30/06/2015
Renungan Kisah Nyata
Minggu lalu saya kembali Jum’atan di Graha CIMB Niaga
Jalan Sudirman setelah lama sekali nggak sholat Jum’at di
situ… Sehabis meeting dengan salah satu calon investor
di lantai 27, saya buru2 turun ke masjid karena takut
terlambat..dan bener aja sampai di masjid adzan sudah
berkumandang… Karena terlambat saya jadi tidak tau
siapa nama Khotibnya saat itu.. sambil mendengarkan
khotbah saya melihat Sang Khotib dari layar lebar yg di
pasang di luar ruangan utama masjid.. Khotibnya masih
muda, tampan, berjenggot namun penampilannya
bersih..dari wajahnya saya melihat aura kecerdasan..tut
ur katanya lembut namun tegas…dari penampilannya yg
menarik tsb..saya jadi penasaran..apa kira2 isi
khotbahnya…
Ternyata betul dugaan saya!!!…isi ceramah dan cara
menyampaikannya membuat jamaah larut dalam
keharuan..banyak yg mengucurkan air mata (termasuk
saya)..bahkan ada yg sampai tersedu sedan...
Weleh2..sampai segitunya ya..lalu apa sih isi
ceramahnya..koq kayaknya amazing bingitzz…
Dengan gaya yg menarik Sang Khotib menceritakan “true
story”..seorang anak berumur 10 th namanya Umar..dia
anak pengusaha sukses yg kaya raya.. Oleh ayahnya si
Umar di sekolahkan di SD Internasional paling bergengsi
di Jakarta..tentu bisa ditebak, bayarannya sangat
mahal..tapi bagi si pengusaha, tentu bukan
masalah..wong uangnya berlimpah… Si ayah berfikir
kalau anaknya harus mendapat bekal pendidikan terbaik
di semua jenjang..agar anaknya kelak menjadi orang yg
sukses mengikuti jejaknya...
Suatu hari isterinya kasih tau kalau Sabtu depan si ayah
diundang menghadiri acara “Father’s Day” di sekolah
Umar.. “Waduuuh saya sibuk ma..kamu aja deh yg
datang..” begitu ucap si ayah kpd isterinya..bagi dia acara
beginian sangat nggak penting..dibanding urusan bisnis
besarnya.. Tapi kali ini isterinya marah dan
mengancam..sebab sudah kesekian kalinya si ayah nggak
pernah mau datang ke acara anaknya..dia malu karena
anaknya selalu didampingi ibunya..sedang anak2 yg lain
selalu didampingi ayahnya… Nah karena diancam
isterinya..akhirnya si ayah mau hadir meski agak
ogah2an..
Father’s day adalah acara yg dikemas khusus dimana
anak2 saling unjuk kemampuan di depan ayah2nya..
Karena ayah si Umar ogah2an maka dia memilih duduk
di paling belakang..sementara para ayah yg lain
(terutama yg muda2) berebut duduk di depan agar bisa
menyemangati anak2nya yg akan tampil di panggung…
Satu persatu anak2 menampilkan bakat dan
kebolehannya masing2..ada yg menyanyi..menar
i..membaca puisi..pantomim..ada p**a yg pamerkan
lukisannya..dll.. Semua mendapat applause yg gegap
gempita dari ayah2 mereka…tibalah giliran si Umar
dipanggil gurunya untuk menampilkan kebolehannya..
“Miss, bolehkah saya panggil pak Arief..” tanya si Umar
kpd gurunya..pak Arief adalah guru mengaji untuk
kegiatan ekstra kurikuler di sekolah itu… ”Oh boleh..”
begitu jawab gurunya..dan pak Ariefpun dipanggil ke
panggung… “Pak Arief, bolehkah bapak membuka Kitab
Suci Al Qur’an Surat 78 (An-Naba’)” begitu Umar minta
kepada guru ngajinya…”Tentu saja boleh nak..” jawab pak
Arief.. “Tolong bapak perhatikan apakah bacaan saya ada
yg salah..” lalu si Umar mulai melantunkan QS An-Naba’
tanpa membaca mushafnya (hapalan)..dengan lantunan
irama yg persis seperti bacaan “Syaikh Sudais” (Imam
Besar Masjidil Haram)…
Semua hadirin diam terpaku mendengarkan bacaan si
Umar yg mendayu-dayu…termasuk ayah si Umar yg
duduk dibelakang…”Stop..kamu telah selesai membaca
ayat 1 s/d 5 dengan sempurna..sekarang coba kamu baca
ayat 9..” begitu kata pak Arief yg tiba2 memotong bacaan
Umar… lalu Umarpun membaca ayat 9…”Stop, coba
sekarang baca ayat 21..lalu ayat 33..” setelah usai Umar
membacanya…lalu kata pak Arief:“Sekarang kamu baca
ayat 40 (ayat terakhir)”..si Umarpun membaca ayat ke 40
tsb sampai selesai”... “Subhanallah…kamu hafal Surat An-
Naba’ dengan sempurna nak…” begitu teriak pak Arief
sambil mengucurkan air matanya…para hadirin yg
muslimpun tak kuasa menahan airmatanya… Lalu pak
Arief bertanya kepada Umar : ”Kenapa kamu memilih
menghafal Al-Qur’an dan membacakannya di acara ini
nak, sementara teman2mu unjuk kebolehan yg lain..?”
begitu tanya pak Arief penasaran…
Begini pak guru…waktu saya malas mengaji dalam
mengikuti pelajaran bapak..bapak menegur saya sambil
menyampaikan sabda Rasulullah SAW : ”Siapa yang
membaca Al Qur’an, mempelajarinya, dan
mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota dari cahaya
pada hari kiamat. Cahayanya seperti cahaya matahari
dan kedua orang tuanya dipakaikan dua jubah
(kemuliaan) yang tidak pernah didapatkan di dunia.
Keduanya bertanya, “Mengapa kami dipakaikan jubah
ini?” Dijawab,”Karena kalian berdua memerintahkan anak
kalian untuk mempelajari Al Qur’an.” (H.R. Al-Hakim)…
“Pak guru..saya ingin mempersembahkan “Jubah
Kemuliaan” kepada ibu dan ayah saya di hadapan Allah di
akherat kelak..sebagai seorang anak yg berbakti kpd
kedua orangnya..” Semua orang terkesiap dan tdk bisa
membendung air matanya mendengar ucapan anak
berumur 10 th tsb… Ditengah suasana hening tsb..tiba2
terdengan teriakan “Allahu Akbar..!!” dari seseorang yg
lari dari belakang menuju ke panggung…
Ternyata dia ayah si Umar..yg dengan ter-gopoh2
langsung menubruk sang anak..bersimpuh sambil
memeluk kaki anaknya.. ”Ampuun nak.. maafkan ayah yg
selama ini tidak pernah memperhatikanmu..tdk pernah
mendidikmu dengan ilmu agama..apalagi mengajarimu
mengaji…” ucap sang ayah sambil menangis di kaki
anaknya…” Ayah menginginkan agar kamu sukses di
dunia nak…ternyata kamu malah memikirkan “kemuliaan
ayah” di akherat kelak…ayah maluuu nak" ujar sang ayah
sambil nangis ter-sedu2…subhanallah... Sampai disini,
saya melihat di layar Sang Khotib mengusap air matanya
yg mulai jatuh…semua jama’ahpun terpana..dan juga
mulai meneteskan airmatanya..termasuk saya..diantara
jama’ahpun bahkan ada yg tidak bisa menyembunyikan
suara isak tangisnya...luar biasa haru... Entah apa yg ada
dibenak jama’ah yg menangis itu..mungkin ada yg
merasa berdosa karena menelantarkan anaknya..mungki
n merasa bersalah karena lalai mengajarkan agama kpd
anaknya.. mungkin menyesal krn tdk mengajari anaknya
mengaji..atau merasa berdosa karena malas membaca
Al-Qur’an yg hanya tergeletak di rak bukunya..dan
semua..dengan alasan sibuk urusan dunia…!!! Saya
sendiri menangis karena merasa lalai dengan urusan
akherat..dan lebih sibuk dengan urusan dunia..padahal
saya tau kalau kehidupan akherat jauh lebih baik dan
kekal dari pada kehidupan dunia yg remeh temeh,
sendau gurau dan sangat singkat ini..seperti firman Allah
SWT dalam Q.S. Al-An'Amayat 32:”
Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main
dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat
itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka
tidakkah kamu memahaminya?”... Astagfirullahal
ghofururrohim..hamba mohon ampunan kepada
Allah..Yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang…
Wallahu ‘alam bissawab.. Semoga bermanfaat..khususnya
buat saya pribadi… Salam.........
Kiriman dari seorang sahabat Fanspage ini yang bernama
Lestasi
Silahkan dibagikan semoga memberikan manfaat
By : aryginanjar.com
Ary Ginanjar Agustian Pendiri Training ESQ, Kampus ESQ Business School, Menara 165 dan ESQ Group, Pembicara Motivasi Indonesia, Trainer Motivator ESQ