20/02/2018
Bismillaah
Saya mengenal seseorang....
Darinya saya banyak belajar.
Terutama belajar akhlak.
Akhlak yg baik tidak mungkin jauh dari sifat sabar.
Sabar ini bukan dlm ucapan.
Krn akan terlihat nyata dalam keseharian.
Saya banyak menemui org yg mengaku sabar dan yg sering menyuruh org untuk bersabar.
Tapi saat dirinya yg diuji semua teori itu hilang.
Sabar itu butuh proses.
Sabar itu butuh iman yg besar.
Dicaci
Dihina
Dianggap remeh
Didzalimi
Dicurangi
Disalahsangkakan
Difitnah
Macam macam tempaan dia lalui
Tapi dia tetap sabar dan berprasangka baik pada Allah.
Tidak memikirkan egonya
Tidak memikirkan harga dirinya
Semua tidak dirasa penting yang utama dia hanya ingin mendapat ridha Allah
Setiap ada kebusukan atau pengkhianatan, atau fitnah yg ditujukan padanya, sikapnya seolah enggan mempermasalahkan.
Ucapnya selalu, "Biarlah jika kita yg didzalimi, asalkan bukan kita yg mendzalimi".
"Takutlah jika mrk dzalim, lalu kita membalas dan akhirnya mrk yg merasa terdzalimi, sehingga posisi doa mrk menjadi tak ada hijab dengan Allah. "
Mengenal org yg sabar dalam keseharian, sungguh membuat kita lebih mudah tertular sifat sabar.
Dan sungguh Allah beserta org2 yg sabar.
Saya bbrp kali menyadari, setiap kali dia bersabar dlm posisi terdzalimi, tidak memakan waktu lama, sungguh Allahlah sebaik-baik pemberi balasan, dia tidak kehilangan kehormatannya hanya krn salah sangka dari manusia.
Maha Benar Allah dengan janjiNya.
"....Tidak ada suatu pemberian yg dikaruniakan kpd seseorang yg lebih baik dan lebih luas dibandingkan kesabaran. "
Hr. Bukhari
Semoga Allah senantiasa memberi beliau sifat sabar.
Semoga Allah senantiasa menjaga beliau.
Semoga Allah senantiasa memberi beliau jalan yg lurus.
Jika hati kita selalu sungguh2 ingat kampung akherat, pastilah akan lebih mudah memiliki sifat sabar 😰
Barakallahu fiik
Bund kaska