09/07/2022
.
Suatu malam, Nabi Ibrahim mendapatkan perintah dari Allah lewat mimpi agar menyembelih Ismail.
Awalnya, ia menganggap mimpi itu tidak benar.
Ketika mimpi itu berulang hingga tiga kali,Nabi Ibrahim tampak gelisah dan bingung.
Nabi Ibrahim kemudian menemui istrinya Hajar dan berkata, "Dandanilah putramu dengan pakaian yang paling bagus, sebab ia akan ku ajak untuk bertamu kepada Allah." Hajar pun segera mendandani Ismail dengan pakaian yang paling bagus serta meminyaki dan menyisir rambutnya.
Mereka kemudian berangkat ke sebuah lembah di daerah Mina. Sesampainya di sana, Nabi Ibrahim menceritakan perintah Allah kepada Ismail.
Singkat cerita Ismail bersedia untuk di sembelih oleh ayahnya karena itu perintah dari Allah,
Namun ketika Nabi Ibrahim beberapa kali mencoba menggoreskan goloknya ke leher Ismail, namun golok tersebut selalu terpental.
"Hai golok! Kau dapat membelah batu, tapi mengapa kau tak mampu menembus daging?" tanya Nabi Ibrahim. Atas izin Allah, golok tersebut menjawab,
"Hai Ibrahim! Kau menghendaki untuk menyembelih, sedangkan Allah Penguasa alam semesta berfirman, 'Jangan sembelih'. Jika begitu, kenapa aku harus menentang perintah Allah?"
Lalu.....
Dalam surat Ash-Shaffaat Allah berfirman " Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata.
Kami tebus anak itu dengan seekor sesembelihan yang besar"
Menurut satu riwayat, Ismail diganti dengan seekor domba kibas yang dulu pernah dikurbankan oleh Habil. Malaikat Jibril datang membawa domba kibas itu dan sempat melihat Nabi Ibrahim menggoreskan goloknya ke leher putranya.
Melihat ketaatan sang utusan Allah, malaikat Jibril kagum dan mengagungkan asma Allah. Allaahu Akbar, Allaahu Akbar. Nabi Ibrahim menyahut, Laa Ilaaha Illallaahu Allaahu Akbar. Ismail mengikutinya, Allaahu Akbar wa Lillaahil Hamdu. Bacaan-bacaan ini kemudian dibaca setiap hari raya Idul Adha