11/03/2021
Tips Menjadi Orang Tua Suportif saat Anak Ujian!
1. Jangan Menambah Stres Anak
Hal pertama yang bisa dilakukan siapapun untuk seseorang yang sedang stres adalah mengurangi beban individu yang stres. Anak-anak memiliki lebih sedikit pengalaman dalam menghadapi situasi stres dan mungkin tidak terbiasa dengan cara mengelola atau mengekspresikan beban mereka secara memadai. Karena itu sebagai orang tua, penting bagi Anda untuk mengetahui apakah anak Anda terlalu banyak tekanan.
Orang tua harus berusaha untuk memiliki harapan realistis terhadap anak-anak mereka dan menghindari menjadi sumber tekanan lain bagi anak-anak. Dorong dan yakinkan anak-anak Anda. Biarkan mereka tahu bahwa normal untuk merasa gugup dan ajari mereka untuk tetap tenang dan fokus selama masa-masa stres.
2. Imbaulah Mereka untuk Beristirahat secara Reguler
Sebagian besar orang tua membatasi anak-anak mereka dari menonton televisi, menggunakan telepon mereka, bermain video game atau bergaul dengan teman-teman setiap kali ujian semakin dekat. Namun, kebutuhan anak untuk interaksi sosial dan rekreasi harus ditanggapi dengan serius.
Kondisi anak-anak Anda yang memikirkan buku pelajaran dan penilaian untuk waktu lama akan melukai kemampuan mereka untuk fokus, berkonsentrasi dan menyimpan informasi. Bekerja samalah dengan anak-anak Anda untuk membuat jadwal dan patuhi itu. Sisihkan waktu untuk bermain dan rekreasi sehingga anak-anak dapat bersantai, menghilangkan stres, dan memulihkan tenaga.
3. Bantu Mereka Membuat Jadwal Belajar
Jangan mencoba membuat jadwal dan mengharapkan anak-anak Anda untuk mengikutinya. Sebagai gantinya, ajak anak-anak Anda bersama menyusun jadwal mereka dan mengambil bagian aktif dalam membantu mereka atau memberi mereka struktur yang tepat.
Peraturan dan pembatasan yang diberlakukan secara eksternal dari orang tua akan menciptakan tekanan tambahan. Akan sulit bagi anak-anak Anda untuk tetap pada rutinitas jika itu tidak terasa alami atau nyaman bagi mereka. Beri anak-anak Anda kebebasan untuk memilih waktu mereka sendiri untuk direvisi dan belajar. Batasi diri Anda untuk mengamati dengan cermat keputusan mereka dan memperbaikinya hanya jika diperlukan.
4. Hindari βPembahasan Mendetail Ujian yang Sudah Lewat
Banyak anak tidak hanya takut ujian itu sendiri, tetapi juga dampak ujian. Tidak semua anak keluar dari ujian dengan percaya diri, terutama setelah duduk untuk mata pelajaran yang mereka tahu mereka lemah. Banyak pertanyaan mungkin muncul dalam benak seorang anak setelah kertas, βBagaimana jika saya menjawab pertanyaan terakhir yang salah? Bagaimana jika saya gagal?β
Sebagai orang tua, kita tidak boleh terlalu cepat mengkritik anak-anak kita karena kurangnya kepercayaan diri mereka. Alih-alih meyakinkan mereka bahwa apa yang dilakukan telah dilakukan dan kekhawatiran itu tidak akan membantu. Bantu mereka rileks dan bersiap untuk makalah berikutnya alih-alih memikirkan kesalahan yang tidak bisa mereka ubah.
5. Dukungan Orang Tua Saat Penerimaan Hasil Ujian
Orang tua yang suportif juga dibutuhkan saat penerimaan hasil ujian tiba. Bila hasil ujian sudah memuaskan, jangan lupa ucapkan pujian atas hasil kerja kerasnya selama ini. Namun bila hasil ujian kurang memuaskan, tahan diri Anda untuk marah atau kesal, melainkan coba tanyakan apa masalahnya dan cari jalan keluar bersama.
Nah, bagaimana tips menjadi orang tua suportif di atas? Semoga saran dasar di atas berguna dan dapat langsung dicoba praktiknya di rumah, ya. Supaya persiapan ujian anak-anak dapat menjadi pengalaman yang jauh lebih positif dan terutama mempererat jalinan kekeluargaan antara anggota keluarga, terutama orang tua dan anak-anak. Salam!
Source: Quipper