﻫﻞ ﺑﻴﺖ ﻓﻴﻬﻢ ﺍﺳﻢ ﻧﺒﻲ ﺍﻻ ﺑﻌﺚ ﺍﻟﻠﻪ ﺇﻟﻴﻬﻢ ﻣﻠﻜﺎ ﻳﻘﺪﺳﻬﻢ ﺑﺎﻟﻐﺪﺍﺓ ﻭﺍﻟﻌﺸﻲ

"Barang siapa dalam sebuah keluarga yang didalam keluarganya ada nama nabi Muhammad SAW maka ALLAH ﷻ akan mengutus padanya seorang malaikat yang membaca tasbih untuk mereka pagi dan sore.

Ditambah lagi dengan kita membaca Sholawat maka rezeki kita akan selalu lancar insya Allah.

اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ❤️❤️

Masih banyak lagi keutamaan dan keistimewaan memberikan nama ( Muhammad ) tersebut kepada anak.

Semoga Allah SWT mempertemukan kita dengan Nabi Muhammad ﷺ di saat kematian kita di Alam barzah dan Mahsyar serta mengumpulkan kita semua di dalam Surga-Nya bersama RASULULLAH ﷺ

Sumber : PemburuBarokah

Wali AllahWali Allah adalah para hamba yang menjadi kekasih-Nya. Mereka manusia pilihan yang hidupnya tak ada takut dan ...
03/10/2022

Wali Allah
Wali Allah adalah para hamba yang menjadi kekasih-Nya. Mereka manusia pilihan yang hidupnya tak ada takut dan tak ada susah, karena yang dituju hanya Allah semata. Banyak sekali kriteria wali Allah, sehingga kita harus selalu berbaik sangka kepada siapa saja. Karena bisa jadi yang tak kita sangka, ternyata dia adalah kekasih Allah.
Dijelaskan oleh KH Ahmad Zuhdiannoor (akrab disapa Guru Zuhdi) ), bahwasanya KH Muhammad Zaini Abdul Ghani (Abah Guru Sekumpul) pernah berkata, bahwa manusia menjadi wali Allah itu ada beberapa golongan.
1. Ada yang tahu bahwa dirinya Wali dan orang pun tahu bahwa dirinya itu wali. Ini disebut Wali Masyhur.
2. Ada yang tahu bahwa dirinya wali dan orang lain tidak tahu bahwa dirinya wali. Ini disebut Wali Mastur. Artinya cukup dia sendiri yang tahu.
3. Ada yang tidak tahu bahwa dirinya wali, tapi orang tahu bahwa dirinya itu wali.
4. Ada yang tidak tahu bahwa dirinya wali dan orang lain pun tidak tahu pada dirinya itu wali.
Nomor 1, 2, dan 3 itu kita selamat, karena ia berhati-hati dengan Wali. Tapi yang nomor 4 itu sangat sulit kalau-kalau kualat. Karena menghina Wali dan sebagainya itu nantinya bisa kualat.
Maka dari itu, cukup kita husnudzzon kepada makhluq. Sangka baik kepada makhluq. Jangan menghina makhluq. Siapa tahu orang itu Wali. Siapa tahu dia lebih mulia dari kita. Siapa tahu dia lebih tinggi derajatnya dari kita. Untuk itu, satu-satunya jalan di akhir zaman ini adalah mendo’akan semua ummat Rasulullah. Sebagaimana Syaikh Samman Al-Madani, beliau berkata sangat jujur bahwa,
“Tidak naik pangkatku terkecuali aku membaca doa,
اَللهُمَّ اغْفِرْلِاُمَّةِ سَيِّدِنَا مُحَمَّد
اللهُمَّ ارْحَمْ اُمَّةَ سَيِّدِنَا مُحَمَّد
اللهُمَّ اسْتُرْ اُمَّةَ سَيِّدِنَا مُحَمَّد
اللهُمَّ اجْبُرْ اُمَّةَ سَيَّدِنَا مُحَمَّد ﷺ
4 x berturut-turut sesudah shalat subuh.
Hanya karena do’a ini, aku jadi Walinya Allah Ta’ala.” Demikian kata Syekh Samman Al-Madani.
Mari do’akan semua umat Rasulullah, mudah-mudahan diampuni segala dosa dan kesalahannya.
Copas dari

DAFTAR KITAB MAKNA PESANTRENWa.me/+6285335110123TERBARU1 OKTOBER 2022No.  Nama Kitab  - Harga 1. Abi Jamroh 17.0002. Ada...
02/10/2022

DAFTAR KITAB MAKNA PESANTREN

Wa.me/+6285335110123

TERBARU
1 OKTOBER 2022

No. Nama Kitab - Harga
1. Abi Jamroh 17.000
2. Adabud-dunia 84.000
3. Adzkar Nawawi 62.000
4. Afdholu Sholawat 64.500
5. Ahkam Sulthoniyyah 88.000
6. Al- Ghunyah 168.000
7. Al- Qur'an 110.000
8. Anwarul Masalik 90.000
9. Arba'in Nawawi 17.500
10. Asybah Wannadhoir 85.000
11. Asymawi 17.000
12. At-tadzhib 71.000
13. At-targhib 26.000
14. Aufaq 17.000
15. Ayatul Ahkam Assayis 226.500
16. Bahjatul Wasa'il 15.500
17. Bajuri 140.000
18. Barzanji 37.000
19. Bidayah Hidayah 31.000
20. Bidayatul Mujtahid 154.500
21. Bughyah 98.000
22. Bulugul Marom 60.000
23. Busyrol Karim 75.000
24. Da`watut Tammah 21.500
25. Dahlan Al-fiyah 72.000
26. Dairobi 30.000
27. Dalail Khoirot Besar 45.000
28. Dalail Khoirot Tanggung 21.000
29. Daqo'iqul Akbar 15.000
30. Dasuqi 77.000
31. Dardiri mi’roj + madariju suud 23.000
32. Durotun Nasihin 59.000
33. Fathul izar 8.000
34. Fathul Jawad 21.500
35. Fathul Majid 19.500
36. Fathul Mu'in 36.500
37. Fathul Qorib 14.000
38. Fathul Qorib Gabung Fathul Muin 50.000
39. Fathul Wahab 150.000
40. Ghoyatul Wusul 59.000
41. Hidayatul Mustafid 11.000
42. Hikam 76.000
43. Hikmatut Tasyre` 96.000
44. Husunul Hamidiyah 25.000
45. I'anatut Tholibin 575.000
46. Ibanatul Ahkam Juz 1&2 273.500
47. Ibanatul Ahkam Juz 3&4 216.000
48. Ibnu Aqil 72.500
49. Ibnu Hamdun 126.500
50. Idhotun Nasi`in 27.500
51. Ihya' 548.000
52. Imriti 19.500
53. Inarotud Duja 76.000
54. Iqna' 163.000
55. Iqodzul Himam 119.000
56. Irsyadu Syarri (kumpulan kitab Mbah Hasyim Asyari 22 Kitab) 250.000
57. Irsyadul Ibad 25.000
58. Irsyadul ikhwan 20.000
59. Is,Adurrofiq 75.000
60. Itmamu Diroyah ( Ilmu tafsir ) 10.500
61. Jami’ul Usul Filaulia’ 116.000
62. Jami'us Shoghir 82.500
63. Jamul Jawami 65.000
64. Jawahirul Bukhori 125.500
65. Jawahirul Kalamiyah 12.000
66. Kaba’ir 57.000
67. Kafrowi 31.000
68. Kailani 14.500
69. Kasyifatus-saja 25.000
70. Kawakibu Duriyah 79.500
71. Kholasoh Nurul Yakin 31.000
72. Khozinatul Asror 72.000
73. Kifayatul Ahyar 85.000
74. Kifayatul Ashab 18.000
75. Kifayatul Atqiyak 36.000
76. Kifayatul Awam 20.000
77. Lato'iful Isyaroh 21.500
78. Luma’ 21.000
79. Mabadi Fiqh 22.500
80. Madarijus-su'ud & Dardiri Mi’roj 25.000
81. Mafahim 102.500
82. Mahally 119.000
83. Mahluf / Syarah J. Maknun 65.500
84. Majalisus Saniyah 48.500
85. Makudi 14.500
86. Mamba' Usululul Hikmah 81.500
87. Manaqib 12.000
88. Maqsud 22.000
89. Matan Sulam Taufiq 10.000
90. Matan Ta’lim 10.000
91. Matan Taqrib (ghoyah wataqrib) 15.000
92. Mauidhotul Mu'minin 92.000
93. Mawahibus Shomad / Zubad 74.000
94. Minahus Saniyah 11.000
95. Minhajul Abidin 20.000
96. Minhajul Qowim 42.500
97. Minhatul Mughits 14.000
98. Mizan Kubro 132.500
99. Mughni Labib 145.000
100. Muhadzab 234.000
101. Muhtarul Ahadits 40.000
102. Muhtasor jidan 11.000
103. Mukasyafatul Qulub 78.500
104. Mutamimah 29.500
105. Muwatho` 145.000
106. Naso'ihud-diniyah 33.000
107. Naso'ihul Ibad 20.000
108. Nawadir Qulyubi 60.000
109. Nihayatut zain 103.000
110. Nurud-dholam 15.000
111. Qomi'ut thugyan 12.000
112. Qurtubi 40.000
113. Risalatul Mu'awanah 12.000
114. Risalatul Qusairiyah 128.500
115. Riyadul Badi'ah gabung tahrir 55.000
116. Riyadus-sholihin 128.500
117. Sab`atu Kutub Mufidah 80.000
118. Safinatun Najah 8.000
119. Safinatus Sholah 7.500
120. Sanusiyah 8.000
121. Shohih Bukhori 591.500
122. Shohih Muslim 170.000
123. Sirojut Tholibin 230.000
124. Sirul Jalil 13.000
125. Sitina Mas'alah 23.000
126. Subulus Salam 140.000
127. Sulam Munajah 13.000
128. Sulam Taufiq 14.000
129. Sunan Abi Dawud 281.500
130. Sunan Ibnu Majah 359.000
131. Sunan Turmudzi 464.500
132. Syamsul Ma`arif 156.000
133. Syarah Rotibul Hadad 126.000
134. Tafsir Showi 390.000
135. Tafsir Baidhowi 303.500
136. Tafsir Ibnu Abas 119.500
137. Tafsir Jalalain 91.500
138. Tafsir Munir 285.000
139. Tafsir Yasin 11.000
140. Tahrir 28.000
141. Tahliyah 16.000
142. Taisirul Kholaq 12.000
143. Tajridus Shorih 102.000
144. Talhisul Asas 21.000
145. Ta'limul Mutalim 10.500
146. Tambihul Ghofilin 59.500
147. Tambihul Mughtarin 39.500
148. Tanqihul Qoul 20.000
149. Tanwirul Qulub 122.000
150. Taqrirot Syadidah
151. Tarekh Tasyre’ 69.500
152. Targhibul Musytaqin 14.500
153. Tashilul Amani 17.000
154. Taswiqul khilan 66.000
155. Tausyeh 97.000
156. Tibun-Nabawi 95.000
157. Tibyan 45.000
158. Tijan Durori 16.000
159. Umdatus Shalik 23.000
160. Uqudilijain 12.000
161. Uqudul Juman 45.000
162. Usfuriyah 14.500
163. Wajis 138.500
164. Waroqot 10.000
165. Washoya 12.000
166. Yaqutu nafis
167. Zawajir 242.000
168. Badai Zuhur 65.000

NB: Bagi toko online, Dilarang Copi Paste daftar harga Di atas, sebelum mendapat izin dari Nomor 085658709679

Address

Desa Mujirahayu, Rt 13 Rw 03, Kecamatan Seputih Agung Kabupaten Lampung Tengah
Metro
34166

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Toko Kitab Al Manar Stationary Lampung posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category