27/04/2017
Dear Ukhty Cantik☺️
Wanita shalihah yang kecantikannya ibarat mutiara yang terbenam dalam lumpur, masih menjadi kaum minor di kalangan masyarakat yang sudah mulai terpengaruh dengan eksistensi kaum liberal, permisif dan hedonis masa kini.
Merekalah para wanita perindu Surga yang selalu nyaman tinggal di istananya. Merekalah para bidadari yang bersembunyi di balik tabir, kain longgar, dan lebarnya kerudung.
Ketika orang mendatanginya, ia begitu khawatir jika keindahannya terlihat, dan dia tidak mungkin menjumpai tamunya dalam busana ala kadarnya yang bisa menampakkan ‘simpanan berharga’nya.
Mereka masih dan akan selalu menjadi misteri bagi para lelaki asing di luar sana. Tetapi mereka berubah bagai bidadari jika bertemu dengan kekasih hati yang telah menjadi suaminya.
Tahukah engkau siapa kekasih hati sang bidadari..?
Hanyalah lelaki shalih yang berani mendamba dirinya dan hanya lelaki shalih yang memiliki nyali mempersuntingnya sekaligus meminangnya menjadi belahan hati.
Sedangkan lelaki hidung belang, miskin agama, dan kurang bermoral hanya akan mendekati ‘daging-daging’ yang dijual bebas di pasaran (Percayalah laki-laki seperti ini nyata adanya meski tidak semua)
Para wanita yang menjajakan dirinya di pinggir-pinggir jalan, di mal-mal, di tempat-tempat dugem, dan yang sejenisnya.
Sekalipun mereka tidak merasa atau tidak berniat ‘menjual diri’ mereka, akan tetapi pada hakikatnya..jika mereka mau menyadari, merekalah ‘mangsa’ empuk para serigala manusia yang kelaparan.
Maka saudariku, manakah yang lebih engkau sukai, si cantik yang diobral murah? Ataukah si shalihah yang penuh rahasia?
Maka jika saat ini dirimu telah berhijab, maka ulurkanlah hijabmu sampai benar-benar menutup dirimu dari fitnah.
Belajarlah untuk mencintai hijabmu layaknya kamu mencintai dirimu sendiri. Kuatkan dirimu dengannya, bahwa kau berhijab karna kau hanya ingin taat pada Rabbmu. .
Kau tahu saudariku, NERAKA mu memang bukan urusanku dan SURGA belum tentu menjadi milikku. TAPI mengajakmu dalam kebaikan adalah KEWAJIBANKU. 😊
📝