25/01/2023
بسم الله الر حمن الر حيم
AYAT INI MEMBUAT TUNGGANG LANGGANG PENGIKUT AQIDAH S11AHH.
Ada dua golongan besar menyikapi bahwa Allah Subhanallah Ta'ala itu tinggi di langit di atas Arsy..
Satu golongan yang beriman memahami Al-Qur'an dengan pemahaman SALAFUSSOLIH dengan di tafsirkan.. dengan tafsirnya ulama yang mengikuti manhaj salaf...
Yang satu golongan lagi berusaha mencari Dalil untuk menolak ayat yang mengatakan Allah Subhanallah Ta'ala tinggi di atas langit di atas Arsy..
Yang paling lucu dan sering terlontar sebenarnya Allah itu di langit atau di atas Arsy?
Atau berkata.. kalau Allah Subhanallah Ta'ala itu di langit.. kenapa shalat menghadap kiblat.. bukan menghadap langit?
Atau bilang.. kalau Allah Subhanallah Ta'ala di langit mengapa Sujud ke bumi..
Sungguh kreatif olok-olok mereka terhadap Allah Subhanallah Ta'ala dan Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam..
Mengapa mereka bisa menolak ratusan Ayat dan Hadist kalau Allah Subhanallah Ta'ala Maha tinggi?
Itu karena mereka mengikuti aq1d4h s11ahh.. hanya dengan satu Hadist buatan..
BAHWA ALLAH TA'ALA ADA TANPA TEMPAT.. TANPA ARAH.. DAN ALLAH TA'ALA TIDAK BUTUH TEMPAT..
(Dalam kitab s11ahh alkaafi karangan alkulani)
Begitu kuatnya mereka berpegang teguh kepada aqidah s11ahh???
Bahkan pengikut s11ahh berani mengilustrasikan gambar Allah Subhanallah Ta'ala... sungguh berani mereka menghina Allah Subhanallah Ta'ala..1bl1z saja tidak berani seperti itu..1bl1z hanya menolak satu perintah Allah Ta'ala untuk sujud kepada Adam Alaihi Salam.. itupun sudah di l4kn4tt.. bagaimana dengan orang yang menolak kebenaran Al-Qur'an dan Hadits dan menghina Allah Subhanallah Ta'ala..?
Atau mereka mengatakan Allah Subhanallah Ta'ala salah dalam Berfirman?
Di suatu ayat Allah Ta'ala Berfirman.. kalau bertanya tentang Aku, katakan bahwa Aku dekat..
Atau Ayat lain dimana kamu melihat di situ ada Aku..
ءَأَمِنتُم مَّن فِى ٱلسَّمَآءِ أَن يَخْسِفَ بِكُمُ ٱلْأَرْضَ فَإِذَا هِىَ تَمُورُ
Apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang di langit bahwa Dia akan menjungkir balikkan bumi bersama kamu, sehingga dengan tiba-tiba bumi itu berguncang?
83Ayat ini merupakan peringatan bahwa meskipun Allah ﷻ berada di langit, jangan manusia merasa aman terhadap apa yang terjadi di bumi. Karena yang di langit mengetahui segala yang terjadi di atas muka bumi. Dan segala yang terjadi di atas muka bumi itu sesuai dengan keputusan yang ada di langit yaitu Allah ﷻ. Dan para salaf menafsirkan firman Allah “Apakah kalian merasa aman terhadap Dia yang di langit” dengan mereka mengatakan bahwa maksudnya adalah apakah manusia merasa aman dari Allah ﷻ yang berada di atas langit? Ayat ini sekaligus menjadi dalil bahwa Allah berada di atas langit.
Adapun firman Allah ﷻ, فَإِذَا هِيَ تَمُورُ maknanya adalah bumi bergetar (bergerak) (52). Seperti sabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam,
بَيْنَمَا رَجُلٌ يَتَبَخْتَرُ، يَمْشِي فِي بُرْدَيْهِ قَدْ أَعْجَبَتْهُ نَفْسُهُ، فَخَسَفَ اللهُ بِهِ الْأَرْضَ، فَهُوَ يَتَجَلْجَلُ فِيهَا إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ
“Dahulu ada seseorang yang berjalan dan ia merasa bangga dengan gaunnya yang indah, tiba-tiba dia ditenggelamkan ke dalam bumi, dan diapun diguncang di dalam bumi hingga hari kiamat nanti.”(53)
Hadits ini menunjukan akan bahayanya kesombongan, karena Nabi ﷺmenerangkan bahwa dahulu pernah ada orang yang berjalan dengan sombong dengan pakaiannya, akan tetapi kemudian dia dibenamkan ke dalam bumi dan diguncang hingga hari kiamat. Contohnya adalah Qarun, dimana Allah ﷻ berfirman,
فَخَرَجَ عَلَى قَوْمِهِ فِي زِينَتِهِ قَالَ الَّذِينَ يُرِيدُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا يَالَيْتَ لَنَا مِثْلَ مَا أُوتِيَ قَارُونُ إِنَّهُ لَذُو حَظٍّ عَظِيمٍ، وَقَالَ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ وَيْلَكُمْ ثَوَابُ اللَّهِ خَيْرٌ لِمَنْ آمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا وَلَا يُلَقَّاهَا إِلَّا الصَّابِرُونَ، فَخَسَفْنَا بِهِ وَبِدَارِهِ الْأَرْضَ فَمَا كَانَ لَهُ مِنْ فِئَةٍ يَنْصُرُونَهُ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَمَا كَانَ مِنَ الْمُنْتَصِرِينَ
“Maka keluarlah dia (Qarun) kepada kaumnya dengan kemegahannya. Orang-orang yang menginginkan kehidupan dunia berkata, ‘Mudah-mudahan kita mempunyai harta kekayaan seperti apa yang telah diberikan kepada Karun, sesungguhnya dia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar’. Tetapi orang-orang yang dianugerahi ilmu berkata, ‘Celakalah kamu! Ketahuilah, pahala Allah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, dan (pahala yang besar) itu hanya diperoleh oleh orang-orang yang sabar’. Maka Kami benamkanlah Qarun beserta rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada baginya suatu golonganpun yang menolongnya terhadap azab Allah. Dan tiadalah ia termasuk orang-orang (yang dapat) membela (dirinya).” (Al-Qashash : 79-81)
Oleh karenanya jangan seseorang merasa aman, karena jika Allah ﷻ telah memiliki kehendak maka bisa jadi Allah ﷻ akan membenamkannya(54). Dan betapa banyak peristiwa yang telah kita lihat dimana Allah ﷻ membenamkan manusia ke dalam bumi. Sungguh jika Allah ﷻ telah berkehendak, maka hal itu mudah bagi Allah, tinggal berkata “Kun” maka jadilah apa yang Dia kehendaki.Catatan Kaki 52. Lihat: Tafsir Al-Baghawi 8/179 dan Tafsir Ibnu Katsir 8/18053. H.R. Muslim no. 208854. Lihat: Tafsir As-Sa�diy hal.877Tafsir At-Taysir
(Al-Mulk:16)
Sanie Uye Aqidah Tanzih II Jidati Wal Hitami