23/04/2019
"Aku rela di penjara asalkan bersama buku. Karena dengan buku, aku bebas"
-Mohammad Hatta-
Wah, kok bisa ya buku bikin B**g Hatta bebas dari penjara? ๐
Mungkin di dalam bukunya terselip kunci, ya? Hehehe.
Skip, skip, skip.
Menurut saya...
Bebas di atas adalah kebebasan berpikir, berimajinasi, dan tentunya kebebasan dari belenggu kebodohan.
Bukankah wahyu pertama yang Allah turunkan untuk Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam adalah perintah untuk membaca?
Bahkan perintah ini jauh sebelum Allah memerintahkan kita untuk shalat.
Itulah tanda betapa ilmu sangat penting. Salah satu cara kita bisa mendapatkannya adalah dengan membaca.
Tak hanya membaca tulisan, tapi juga membaca segala fenomena yang terjadi di sekitar kita.
Saat ini, menjadi sebuah kekhawatiran ketika minat baca di negeri ini sangat rendah.
Sebuah studi yang dilakukan Central Connecticut State University pada tahun 2016 mengenai 'Most Literate Nations in The World" menyebutkan bahwa Indonesia menempati urutan ke-60 dari total 61 negara. Dengan kata lain, minat baca masyarakat Indonesia disebut-sebut hanya sebesar 0,01 persen atau satu berbanding sepuluh ribu.
Ironinya, angka ini berbanding terbalik dengan jumlah pengguna internet yang mencapai separuh dari total pop**asi penduduk Indonesia atau sekitar Rp 132,7 juta.
Wah, ngeri sekali, ya! ๐
Yuk, sama-sama kita buka lagi buku-buku yang sudah menumpuk dan belum sempat terbaca.
Eits, jangan lupa memperkenalkan buku sejak dini pada anak.
Semoga saat dewasa kelak, ia menjadi generasi cinta baca, berwawasan luas & pengamal ilmu yang didapatnya.
๐ Selamat Hari Buku Sedunia ๐
-MN-